Diferensiasi Sosial

6 min read

Bentuk Diferensiasi Sosial

Pengertian Diferensiasi Sosial

Menurut Soerjono Soekanto diferensiasi sosial mengacu pada klasifikasi terhadap perbedaan yang biasanya sama, adanya perbedaan tidak mengakibatkan tinggi rendahnya posisi (status) seseorang , melainkan hanya menggambarkan keberagamaan corak pada suatu masyarakat tertentu.

Atau variasi pekerjaan , prestise, dan kekuasaan kelompok dalam masyarakat, yang dikaitkan dengan interaksi atau akibat namun pada interaksi yang lain.

Jadi diferensiasi sosial adalah pebedaan individu atau kelompok dalam masyarakat yang tidak menunjukkan adanya tingkatan.

Kata diferensiasi sosial mula-mula berasal dari bahasa inggris, yaitu difference yang artinya adalah pembedaan. Dan merupakan karakteristik sosial yang membuat individu atau kelompok terpisah  dan berbeda satu sama lain.

Artikel Lainnya : Unsur Unsur Drama

Perwujudan dari diferensiasi sosial adalah penggolan warga masyarakat atas dasar perbedaan dalam hal-hal yang tidak menunjukkan tingkatan, seperti: ras, etnis atau suku bangsa, agama, jenis kelamin/ gender, dan sebagainya.

Pengelompokan horisontal yang didasarkan pada perbedaan ras, etnis (suku bangsa), klen dan agama disebut kemajemukan sosial, sedangkan pengelompokan berasarkan perbedaan profesi dan jenis kelamin disebut heterogenitas sosial.

Ciri Ciri Diferensiasi Sosial

Diferensiasi sosial ditandai dengan adanya perbedaan berdasarkan ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Ciri Fisik

Diferensiasi ini terjadi karena perbedaan ciri-ciri tertentu. Misalnya : warna kulit, bentuk mata, rambut, hidung, muka, dsb.

  1. Ciri Sosial

Diferensiasi sosial ini muncul karena perbedaan pekerjaan yang menimbulkan cara pandang dan pola perilaku dalam masyarakat berbeda.

Termasuk didalam kategori ini adalah perbedaan peranan, prestise dan kekuasaan. Contohnya : pola perilaku seorang perawat akan berbeda dengan seorang karyawan kantor.

  1. Ciri Budaya

Diferensiasi budaya berhubungan erat dengan pandangan hidup suatu masyarakat menyangkut nilai-nilai yang dianutnya, seperti religi ataukepercayaan, sistem kekeluargaan, keuletan dan ketangguhan (etos).

Hasil dari nilai-nilai yang dianut suatu masyarakat dapat kita lihat dari bahasa, kesenian, arsitektur, pakaian adat, agama.

Artikel Lainnya : Perilaku Menyimpang

Bentuk Bentuk Diferensiasi Sosial

Berbagai bentuk differensiasi sosial dalam masyarakat berdasarkan perbedaan Ras,Agama,Jenis kelamin,Profesi,Klan,dan Suku bangsa. Diferensiasi sosial merupakan perbedaan seseorang dilihat dari suku bangsa, ras, agama, klan, dsb.

Pada intinya hal-hal yang terdapat dalam diferensiasi itu tidak terdapat tingkatan-tingkatan, namun yang membedakan satu individu dengan individu yang lainnya adalah sesuatu yang biasanya telah ia bawa sejak lahir.

Contohnya saja, suku sunda dan suku batak memiliki kelebihan masing-masing. jadi seseorang tidak bisa menganggap suku bangsanya lebih baik, karena itu akan menimbulkan etnosentrisme dalam masyarakat.

Diferensiasi merupakan perbedaan yang dapat kita lihat dan kita rasakan dalam masyarakat, bukan untuk menjadikan kita berbeda tingkat sosialnya seperti yang terjadi di Afrika Selatan.

Artikel Lainnya : Kebijaksanaan Ekonomi Makro

Contoh Bentuk Diferensiasi Sosial

  1. Ras

Ras adalah kategori individu yang secara turun-temurun memiliki ciri fisik dan biologis tertentu.  Manusia di dunia pasti memiliki perbedaan fisik seperti warna kulit, bentuk hidung, bentuk rambut, dan sebagainya antara manusia lainnya dimuka bumi.

