Macam – Macam Derivat Epidermis

7 min read

Fungsi Utama Jaringan Epidermis

Pengertian Epidermis

Epidermis merupakan lapisan terluar pada daun, daun bunga,buah dan biji serta pada batangdan akar sebelum tumbuhan mengalami penebalan sekunder.

Biasanya epidermis hanya terdiri dari selapis sel yang berbentuk pipih dan rapat.selain sel epidermis biasa, terdapat sel epidermis yang telah berkemban menjadi sel rambut, sel penutup pada stomata dan sel lainnya.

Jaringan epidermis adalah jaringan yang menutupi seluruh permukaan tubuh tumbuhan (akar, daun dan batang). Pada Eperdermis daun, dibeberapa tempat mengalami perubahan bentuk menjadi stomata, membentuk lapisan lilin dan lapisan kutikula di atas permukaan selnya.

Pada Eperdermis daun dan batang, juga mengalami perubahan bentuk menjadi rambut-rambut halus (trikoma). Eperdermis pada ujung akar membentuk rambut-rambut akar.

Fungsi jaringan epidermis adalah sebagai pelindung jaringan di dalamnya serta sebagai tempat pertukaran zat. Jaringan epidermis daun terdapat di permukaan atas dan permukaan bawah daun. Jaringan epidermis daun tidak mempunyai kloroplas kecuali pada bagian sel penutup stomata.

Epidermis biasanya terdiri dari satu lapisan sel, tapi pada beberapa tumbuhan sel protoderm pada daun membelah dengan bidang pembelahan sejajar dengan permukaan (periklinal), dan turunanya membelah lagi sehingga terjadi epidermis berlapis banyak (misalnya: velamen pada akar anggrek).

Sebagian besar terdiri dari sel-sel yang tak terspesialisasi.  Bentuk, ukuran, susunan sel epidermis berbeda-beda pada berbagai jenis tumbuhan. Tapi semuanya rapat satu sama lain.

Susunan Epidermis

  • Dinding Sel

Dinding sel epidermis beragam tebalnya, pada tumbuhan yang berbeda dan ditemukan di bagian yang berlainan pada tumbuhan yang sama, pada biji, sisik dan beberapa bagian daun tertentu.

Pada dinding luar kadang-kadang terlihat daerah dengan ruang antarfibril lebar yang juga disebut ektodesmata.

kutin, suatu senyawa bersifat lemak, merebes ke dinding sebelah luar dan membentuk lapisan terpisah yakni kutikula di lapisan luar epidermis.

perkembangannya dipengaruhi oleh keadaan linkungan, kutikula tertutup oleh lapisan lilin  yang merupakan datar, lapisan lilin ini berperan mengurangi penguapan air.

  • Protoplas

Pada epidermis kebanyakan tumbuhan mengandung leukoplas dan tidak memiliki kloroplas, pada beberapa tumbuhan air, serta tumbuhan yang hidup di tempat teduh dapat ditemukan kloroplas.

Ciri – Ciri Epidermis

Ciri – ciri epidermis adalah sebagai berikut:

  1. Tersusun dari sel-sel hidup.
  2. Terdiri atas satu lapis sel tunggal.
  3. Beragam bentuk, ukuran dan susunannya, tetapi biasanya tersusun rapat tidak ada ruang antar sel.
  4. Tidak memiliki klorofil Dinding sel jaringan epidermis bagian luar yang berbatasan dengan udara mengalami penebalan, sedangkan dinding sel jaringan epidermis bagian dalam yang berbatasan dengan jaringan lain dinding selnya tetap tipis.
  5. Tidak dapat ditembus air dari luar, kecuali epidermis akar muda.
  6. Dapat ditembus udara. Dalam hal tertentu epidermis dapat menguapkan air.

Fungsi Utama Jaringan Epidermis

Dalam fungsi utama jaringan epidermis di bagi menjadi 7, dinataranya sebagai berikut ini :

  1. Sebagai pelindung terhadap hilangnya air karena adanya penguapan.
  2. Sebagai pelindung terhadap kerusakan mekanik.
  3. Sebagai pelindung terhadap perubahan temperature.
  4. Sebagai pelindung terhadap hilangnya zat-zat makanan.
  5. Tempat masuknya air dan mineral pada akar muda.
  6. Untuk keluar masuknya O2 dan CO2.
  7. Epidermis daun untuk trasnpirasi.

Macam Macam Jaringan Epidermis Tumbuhan

  1. Epidermis Akar

Epidermis akar merupakan selapis sel berdinding tipis berkutikula dan tersusun rapat pada akar. Sebagian besar sel epidermis membentuk rambut akar dengan pemanjangan ke arah lateral dari dinding luarnya.

