Teks Prosedur

5 min read

Teks Prosedur Adalah

Pengertian Teks Prosedur

Teks prosedur adalah suatu bentuk teks yang berisi langkah-langkah atau tahapan tahapan yang harus dipenuhi dalam melakukan suatu kegiatan agar kegiatan tersebut berjalan dengan lancar dan tanpa hambatan  secara teratur  yang bisa membuat kegiatan yang dilakukan menjadi terhambat bahkan sampai gagal.

Terdapat banyak kegiatan disekitar kita yang harus dilakukan menurut prosedur.

Jika kita tidak mengikuti prosedur itu,tujuan yang diharapkan tidak tercapai dan kita dapat dikatakan sebagai orang yang tidak mengetahui aturan.

Tetapi langkah-langkah tersebut tidak dapat di balik-balik. Teks prosedur juga dibagi menjadi teks prosedur sederhana dan teks prosedur kompleks.

Teks prosedur sederhana yaitu teks yang berisi langkah-langkah yang singkat dan biasanya kurang dimengerti oleh pembaca.

Sedangkan teks prosedur kompleks adalah teks yang berisi langkah-langkah yang lengkap dan terarah sehingga dapat dengan mudah untuk dimengerti oleh si pembaca.

Struktur Teks Prosedur

Suatu teks prosedur ditata dengan struktur yaitu :

  1. Tujuan

Berisi tujuan dari penulisan suatu teks prosedur yang dibuat dan berupa hasi akhir yang akan dicapai dari pembuatan teks prosedur tersebut, sehingga pembaca semakin tertarik dan semakin mengerti dengan membaca teks prosedur tersebut.

  1. Langkah – Langkah

Langkah-langkah adalah cara-cara atau jalan yang harus ditempuh atau ilakukan untuk mencapai suatu tujuan dilakukannya kegiatan berdasarkan teks tersebut.

  1. Konjungsi

Konjungsi atau kata penghubung adalah kata atau ungkapan yang menghubungkan dua satuan bahasa yang sederajat : kata dengan kata, frasa dengan frasa, klausa dengan klausa, serta kalimat dengan kalimat.

  1. Keterengan Waktu

Keterangan waktu adalah keterangan yang menunjukkan kapan suatu fenomena terjadi didalam suatu kalimat ataupun teks.

Unsur Kebahasan Teks Prosedur

Kalimat Imperiatif, Deklaratif dan Introgatif

Kalimat Imperiatif : Kalimat imperatif adalah kalimat yang isinya atau yang mengandung perintah.

Contoh:

  • Kenali si petugas
  • Pahami kesalahan anda
  • Pastikan tuduhan pelanggaran

I Kalimat Deklaratif

Kalimat deklaratif adalah kalimat yang berfungsi untuk memberikan informasi kepada pembaca

Contoh:

  • Pengendara memahami kesalahannya
  • Pengendara menolak atau menerima tuduhan
  • Pengendara memastikan tuduhan pelanggaran

III. Kalimat Introgatif

Kalimat introgatif adalah kalimat yang berfungsi untuk meminta informasi tentang sesuatu.

Contoh:

  • Apakah anda mengenali petugas?
  • Apakah anda memahami kesalahan anda?
  • Siapakah yang menerima atau menolak tuduhan?

IV Partisipan Manusia

Partisipan manusia adalah semua manusia yang ikut serta dalam suatu kegiatan

Contoh :

  • Jika pengendara melakukan pelanggaran,tentu pihak yang berwajib menilangnya

Verba

  • Verba material : verba yang mengacu pada tindakan fisik (melakukan, memukul, dan menilang)
  • Verba tingkah laku : verba yang mengacu pada sikap yang dinyatakan pada ungkapan verbal (bukan sikap mental yang tidak tampak), seperti menerima, menolak.

Konjungsi Temporal

Konjungsi temporan adalah sesuatu yang mengacu pada urutan waktu

Contoh:

  • Pertama, gunakan jas lab.
  • Kedua, lakukan percobaan.
  • Ketiga, simpulkan hasil percobaan

V. Konjungsi Jika, Apabila dan Seandainya

  1. Yang menunjukkan syarat

Contoh :

  • Seandainya besok saya tidak masuk sekolah, maka saya akan ikut keluarga saya ke Manado.
  • Jika saja sya memiliki waktu yang benyak, pasti saya akan memperbaiki jawaban saya.
  • Apabila saya terpilih untuk ikut lomba puisi, maka saya akan berlatih dengan giat
  1. Yang menunjukkan pilihan

Contoh :

  • Jika saja saya tidak memiliki tugas yang banyak, maka saya akan memilih untuk hadir dalam rapat tersebut
  • Apabila hari ini saya tidak bimbingan biologi, maka saya akan memilih ikut ke Makassar
  • Seandainya toko buku itu belum tertutup, maka saya akan memilih untuk membeli buku disitu saja.