Contohnya : Di lingkungan tempat tinggal Nurul di Jl. HM Swignyo Gg. Swignyo 1, terdapat beberapa orang yang memiliki ras yang berbeda.  Ada yang berkulit sawo matang,kuning langsat, putih dan berambut lurus, keriting, bergelombang dsb.

  1. Etnis (Suku Bangsa)

Suku bangsa adalah golongan sosial yang dibedakan dari golongan sosial yang lain karena mempunyai ciri-ciri yang paling mendasar umum berkaiutan dengan asal-usul dan tempat asal serta kebudayaan.

Contohnya : Di daerah kakap terdapat banyak suku yang berbeda seperti suku bugis, suku sambas, suku melayu, dsb tetapi mereka tetap bisa akur satu sama lainnya.  Walaupun banyak perbedaan yang berasal dari daerah masing-masing.

  1. Klan

Klan adalah suatu kelompok kekerabatan yang terdapat dalam masyarakat dengan menarik garis keturunan secara unilateral.

Contohnya : Seperti 2 orang siswi di kelas XI IPS 2 SMAN 2 yaitu Windi Minha ZF yang merupakan keturunan Padang, Minangkabau mengikuti aliran Ibu (matrilineal). Dan Ruth S. Sihombing keturunan batak yang mengikuti aliran ayah (patrilineal).

  1. Agama

Menurut Emile Durkheim agama adalah sebagai suatu sistem terpadu mengenai kepercayaan dan praktik yang berhubungan dengan hal yang suci dan menyatukan semua pengikutnya ke dalam suatu komunitas moral yang disebut umat.

Jadi agama adalah suatu kepercayaan yang dianut oleh suatu masyarakat dan bersifat  suatu keyakinan yang kuat.

Contohnya : di lingkungan sekitar sekolah SMAN 2 PONTIANAK banyak terdapat baik siswa maupun guru yang memiliki perbedaan agama / keyakinan.  Tapi hal itu tak membuat suatu pertentangan yang mendasar untuk terjadinya suatu konflik/kecemburuan sosial.

  1. Gender (Jenis Kelamin)

Gender adalah pembedaan jenis kelamin antara wanita dan pria. Orang-orang terdahulu sering mngungkapkan “Untuk apa wanita sekolah tinggi, nanti paling di dapur juga kerjannya”.

Anggapan tersebut sekarang sudah berubah, hal ini dapat dilihat dari kemajuan globalisasi yang membuat wanita dapat turun serta dalam pembangunan ekonomi di suatu negara.

Contohnya : dapat kita ambil dari mantan presiden kita Megawati Soekarno putri ia  dapt mengambil alih kekuasaan negara dan menjadi pemimpin negara.

Selain itu dapat juga kita lihat dari sekolah-sekolah yang ada di lingkungan kita,  perempuan lebih dominan untuk bersekolah daripada laki-laki, dan tak jarang pula perempuan menjadi anggota politik dan sangat berperan aktif dari pada laki-laki.

Artikel Lainnya : Faktor Penyebab Timbulnya Inflasi

Karakteristik Diferensiasi Sosial

Diferensiasi sosial memiliki sejumlah karakteristik yang dapat diuraikan sebagai berikut:

  • Diferensiasi sosial dalam masyarakat disebabkan oleh adanya ciri-ciri tertentu, yaitu ciri fisik, sosial, dan budaya.
  • Diferensiasi sosial merupakan proses penempatan individu ataupun kelompok dalam berbagai kategori sosial yang berdasarkan kriteria tertentu.
  • Bersifat horizontal, tidak berkaitan dengan status sosial individu maupun kelompok dalam masyarakat.
  • Individu maupun kelompok yang berdiferensiasi umumnya hanya disatukan oleh hasrat menjadi satu kesatuan.

Adapun diferensiasi sosial dapat dibedakan atas beberapa jenis, antara lain:

  • Diferensiasi tingkatan (rank differentiation), muncul karena ketimpangan distribusi. Suatu barang yang dibutuhkan, terbatas persdiaannya.
  • Diferensiasi fungsional (funcional differentiation), atau pembagian kerja, terjadi karena individu melaksanakan pekerjaan yang berlainan.
  • Diferensiasi adat (custom differentiation), timbul karena aturan mengenai bentuk perilaku yang tepat dapat berbeda menurut situasi tertentu.

