Pengertian Cerpen

6 min read

contoh cerpen adalah

Pengertian Cerpen

Cerpen (cerita pendek) ialah karangan pendek yang berbentuk naratif. Cerpen mengisahkan sepenggal kehidupan manusia, yang penuh pertikaian, mengharukan atau menyenangkan, dan mengandung kesan yang tidak mudah dilupakan.

Selain itu cerpen juga memiliki ciri-ciri antara lain; panjang cerita berkisar antara 3 sampai 10 halaman atau kurang dari 10.000 kata, selesai dibaca dalam sekali duduk, hanya memeliki satu insiden yang mendominasi jalan cerita.

Konflik yang terjadi tidak menimbulkan perubahan nasib tokohnya, hanya memiliki satu alur cerita (plot), dan perwatakan serta penokohan dilukiskan secara singkat.

Pengertian Cerpen Menurut Para Ahli

Berikut pendapat para ahli mengenai penjelasan tentang cerpen.

  1. Menurut Sumardjo dan Saini

Cerpen adalah cerita fiktif atau tidak benar-benar terjadi, tetapi bisa saja terjadi kapanpun serta dimanapun yang mana ceritanya relatif pendek dan singkat.

  1. Menurut KBBI

Cerpen berasal dari dua kata yaitu cerita yang mengandung arti tuturan mengenai bagaimana sesuatu hal terjadi dan relatif pendek berarti kisah yang diceritakan pendek atau tidak lebih dari 10.000 kata yang memberikan sebuah kesan dominan serta memusatkan hanya pada satu tokoh saja dalam cerita pendek tersebut.

  1. Menurut Nugroho Notosusanto dalam Tarigan

Cerpen atau cerita pendek yaitu sebuah cerita yang panjang ceritanya berkisar 5000 kata atau perkiraan hanya 17 hlm kuarto spasi rangkap serta terpusat pada dirinya sendiri.

  1. Menurut Hendy

Cerpen ialah suatu karangan yang berkisah pendek yang mengandung kisahan tungal.

  1. Menurut K.H

Cerpen merupakan salah satu karangan fiksi yang biasa disebut juga dengan kisahan prosa pendek.

  1. Menurut J.S. Badudu

Cerpen merupakan cerita yang hanya menjurus serta terfokus pada satu peristiwa saja.

  1. B. Jassin

Menurut pendapat H. B. Jassin, cerpen ialah sebuah cerita yang singkat yang harus memiliki bagian terpenting yakni perkenalan, pertikaian, serta penyelesaian.

Ciri – Ciri Cerpen

  • Jalan ceritanya lebih pendek dari novel
  • Sebuah cerpen memiliki umlah kata yang tidak lebih dari 10.000 (10 ribu) kata
  • Biasanya isi cerita cerpen berasal dari kehidupan sehari-hari
  • Tidak menggambarkan semua kisah para tokohnya, hal ini karena dalam cerpen yang digambarkan hanyalah inti sarinya saja.
  • Tokoh dalam cerpen digambarkan mengalami masalah atau suatu konflik hingga pada tahap penyelesainnya.
  • Pemakaian kata yang sederhana serta ekonomis dan mudah dikenal pembaca.
  • Kesan yang ditinggalkan dari cerpen tersebut sangat mendalam sehingga pembaca dapat ikut merasakan kisah dari cerita tersebut.
  • Biasanya hanya 1 kejadian saja yang diceritakan.
  • Memiliki alur cerita tunggal dan lurus.
  • Penokohan pada cerpen sangatlah sederhana, tidak mendalam serta singkat

Unsur Intrinsik Cerpen

  1. Tema

Tema adalah sebuah gagasan pokok yang mendasari dari jalan cerita sebuah cerpen. Tema biasanya dapat langsung terlihat jelas di dalam cerita atay tersurat dan tidak langsung, dimana si pembaca harus teliti dan dapat menyimpulkan sendiri atau tersirat.

  1. Alur / Plot

Jalan dari sebuah kisah cerita merupakan karya sastra. Secara garis besar, alur merupakan urutan tahapan jalannya cerita, antara lain : perkenalan > muncul konflik atau suatu permasalahan > peningkatan konflik > puncak konflik (klimaks) > penurunan konflik > selesaian.

  1. Setting

Setting sangat berkaitan dengan tempat atau latar, waktu, dan suasana dalam cerpen tersebut.

  1. Tokoh

Tokoh merupakan pelaku yang terlibat dalam cerita tersebut. Setiap tokoh biasanya mempunyai karakter tersendiri.