Contoh Teks prosedur

Apa yang harus Anda lakukan jika terkena tilang?

Di Indonesia banyak pengendara kendaraan bermotor. Jika pengendara melakukan pelanggaran, tentu pihak berwajib akan menilangnya. Pengendara kendaraan bermotor perlu mengetahui prosedur penilangan.

Berikut ini hal yang harus Anda perhatikan ketika dikenakan surat bukti pelanggaran berlalu lintas. Dengan memperhatikan ha lini, ketika melakukan pelanggaran, Anda tidak akan dirugikan dan akan mendapat sanksi sesuai dengan peraturan.

Pertama

Pertama, kenali si petugas. Cobalah mengenali nama dan pangkat petugas polisi yang tercantum di pakaian seragamnya. Mereka mempunyai kewajiban menunjukkan tanda pengenal.

Nama dan pangkat polisi menjadi penting apabila polisi bertindak di luar prosedur. Jangan hentikan kendaraan Anda jika orang berpakaian preman mengaku sebagai polisi lalu lintas (polantas)

Kedua

Kedua, pahami kesalahan Anda. Tanyakanlah apa kesalahan Anda, pasal berapa yang dilanggar, dan berapa dendanya.

Sebagai pembimbingmasyarakat, polisi harus menjelaskan kesalahan pengendara agar kesalahan tersebut tidak terulang kembali. Alasan pelanggaran dan besarnya denda juga harus berdasarkan hukum yang berlaku.

Ketiga

Ketiga, pastikan tuduhan pelanggaran. Pengendara sudah selayaknya mengecek tuduhan pelanggaran polisi tersebut, benar atau tidak.

Jika polisi menyatakan Anda dilarang belok ke kiri karena ada tanda dilarang belok kiri, Anda harus yakin bahwa tanda tersebut benar-benar ada.

Keempat

Keempat, jangan serahkan kendaraan atau STNK (surat tanda nomor kendaraan) begitu saja. Polisi tidak berhak menyita kendaraan bermotor atau STNK, kecual ikendaraan bermotor itu diduga hasil tindak pidana, pelanggaran itu mengakibatkan kematian.

Pengemudi tidak dapat menunjukkan STNK, pengemudi tidak dapat menunjukkan SIM.  Jadi utamakanlah SIM (surat izin mengemudi) sebagai surat yang ditahan oleh polantas.

Kelima

Kelima, terima atau tolak tuduhan. Setiap pengemudi mempunyai dua alternative terhadap tuduhan pelanggaran yang diajukan polantas, yaitu menerima atau menolak tuduhan tersebut.

Apabila menerima tuduhan, Anda harus bersedia membayar denda ke bank. Anda akan diberi surat tilang berwarna biru.

Tanda tanganilah surat bukti pelanggaran berlalu lintas itu. Di baliknya terdapat bukti penyerahan surat atau kendaraan yang dititipkan.

Surat atau kendaraan yang ditahan dapat diambil jika Anda dapat menunjukkan bukti pembayaran denda. Jika menolak tuduhan, katakan keberatan Anda dengan sopan.

Anda akan diberi surat bukti pelanggaran berlalu lintas berwarna merah sebagai undangan untuk mengikuti sidang. Penentuan hari siding memerlukan waktu 5-12 hari.

Barang sitaan baru dapat di kembalikan kepada pelanggar setelah ada keputusan hakim.

Tujuan Teks Prosedur

Dalam teks prosedur “Apa yang harus Anda lakukan jika terkena tilang?” diatas bertujuan untuk:

Dengan memperhatikan setiap langkah-langkah jika terkena tilang kita bisa mengetahui bagaimana menghadapi petugas agar kita tidak di rugikan dan akan mendapat sanksi sesuai dengan peraturan.

Langkah – Langkah dalam Teks Prosedur

Dalam teks prosedur “Apa yang harus Anda lakukan jika terkena tilang?” ada beberapa langkah-langkah sebagai berikut:

  • Pertama, kenali petugas
  • Kedua, pahami kesalahan
  • Ketiga, pastikan tuduhan pelanggaran
  • Keempat, jangan serahkan kendaraan atau STNK begitu saja
  • Kelima, terima atau tolak tuduhan

Menerapkan Kalimat Perintah dalam Teks Prosedur

Teks prosedur itu ternyata banyak mengandung perintah. Kalimat yang mengandung perintah disebut kalimat imperative.