Rambut-rambut akar berfungsi untuk memperluas permukaan sel sehingga penyerapan lebih efisien. Epidermis terdiri dari sel-sel yang rapat tanpa ruang antar sel, berdinding tipis, memanjang sejajar sumbu akar, pada penampang melintang berbentuk membulat.

Dinding sel disusun oleh selulosa dan pectin yang menyerap air. Bila epidermis terkelupas, dinding selnya akan mengalami penebalan dengan kutin dan suberin.

Penyerapan terjadi pada bagian ujung akar. Permukaan sel epidermis sebelah luar membentuk tonjolan, yaitu rambut akar atau bulu akar.

Sel-sel yang membentuk bulu akar terletak di belakang daerah pembentangan, meliputi sepanjang daerah satu sampai beberapa centimeter.

Rambut akar sangat berguna dalam proses penyerapan air dan mineral-mineral dari dalam tanah. Air dan mineral akan masuk ke dalam tumbuhan melewati sel epidermis.

Oleh karena itu, susunan sel-sel epidermis akar biasanya tidak serapat pada sel-sel epidermis daun. Selain itu, rambut akar juga dapat membantu tumbuhan menancap/menempel dengan kokoh.

  1. Epidermis Batang

Batang Dikotil

Terdiri atas selapis sel yang tersusun rapat, tidak mempunyai ruang antar sel. Epidermis pada batang dikotil mempunyai kutikula serta dinding sel berkutin, yang terdapat pada bagian paling luar. Padanya terdapat stomata dan berbagai trikomata.

Fungsi epidermis untuk melindungi jaringan di bawahnya. Pada batang yang mengalami pertumbuhan sekunder, lapisan epidermis digantikan oleh lapisan gabus yang dibentuk dari kambium gabus. Lapisan gabus pada tumbuhan berguna untuk memperbesar daya perlindungan batang dan mengurangi penguapan air.

Batang Monokotil

Pada batang Monokotil, epidermis terdiri dari satu lapis sel, batas antara korteks dan stele umumnya tidak jelas. Pada stele monokotil terdapat ikatan pembuluh yang menyebar dan bertipe kolateral tertutup yang artinya di antara xilem dan floem tidak ditemukan kambium.

Tidak adanya kambium pada Monokotil menyebabkan batang Monokotil tidak dapat tumbuh membesar, dengan perkataan lain tidak terjadi pertumbuhan menebal sekunder.

Meskipun demikian, ada Monokotil yang dapat mengadakan pertumbuhan menebal sekunder, misalnya pada pohon Hanjuang (Cordyline sp) dan pohon Nenas seberang (Agave sp).

Epidermis pada batang umumnya juga terdapat stomata dan trikomata.

  1. Epidermis Daun

Epidermis merupakan lapisan terluar dari daun, ada epidermis atas dan epidermis bawah. Pada permukaan daun bagian bawah biasa ditemukan bentuk modifikasi dari sel – sel epidermis, yaitu berupa sel penutup pada stomata.

Stomata/mulut daun merupakan lubang kecil atau pori yang diapit oleh dua sel penjaga. Dengan cara mengubah bentuknya, sel penutup dapat mengatur pelebaran (stomata terbuka) dan penyempitan celah (stomata menutup). Ketika stomata terbuka terjadi pertukaran gas, karbondioksida berdifusi masuk dan oksigen berdifusi keluar.

Epidermis pada daun umumnya terdiri dari selapis sel, tetapi pada tumbuhan lain ada yang beberapa lapis sel seperti pada tumbuhan Ficus dan Piper sebagai hasil pembelahan periklinal (pembelahan sejajar dengan permukaan) protoderm.

Dinding selnya mengalami penebalan tidak merata, dinding sel yang menghadap keluar umumnya lebih tebal, terdiri dari lignin tapi umumnya dari kutin.

Penebalan dari kutin ini membentuk suatu lapisan kutikula yang tebal tipisnya tergantung pada habitat, tumbuhan xerofit umumnya tebal. Pada beberapa jenis tumbuhan, selain kutin masih terdapat lapisan lilin di atasnya.

Lapisan lilin kutikula epidermis dapat mencegah atau meminimalisasi hilangnya air dari tumbuhan. Sel – sel epidermis tidak mengandung kloroplas kecuali pada sel penutup, tetapi pada tumbuhan tenggelam dalam air epidermisnya mengandung kloroplas.

Derivat Epidermis

Derivat epidermis adalah suatu suatu bangunan atau alat tambahan pada epidermis yang berasal dari epidermis, tapi memiliki struktur dan fungsi yang berlainan dengan epidermis itu sendiri.

Macam – Macam Derivat Epidermis

  1. Stomata

Stomata adalah suatu celah pada epidermis yang dibatasi oleh dua sel penutup yang berisi kloroplas dan mempunyai bentuk serta fungsi yang berlainan dengan epidermis.