Dalam sebuah cerita terdapat tokoh protagonis atau tokoh baik dan antagonis atau tokoh jahat serta ada juga tokoh figuran yaitu tokoh pendukung.

  1. Penokohan

Penokohan yaitu pemberian sifat pada tokoh atau pelaku dalam cerita tersebut. Sifat yang telah diberikan dapat tercermin dalam pikiran, ucapan, dan pandangan tokoh terhadap sesuatu hal. Metode penokohan ada 2 (dua) macam diantaranya:

  • Metode Analitik adalah suatu metode penokohan dengan cara memaparkan atau menyebutkan sifat tokoh secara langsung, seperti seperti: pemberani, penakut, pemalu, keras kepala, dan sebagainya.
  • Metode Dramatik adalah suatu metode penokohan dengan cara memaparkannya secara tidak langsung, yaitu dapat dengan cara : penggambaran fisik (Misalnya cara berpakaian, postur tubuh, dan sebagainya), penggambaran dengan melalui sebuah percakapan atau dialog, reaksi dari tokoh lain (dapat berupa pendapat, sikat, pandangan, dan sebagainya).
  1. Sudut Pandang

Adalah cara pandang pengarang dalam memandang suatu peristiwa di dalam cerita. Sudut pandang ada 4, antara lain:

Sudut Pandang Orang Pertama Pelaku Utama

Dalam sudut pandang ini, tokoh ”aku” mengisahkan tentang berbagai peristiwa yang terjadi serta tingkah laku yang dialaminya. Tokoh ”aku” akan menjadi pusat perhatian dari kisah cerpen tersebut.

Dalam sudut pandang ini, tokoh “aku” digunakan sebagai tokoh utama.

Contoh:

Pagi ini cuaca begitu cerah hingga dapat mengubah suasana jiwaku yang penat karena setumpuk tugas yang terbengkelai menjadi teringankan.

Namun, sekarang aku harus mulai bangkit dari tidurku dan bergegas untuk mandi karena pagi ini aku harus bekerja keras.

Sudut Pandang Orang Pertama Pelaku Sampingan

Tokoh ”aku” muncul tidak sebagai tokoh utama lagi, melainkan sebagai pelaku tambahan. Tokoh ”aku” hadir dalam jalan cerita hanya untuk membawakan cerita kepada pembaca, sedangkan tokoh cerita yang dikisahkan kemudian ”dibiarkan” untuk dapat mengisahkan sendiri berbagai pengalaman yang dialaminya.

Tokoh dari jalan cerita yang dibiarkan berkisah sendiri itulah yang pada akhirnya akan menjadi tokoh utama, sebab ialah yang lebih banyak tampil, membawakan berbagai peristiwa, serta berhubungan dengan tokoh-tokoh yang lainnya.

Dengan demikian tokoh ”aku” cuman tampil sebagai saksi saja. Saksi terhadap berlangsungnya sebuah cerita yang ditokohi oleh orang lain. Tokoh ”aku” pada umumnya hanya tampil sebagai pengantar dan penutup cerita.

Contoh:

Sekarang aku tinggal di Jakarta, kota metropolitan yang memiliki beribu-ribu kendaraan. Dulu, aku sempat menolak untuk dipindahkan ke ibukota.

Tapi, pada kali ini aku sudah tidak kuasa untuk menghindar dari tugas ini. Ternyata, bukan aku saja yang mengalaminya. Teman asramaku yang bernama Andi, juga mengalami hal yang sama. Kami berdua sangatlah akrab dan berjuang bersama-sama dalam menghadapi kerasnya kota Jakarta.

Sudut Pandang Orang Ketiga Serbatahu

Kisah cerita dari sudut ”dia”, namun pengarang atau narator dapat menceritakan apa saja hal-hal dan tindakan yang menyangkut tokoh ”dia” tersebut. Pengarang mengetahui segalanya.

Contoh:

Sudah genap 1 bulan dia menjadi pendatang baru di perumahan ini. Tapi, dia juga belum satu kali pun terlihat keluar rumah cuman untuk sekedar beramah-tamah dengan tetangga yang lain. “Apakah si pemilik rumah itu terlalu sibuk ya?” ungkap salah seorang tetangganya. Pernah 1 kali dia kedatangan tamu yang katanya adalah saudaranya. Memang dia adalah sosok introvert, jadi walaupun saudaranya sendiri yang datang untuk berkunjung, dia tidak menyukainya.