Konsekuensi Diferensiasi Sosial

Bila perkembangan diferensiasi sosial tetap fungsional dan sifatnya saling melengkapi, maka kecil kemungkinannya bahwa ketidakpuasan, dan perselisihan dalam masyarakat akan tersulut.

Tetapi, ketika perbedaan dan perbenturan kepentingan mulai muncul serta diperumit lagi dengan makin menguatnya ikatan-ikatan primordial, tak pelak potensi disorganisasi (perpecahan) mulai menyuarak dan bahkan bukan mustahil meledak menjadi konflik terbuka.

Primordialisme merupakan pandangan atau paham yang menunjukkan sikap berpegang teguh pada hal-hal yang sejak semula melekat pada diri individu, seperti, suku bangsa, ras, dan, agama.

Primordialisme sebagai identitas sebuah golongan atau kelompok sosial merupakan faktor penting dalam memperkuat ikatan golongan atau kelompok yang bersangkutan dalam menghadapi ancaman dari luar.

Jika primordialisme yang berlebihan akan menghasilkan pandangan subyektif yang disebut etnosentrisme atau fanatisme, yaitu suatu sikap dalam menilai kebudayaan masyarakat lain dengan menggunakan ukuran-ukuran yang berlaku di masyarakat. Selain itu ada konsekuensi dari diferensiasi sosial yakni:

  1. Rasisme atau Rasialisme

Rasisme didefinisikan sebagai suatu ideologi, ciri yang diperoleh melalui kelahiran itu dikaitkan dengan ada tidaknya ciri dan kemampuan sosial tertentu sehingga perlakuan berbeda terhadap suatu kelompok ras tertentu bisa dibenarkan.

Sedangkan bila pada rasialisme, yang dibahas adalah praktik diskriminasi terhadap kelompok ras lain.

  1. Seksisme

Para penganut ideologi ini percaya dalam hal kecerdasan dan kekuatan fisik laki-laki melebihi perempuan, atau bahwa perempuan lebih emosional dibanding laki-laki.

Atas dasar ideologi ini dilakukanlah diskriminasi terhadap perempuan.

  1. Politik Aliran

Merupakan keadaan dimana suatu kelompok atau organisasi tertentu dikelilingi sejumlah organisasi massa (ormas) baik formal maupun informal yang mengikutinya.

Tali pengikat antara kelompok dn organisasi-organisasi massa ini adalah ideologi atau aliran (agama) tertentu.

Timbulnya Konflik

Konflik adalah keadaan dimana interaksi tidak berlangsung menurut nilai dan norma sehingga terjdi pertentangan atu pertikaian atas dasar berbagai kepentingan yang berbeda.

Konflik merupakan proses atau keadaan dimana dua pihak atau lebih berusaha menggagalkan tujuan pihak lain kerena ada perbedaan pendapat, atau tuntutan-tuntutan masing-masing pihak.

Dalam hal ini diferensiasi sosial bisa juga menimbulkan suatu konflik seperti contoh di lingkungan kampus unair terdapat beberapa mahasiswa yang berkulit hitam, yang seringkali menjadi bahan pembulian ketika melakukan suatu kegiatan.

Konflik semacam ini bisa terjadi karena adanya perasaan paling benar mengenai kebudayaan yang dianut oleh masing-masing pihak. Mereka berusaha menjadi ras paling atas dari etnik ataupun ras lain yang mempunyai ciri fisik berbeda.

Artikel Lainnya : Faktor yang Mempengaruhi Aktivitas Enzim

Upaya Mengurangi Konflik Diferensiasi sosial

Konflik antar etnis pada tingkat individu dapat dieleminasi dengan adanya  interaksi sosial yang intens dan mekanisme masyarakat terintegrasi karena menjadi anggota dari berbagai kesatuan sosial (cross cutting affiliation).

Pada tingkat kelompok dipastikan akan selalu terjadi sikap tidak nyaman dari kelompok lain, cara untuk mengatasi konflik biasanya melalui mediasi, sikap toleransi, atau mungkin melalui pengadilan.