Fungsi Stomata :

  • Sebagai jalan masuknya CO2 dari udara pada proses fotosintesis.
  • Sebagai jalan penguapan (transpirasi).
  • Sebagai jalan pernafasan (respirasi).

Sel yang mengelilingi stomata atau biasa disebut dengan sel tetangga berperan dalam perubahan osmotik yang menyebabkan gerakan sel penutup yang mengatur lebar celah.

Sel penutup letaknya dapat sama tinggi, lebih tinggi atau lebih rendah dari sel epidermis lainnya.

Bila sama tinggi dengan permukaan epidermis lainnya disebut faneropor, sedangkan jika menonjol atau tenggelam di bawah permukaan disebut kriptopor.

Setiap sel penutup mengandung inti yang jelas dan kloroplas yang secara berkala menghasilkan pati. Dinding sel penutup dan sel penjaga sebagian berlapis lignin. Berdasarkan hubungan ontogenetik antara sel penjaga dan sel tetangga, stomata dapat dibagi menjadi tiga tipe, yaitu:

  • Stomata mesogen, yaitu sel tetangga dan sel penjaga yang asalnya sama.
  • Stomata perigen, yaitu sel tetangga berkembang dari sel protoderm yang berdekatan dengan sel induk stomata.
  • Stomata mesoperigen, yaitu sel-sel yang mengelilingi stomata asalnya berbeda, yang satu atau beberapa sel tetangga dan sel penjaga asalnya sama, sedangkan yang lainnya tidak demikian.

Pada tumbuhan dikotil, berdasarkan susunan sel epidermis yang ada disamping sel penutup dibedakan menjadi empat tipe stomata, yaitu:

  • Anomositik, sel penutup dikelilingi oleh sejumlah sel yang tidak beda ukuran dan bentuknya dari sel epidermis Umum pada Ranuculaceae, Cucurbitaceae, Mavaceae.
  • Anisositik, sel penutup diiringi 3 buah sel tetangga yang tidak sama besar. Misalnya pada Cruciferae, Nicotiana, Solanum.
  • Parasitik, setiap sel penutup diiringi sebuah sel tetangga/lebih dengan sumbu panjang sel tetangga itu sejajar sumbu sel penutup serta celah. Pada Rubiaceae, Magnoliaceae, Convolvulaceae, Mimosaceae.
  • Diasitik, setiap stoma dikelilingi oleh 2 sel tetangga yang tegak lurus terhadap sumbu panjang sel penutup dan celah. Pada Caryophylaceae, Acanthaceae.
  1. Trikoma

Trikoma berasal dari sel-sel epidermis, terdiri atas sel tunggal atau banyak sel. Struktur yang menyerupai trikoma tetapi lebih besar dan terbentuk dari jaringan epidermis atau dibawah epidermis disebut emergensia, sedangkan apabila terbentuk dari jaringan stele disebut spina.

Trikoma mempunyai peranan yang sangat penting dalam taksonomi tumbuhan karena kadang familia tertentu dapat dikenal dari macam trikomanya.

Fungsi trikoma bagi tumbuhan meliputi

  • Mengurangi penguapan (apabila terdapat pada epidermis daun)
  • Meneruskan rangsang.
  • Mengurangi gangguan hewan.
  • Membantu penyebaran biji.
  • Membantu penyerbukan bunga.
  • Menyerap air dan garam-garam mineral dari dalam tanah.

Berdasarkan ada tidaknya fungsi sekresi, trikoma dapat dibedakan :

Trikoma yang tidak menghasilkan sekret (trikoma non-granduler)

  • Rambut bersel satu atau bersel banyak dan tidak pipih, contohnya pada Lauraceae, Moraceae.
  • Rambut sisik yang memipih dan bersel banyak, contohnya pada daun durian (Durio zibetinus).
  • Rambut bercabang dan bersel banyak, contohnya pada daun waru (Hibiscus tiliaceus).
  • Rambut akar yang merupakan pemanjangan sel epidermis dalam bidang yang tegak lurus permukaan akar.

Trikoma yang menghasilkan sekret (trikoma glanduler)

Trikoam glanduler dapat bersel satu, bersel banyak, atau berupa sisik. Trikoma pada daun tembakau (Nicotiana tabacum) merupakan trikoma glanduler yang sederhana, memiliki tangkai dengan kepala bersel satu atau bersel banyak.

Pada tumbuhan sering dijumpai berbagai macam trikoma glanduler, yaitu:

  1. Trikoma hidatoda, terdiri dari sel tangkai dan beberapa sel kepala dan mengeluarkan larutan yang berisi asam organic.
  2. Kelenjar garam, terdiri dari sebuah sel kelenjar besar dengan tangkai yang pendek.
  3. Kelenjar madu, berupa rambut bersel satu atau lebih dengan plasma yang kental dan mampu mengeluarkan madu kepermukaan sel.