Sudut Pandang Orang Ketiga Pengamat

Dalam sudut pandang ini berbeda dengan orang ketiga serbatahu. Pengarang hanya melukiskan apa yang dilihat, dialami, dipikir, dan dirasakan oleh tokoh tersebut, namun terbatas pada seorang tokoh saja.

Contoh:

Entah apa yang telah terjadi dengannya. Pada saat datang, ia langsung marah. Memang kelihatannya ia mempunyai banyak masalah. Tapim kalau dilihat dari raut mukanya, mungkin tak hanya itu yang sedang ia rasakan. Tapi sepertinya dia juga sakit. Bibirnya tampak kering, wajahnya pucat, serta rambutnya kusut.

  1. Amanat

Amanat merupakan sebuah pesan dari seorang penulis atau pengarang cerita tersebut kepada pembaca agar pembaca dapat bertindak atau melakukan sesuatu.

Unsur Ekstrinsik Cerpen

Unsur ekstrinsik cerpen merupakan sebuah unsur yang membentuk cerpen dari luar, berbeda dengan unsur intrinsik cerpen yang membentuk cerpen dari dalam.

Unsur ekstrinsik cerpen tidak terlepas dari keadaan masyarakat saat dimana cerpen tersebut dibuat oleh pengarang.

Unsur ini sangat memiliki banyak sekali pengaruh terhadap penyajian amanat ataupun latar belakang dari cerpen tersebut. Berikut unsur ekstrinsik cerpen.

  1. Latar Belakang Masyarakat

Latar belakang masyarakat yaitu suatu pengaruh dari kondisi latar belakang masyarakat terhadap terbentuknya sebuah jalan cerita.

Pemahaman tersebut dapat berupa pengkajian Ideologi negara, kondisi politik, sosial masyarakat, sampai dengan kondisi ekonomi pada masyarakat itu sendiri.

  1. Latar Belakang Pengarang

Latar belakang pengarang dapat meliputi pemahaman pengarang terhadap sejarah hidup serta sejarah hasil karangan yang telah dibuat sebelumnya.

Biografi

Biografi biasanya berisikan tentang riwayat hidup pengarang cerita tersebut yang ditulis secara keseluruhan.

Kondisi Psikologis

Kondisi psikologis berisi tentang pemahaman kondisi mood ketika pengarang menulis kisah cerita tersebut.

Aliran Sastra

Aliran sastra seorang pengarang pastinya akan mengikuti suatu aliran sastra tertentu. Hal tersebut sangatlah berpengaruh terhadap gaya penulisan yang dipakai oleh pengarang dalam menciptakan sebuah kisah dalam cerpen tersebut.

Itulah pengertian cerpen, ciri-ciri cerpen, struktur cerpen, unsur intrinsik cerpen, dan unsur ekstrinsik cerpen.

Nilai-Nilai Dalam Cerpen

Segala sesuatu yang berguna bagi manusia disebut nilai. Dalam karya sastra, cerpen misalnya, nilai-nilai itu mencakup nilai-nilai budaya, nilai-nilai sosial, nilai-nilai moral, nilai-nilai agama, dan nilai-nilai estetika.

  • Nilai-nilai budaya

Nilai-nilai budaya merupakan nilai-nilai yang berkaitan dengan pemikiran, kebiasaan, dan hasil kayra cipta manusia. Termasuk  ke dalamny adalah adat dan istiadat,dan  kesenian, kepercayaan,  dan upacara adat.

  • Nilai-nilai sosial

Nilai-nilai sosial yaitu nilai-nilai yang berkaitan dengan tata laku hubungan antara sesama manusia (kemasyarakatan). Misalnya,saling menolong, saling memberi, dan saling menghargai atau tenggang rasa.

  • Nilai-nilai moral

Nilai-nilai moral yakni nilai-nilai yang berkaitan dengan perbuatan baik dan buruk yang menjadi dasar kehidupan manusia dan masyarakatnya. Nilai ini berkaitan dengan etika, akhlak, atau budi pekerti’

  • Nilai-nilai agama

Nilai-nilai agama berkaitan dengan ketuhanan serta keimanan seseorang. Dengan nilai ini penikmat sastra hendaknya dapat mengokohkan eksistensi ketuhanan dan keimananya.

  • Nilai-nilai estetika

Nilai-nilai estetika adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan seni dan keindahan. Nilai estetika ini berpadu dengan unsur pembangun suatu cerita.