Menurut fungsinya, kalimat dapat di klasifikasikan menjadi kalimat imperative, kalimat deklaratif, dan kalimat interogatif.

Kalimat Imperative

kalimat imperative berfungsi untuk meminta atau melarang seseorang untuk melakukan sesuatu. Berikut ini adalah contoh-contoh kalimat imperatif yang diambil dari teks prosedur “Apa yang harus Anda lakukan jika terkena tilang?”

  • Kenali si petugas
  • Pahami kesalahan Anda
  • Pastikan tuduhan pelanggaran
  • Jangan serahkan kendaraan atau STNK begitu saja
  • Terima atau tolak tuduhan

Kalimat Deklaratif

Kalimat deklaratif adalah kalimat yang berisi pernyataan. Kalimat seperti itu berfungsi untuk memberikan informasi atau berita tentang sesuatu.

Apabila contoh-contoh kalimat imperatif di atas diubah menjadi kalimat deklaratif, kalimat-kalimat itu dapat di sajikan sebagai berikut.

  • Pengendara yang terkena tilang mengenali petugas yang memberikan tilang.
  • Pengendara memahami kesalahannya.
  • Pengendara memastikan tuduhan pelanggaran.
  • Pengendara tidak menyerahkan kendaraan atau STNK begitu saja kepada petugas.
  • Pengendara menerima atau menolak tuduhan.

Kalimat Interogatif

Kalimat interogatif adalah kalimat yang berisi pertanyaan. Kalmiat interogatif berfungsi untuk meminta informasi tentang sesuatu.  Contoh-cotoh kalmiat interogatif ini diubah dari kalimat-kalimat sebelumnya.

Kalimat interogatif dapat dibagi menjadi kalimat interogatif yang menuntut jawaban ya atau tidak dan kalimat interogatif yang menuntut jawaban berupa informasi.

Contoh kalimat interogatif yang menuntut jawaban ya atau tidak yaitu:

  • Apakah Anda mengenali petugas?
  • Apakah Anda memahami kesalahan Anda?
  • Dapatkah Anda memastikan tuduhan pelanggaran?

Berikut ini contoh kalimat interogatif yang menuntut jawaban informasi:

  • Mengapa Anda menyerahkan kendaraan atau STNK begitu saja kepada petugas?
  • Siapakah yang menerima atau menolak tuduhan?

Syarat dan Pilihan pada Teks Prosedur

Syarat-syarat dan pilihan-pilihan pada teksprosedur di ungkapkan dengan konjungsi yang sama, yaitu jika apabila, atau seandainya. Keadaan ini merupakan faktor lain yang menyebabkan kekompleksitasan prosedur itu.

Biasanya dalam sebuah teks terdapat diawal atau di tengah kalimat, dan dalam sebuah teks menggunakan satu atau lebih konjungsi dan digunakan untuk memberikan peringatan kepada orang lain.

Kaidah Kebahasaan Teks Prosedur Kompleks

Ciri-ciri yang paling menonjol adalah penggunaan:

  1. Partisipan Manusia Secara Umum

Partisipan manusia secara umum, seperti pengendara dan Anda pada kalimat Pengendara kendaraan bermotor perlu mengetahui prosedur penilangan dan berikut ini hal yang harus Anda perhatikan ketika di tilang.

  1. Verba Material

Verba material adalah verba yang mengacu pada tindakan fisik, seperti melakukan dan menilang pada kalimat jika pengendara melakukan pelanggaran, tentu pihak berwajib akan menilangnya.

verba tingkah laku adalah verba yang mengacu pada sikap yang dinyatakan dengan verbal (bukan sikap mental yang tidak tampak), seperti menerima atau menolak pada kalimat setiap pengemudi mempunyai dua alternative terhadap tuduhan pelanggaran yang di ajukan polantas, yaitu menerima atau menolak tuduhan tersebut.

  1. Konjungsi Temporal

Konjungsi temporal adalah konjungsi yang mengacu pada urutan waktu dan sekaligus menjadi sarana kohesi teks, seperti pertama, kedua, ketiga, dan setelah, seperti pada kalimat :…ketiga, pastikan tuduhan pelanggaran.

keempat, jangan serahkan kendaraan atau STNK begitu saja.

Demikian pembahasan dari kami tentang Langkah – Langkah dalam Teks Prosedur Contoh secara lengkap dan jelas, semoga bermanfaat Sobat WebChecKer.Me

Unsur Unsur Drama

GuruKu
4 min read

Cara Menyusun Dialog

GuruKu
3 min read

Contoh Karangan Argumentasi

GuruKu
5 min read