Fungsi trikoma pada masing-masing organ:

  • Pada daun yaitu untuk mengurangi penguapan, mengurangi gangguan hewan dan manusia, meneruskan rangsang.
  • Pada bunga (nektaria) yaitu mengeluarkan madu untuk menarik serangga membantu penyerbukan.
  • Pada biji untuk mencegah gangguan serangga yang akan merusak biji, menyerap air sehingga biji menjadi lekas berkecambah dan tumbuh.
  • Pada batang untuk mengurangi penguapan dan untuk memanjat (kaktus, rotan).
  1. Litokis

Litokis terdapat pada epidermis Ficus dengan penebalan sentripetal yang tersusun oleh tangkai selulosa dengan deposisi/endapan Ca-carbonat yang membentuk bangunan seperti sarang lebah dan disebut sistolit

  1. Sel Silika dan Sel Gabus

Terdapat diantara sel-sel epidermis. Yang memanjang yang disebut sel panjang terdapat juga yang dinamakan sel pendek. Sel pendek ini terdiri atas 2 tipe sel, yaitu: sel silika dan sel gabus. Kedua macam sel ini sering dibentuk dalam pasangan di sepanjang daun.

Sel silika : mengandung badan-badan silika (SiO2) yang berbentuk bulatan, elips, halter/pelana. Pada sel gabus dinding selnya disisipi suberin (gabus) dan sering mengandung bahan organik yang padat. Distribusinya menyebabkan pengerasan pada kulit batang. Bentuknya segitiga, segiempat, tidak teratur, angka 8, membulat, dll.

Fungsi sel gabus dan sel silika : memperkuat batang, kulit batang menjadi keras dan untuk melindungi jaringan lain agar tidak kehilangan banyak air, mengingat sel-sel gabus yang bersifat kedap air.

Sel silika dan sel gabus sering kali secara berturut-turut dibentuk dalam pasangan di sepanjang daun. Sel-sel silika yang berkembang sepenuhnya mengandung badan-badan silika yang berupa massa silika yang isotropik dan di tengah-temgahnya biasanya berupa granula-granula renik.

  1. Sel Kipas

Sel-sel ini berukuran lebih besar dibandingkan dengan sel epidermis, berbentuk seperti kipas, berdinding tipis dan mempunyai vakuola yang besar.

Dindingnya terdiri dari bahan-bahan selulosa dan pektin, dinding paling luar mengandung kutin dan diselubungi kutikula. Plasma sel berupa selaput yang melekat pada dinding sel dan berfungsi menyimpan air.

Jika udara panas, air dalam sel kipas akan menguap, sel kipas akan mengerut sehingga luas permukaan atas daun akan lebih kecil dari luas permukaan bawah.

Oleh karenanya daun akan menggulung dan akan mengurangi penguapan lebih lanjut.

Sel kipas dapat dijumpai pada epidermis atas daun tumbuhan suku Gramineae dan Cyperaceae, tersusun dari beberapa sel berdinding tipis dengan ukuran yang lebih besar dibanding se-sel epidermis di sekitarnya.

Sel kipas berfungsi mengurangi penguapan sebagai akibat menggulungnya daun.

  1. Lenti Sel

Pada beberapa tumbuhan di permukaan batangnya ada bintik-bintik yang disebut lenti sel. Terjadinya lenti sel adalah apabila pada permukaan batang dulu dijumpai stoma, setelah stoma tidak berfungsi lagi maka stoma akan berubah fungsi menjadi lenti sel (pori gabus).

Karena lubang stoma diisi oleh sel koripeloid, yaitu sel-sel yang dindingnya mengandung zat gabus. Sel gabus tersebut berasal dari kambium gabus yang tidak membentuk felem ke arah luar tetapi membentuk koripeloid.

Semakin lama semakin banyak sehingga dan dapat tersembur keluar, sehingga dari luar tampak sebagai bintik-bintik.

  1. Velamen

Velamen merupakan beberapa jenis sel mati yang terdapat disebelah dalam epidermis akar gantung atau akar udara pada tanaman Anggrek. Velamen berfungsi untuk menyimpan air atau menyimpan udara.

Epidermis beserta velamen ada yang menyatakan sebagai epidermis ganda atau multiple epidermis. Pada akar tumbuhan epifit, tumbuhan yang menempel pada benda lain / tumbuhan lain, jaringan epidermis akarnya berfungsi untuk menangkap dan menimbun air yang diperolehnya.

Modifikasi jaringan epidermis ini disebut velamen. Velamen ditemukan umumnya pada tumbuhan keluarga anggrek. Fungsinya: mengikat oksigen dan menangkap air yang diperolehnya

Demikian pembahasan dari kami tentang Fungsi Utama Jaringan Epidermis secara lengkap dan jelas, semoga beramanfaat jangan lupa di share sobat WebChecKer.Me