Jenis – Jenis Cerpen

Dilihat  dari panjang pendeknya cerita, sebuah cerpen dapat diklasifikasi menjadi tiga jenis.

  1. Cerpen Pendek

Cerpen pendek (short story), yakni cerpen yang panjangnya berkisar antara lima ratus sampai dengan tujuh ratus kata.

  1. Cerpen Sedang

Cerpen sedang (middle short story), yaitu cerpen yang panjangnya berkisar dia atas tujuh ratus kata sampai dengan seribu kata.

  1. Cerpen Panjang

Cerpen panjang (long short story), adalah cerpen yang panjangnya diatas seribu kata.

Selain mempunyai nilai-nilai yang bermakna bagi kehidupan, cerpen juga mempunyai daya tarik tersendiri. Daya tarik sebuah cerpen bisa dipengaruhi oleh berbagai hal.

Seperti halnya ketertarikan pada seseorang yang bisa disebabkan oleh penapilan, tutur kata, kepintaran, keluarga, atau kekayaannya.

Contoh Cerita Pendek

Sahabat Iri Hati

Namaku Sinta putri, aku sangat senang dengan pelajaran bahasa indonesia dan biologi. Aku mempunyai sahabat yang unik yang bernama Aulia, dan aku bingung dengannya.

Dikarenakan sahabatku orang yang sangat sensitif. Menurut dia, aku tidak boleh suka dengan kedua pelajaran tersebut. Padahal itu adalah hakku.

Suatu waktu disaat pelajaran bahasa inggris, tidak tahu mengapa tiba-tiba aku suka dengan pelajaran tersebut. Mungkin juga karena guru yang mengajarkan mempunyai cara penyampaian yang baik.

Otomatis aku juga mulai aktif di kelas saat pelajaran bahasa inggris.

Teng teng, bunyi bel sekolah waktu istrahat tiba.

Saat itu aku langsung mengampiri aulia untuk mengajaknya ke kantin.

“Aul, ke kantin yuk?”ajakku.

“Nggak, aku nggak mau lagi sahabatan sama kamu!” jawabnya sembari buang muka.

Awalnya kejadian seperti itu hanya sekali dan kita berdua balikan seperti semula. Tetapi lam-kelamaan terjadi hal yang serupa. Sangat aneh.

Aulia bukanya mengerti perasaanku, justru bikin aku kesal. Ceritanya begini, waktu ujian tengan semester (UTS) dia kesusahan menjawab soal pelajaran biologi, di saat itu dia melihat ke arahku. Aku dan aulia tidak satu bangku, aulia  tepat di depan tempat aku duduk.

“Sin, kamu tahu nggak nom 5 essay? Minta jawabannya dong satu aja!”tanya aulia sembari memohon.

“Udah si, ini kan bukan ulangan biasa! “ jawabanku.

“Yah kamu..”sembari jengkel.

Aku cuek saja akan ha itu dan berharap bahwa dia akan intropeksi diri. Coba bayangkan, dia sudah membuat sakit hati dan dia ingin meminta jawaban UTS.

Beberapa hari kemudian hasil nilai UTS Biologi dibagikan dan diumumkan. Aku mendapat nilai 90 sedangkan Aulia mendapat nilai 75. Aku bisa melihat tatapan iri dari sahabatku itu, dan aku sadar bahwa bersahabat dengan orang yang iri hati adalah hal yang susah.

Cara Menulis Cerpen

  • Menentukan tema, sebelum menulis cerpen harus di tentukan dulu tema apa yang akan di tulis. Bisa tentang persahabatan, cinta atau keluarga.
  • Tokoh, tentukan siapa saja tokoh dalam cerpen. Peran atau karakter apa yang ada pada tokoh tersebut.
  • Alur, buat bagaimana alur ceritanya, klimaksnya dan endingnya.
  • Latar, latar di sini bisa berupa kapan dan dimana kejadian ceritanya

Editing, ssetelah tulisan menjadi cerita, hendaknya tulisan dibaca ulang. Bisa meminta bantuan teman, orang tua, atau guru untuk membaca tulisan tersebut

Demikian pembahasan dari kami tentang Cerpen Menurut Para Ahli : Ciri dan Unsurnya lengkap dan jelas, semoga bermanfaat jangan lupa di share sobat WebChecKer.Me

Unsur Unsur Drama

GuruKu
4 min read

Cara Menyusun Dialog

GuruKu
3 min read

Contoh Karangan Argumentasi

GuruKu
5 min read