Cara-cara untuk mengatasi konflik:

  • Memaksa pihak-pihak yang bertikai untuk segera mengakhiri konflik
  • Memaksa pihak-pihak yang bertikai untuk berunding
  • Menggunakan jasa mediator (penengah)
  • Meminta bantuan pihak ketiga
  • Mempertemukan keinginan-keinginan pihak yang bertikai demi tercepainya tujuan bersama yang diprakarsai penitia tetap
  • Menganjurkan bertoleransi kepada kelompok-kelompok sosial yang berbeda
  • Mengadakan gencatan senjata
  • Membawa kasus ke pengadilan
  • Penyesuaian kembali

Sasaran

Hal-hal yang dapat membedakan antar kelompok manusia dalam masyarakat sangat beragam dan terus berkembang. Secara sistematis perbedaan sosial berdasarkan sumbernya dapat dibagi sebagai berikut:

  • Alamiah seperti perbedaan ras , jenis kelamin , usia , dan integrasi
  • Sosial (lebih dipengaruhi oleh konstruksi sosial atau budaya) seperti perbedaan etnis ,agama , dan kebudayaan.

Mahasiswa universitas Airlangga khususnya di kampus B sangatlah beragam atau heterogen. Tidak heran memang karena mahasiswa di universitas Airlangga bukan hanya berasal dari satu daerah saja melainkan beberapa daerah lainnya se-Indonesia.

Mereka memiliki karakteristik yang berbeda satu sama lain , baik itu dalam hal suku, agama ras mauun budaya. Itulah yang menyebabkan terjadinya diferensiasi sosial di kalangan kampus baik itu yang terjadi secara alamaiah maupun sosial.

  • Alamiah

Perbedaan ras

Mahasiswa universitas Airlangga khususnya kampus B memiliki ras yang beragam , misalnya ras yang paling dominan adalah ras mongoloid dan negroid.

Ras mongoloid sendiri dibedakan menjadi tiga rumpun yaitu mongoloid asia, Malaya atau oceania dan mongoloid amerika atau indian.

Namun yang paling dominan diantara tiga ras mongoloid tersebut adalah ras mongoloid Malaya atau oceania yang beberapa cirinya warna kulit kuning kecoklatan, ukuran tubuh agak tinggi bentuk muka yang lonjong, atau oval dan bulat.

Ras negroid pun dibagi menjadi tiga rumpun aitu negroid afrika, malanesia dan austroloid. Yang paling dominan diantara ketiga rumpun tersebut adalah ras negroid malanesia yang memiliki ciri tubuh antara rumpun negroid afrika dan negroid.

  • Sosial

Agama

Mahasiwa Universitas Airlangga khususnya kampus b memiliki ragam agama. Diantaranya Islam, Kristen, Protestan, Hindu, dan Budha. Karena perbedaan itulah yang menyebabkan diferensiasi sosial.

Di kampus b hanya dijumpai fasilitas tempat ibadah untuk agama islam saja karena islam menjadi agama mayoritas di kampus ini, tapi untuk kegiatan mata kuliah, universitas memiliki semua mata kuliah berbagai agama tersebut.

Dampak yang terjadi dari kedua kasus tersebut adalah terjadinya sedikit gesekan antar mahasiswa walaupun itu sangat kecil.

Mahasiswa berpikir bahwa ras kulit putih dianggap memiliki nilai yang lebih diatas ras hitam, ras putih dianggap memiliki kedudukan tertinggi diatas ras hitam.

Untuk menanggulangi masalah tersebut dibutuhkan sifat toleransi antar sesama dan sikap tenggang rasa. Kita menyadari sepenuhnya bahwa kita pada dasarnya adalah sama yaitu makhluk ciptaan tuhan dan kitapun memiliki kedudukan yang sama di mata tuhan tidak membedakan kalian dari ras, suku, maupun budaya.

Konflik

Jarang terjadi konflik antar etnik di kampus B universitas Airlangga, karena mahasiswa universitas airlangga memiliki jiwa toleransi yang sangat tinggi, mahasiswa universitas airlangga menyadari penuh bahwa perbedaanlah yang membuat kampus ini lebih berwarna.

Demikian pembahasan dari kami tentang Diferensiasi Sosial : Bentuk, Contoh dan Karakteristik secara lengkap dan jelas, semoga bermanfaat jangan lua di share sobat WebChecKer.Me