Ciri Diferensiasi Sosial

7 min read

Diferensiasi Sosial

Pengertian Diferensiasi Sosial

Kalau kita memperhatikan masyarakat di sekitar kita, ada banyak sekali perbedaan-perbedaan yang kita jumpai. Perbedaan-perbedaan itu antara lain dalam agama, ras, etnis, clan (klen), pekerjaan, budaya, maupun jenis kelamin.

Perbedaan-perbedaan itu tidak dapat diklasifikasikan secara bertingkat/vertical seperti halnya pada tingkatan dalam lapisan ekonomi, yaitu lapisan tinggi, lapisan menengah dan lapisan rendah.

Perbedaan itu hanya secara horisontal, Perbedaan seperti ini dalam sosiologi dikenal dengan istilah Diferensiasi Sosial.

Diferensiasi adalah klasifikasi terhadap perbedaan-perbedaan yang biasanya sama. Pengertian sama disini menunjukkan pada penggolongan atau klasifikasi masyarakat secara horisontal, mendatar, atau sejajar.

Asumsinya adalah tidak ada golongan dari pembagian tersebut yang lebih tinggi daripada golongan lainnya.

Pengelompokan horisontal yang didasarkan pada perbedaan ras, etnis (suku bangsa), klen dan agama disebut kemajemukan sosial sedangkan pengelompokan berasarkan perbedaan profesi dan jenis kelamin disebut heterogenitas sosial.

Diferensiasi sosial adalah pengelompokan masyarakat secara horizontal berdasarkan pada ciri-ciri tertentu.

Ciri – Ciri Diferensiasi Sosial

  1. Ciri Fisik

Diferensiasi ini terjadi karena perbedaan cirri-ciri tertentu, misalnya warna kulit, bentuk mata, rambut, hidung, dan sebagainya.

  1. Ciri Sosial

Diferensiasi sosial ini muncul karena perbedaan pekerjaan yang menimbulkan cara pandang dan pola perilaku dalam masyarakat berbeda. Termasuk di dalam kategori ini adalah perbadaan peranan, prestise, dan kekuasaan.

  1. Ciri Budaya

Diferensiasi budaya berhubungan erat dengan pandangan hidup suatu masyarakat menyangkut nilai-nilai yang dianutnya, seperti religi atau kepercayaan, sistem kekeluargaan, keuletan dan ketangguhan.

Hasil dari nila-nilai yang dianut suatu masyarakat dapat kita lihat dari bahasa, kesenian, arsitektur, pakaian adat dan sebagainya.

Bentuk – Bentuk Diferensiasi Sosial

Diferensiasi berdasarkan kondisi biologis, meliputi :

Diferensiasi Jenis Kelamin

Jenis kelamin merupakan kategori sosial yang diperoleh manusia sejak lahir. Diferensiasi sosial tidak menunjuk adanya tingkatan, misalnya laki-laki lebih tinggi haknya dibandingkan perempuan, melainkan sekedar menampilkan adanya perbedaan.

Dalam kehidupan sosial kenyataan adanya perbedaan antara laki-laki dan perempuan akhirnya mengarah pada pembedaan fungsi dan hak serta kewajiban.

Para ahli sosiologi berkeyakinan bahwa secara biologis pria tidak lebih tinggi daripada wanita dalam merebut kesempatan yang berhubungan dengan ekonomi, hak istimewa dan prestasi.

Diferensiasi Umur

Berdasarkan faktor usia, orang dapat dikelompokkan menjadi :

  • Masa bayi (usia 0-2 tahun)
  • Masa kanak-kanak (usia 2-6 tahun)
  • Masa anak-anak (usia 6-12 tahun)
  • Masa remaja (usia 12-18 tahun)
  • Masa pemuda atau pemudi (usia 18-25 tahun)
  • Masa dewasa (usia 25-60 tahun)
  • Masa tua (usia 60- 70 tahun)
  • Masa jompo / usia lanjut (usia > 70 tahun)

Usia tersebut diatas mempengaruhi gaya hidup dan tenaga serta pola berpikir dan semangat hidup gyang diikuti serta pemberian hak dan kewajiban masing-masing berbeda.

Diferensiasi Ras

Menurut Prof.Koentjaraningrat, ras adalah suatu golongan manusia yang menunjukkan berbagai ciri tubuh yang tertentu dengan frekuensi yang besar.

Sedangkan menurut pandangan Dunn dan Dobshansky dalam bukunya yang berjudul Heredity Race and Society menyatakan ras adalah populasi yang dapat dibedakan berdasarkan persamaan gen atau kategori individu yang secara turun temurun memilki ciri-ciri fisik dan biologis tertentu.

Dalam menggolongkan aneka ras manusia di dunia, para ahli menggolongkannya berdasarkan ciri – ciri morfologi (ciri fenotipe), yang terdiri dari dua golongan, yaitu ciri kualitatif, seperti warna kulit, bentuk rambut, warna rambut, bentuk mata, bentuk hidung, bentuk dagu, dan bentuk bibir.

Sedangkan ciri kuantitatif, antara lain berat badan, ukuran badan, index cephalicus, tinggi badan, dan ukuran bentuk kepala.

Menurut A.L. Kroeber, ras di dunia di klasifikasikan menjadi lima, yaitu:

Austroloid, mencakup penduduk asli Australia (Aborigin).

Mongoloid, yaitu penduduk asli wilayah Asia dan Amerika, meliputi:

  • Asiatic Mongoloid (Asia Utara, Asia Tengah dan Asia Timur).
  • Malayan Mongoloid (Asia Tenggara, Indonesia, Malaysia, Filipina dan Penduduk Asli Taiwan).
  • American Mongoloid (penduduk asli Amerika).

Kaukasoid, yaitu penduduk asli wilayah Eropa, sebagian Afrika, dan Asia, antara lain:

  • Nordic (Eropa Utara, sekitar Laut Baltik).
  • Alpine (Eropa Tengah dan Eropa Timur).
  • Mediterania (sekitar Laut Tengah, Afrika Utara, Armenia, Arab, Iran).
  • Indic (Pakistan, India, Bangladesh, dan Sri Langka).

Negroid, yaitu penduduk asli wilayah Afrika dan sebagian Asia, antara lain:

  • African Negroid (Benua Afrika).
  • Negrito (Afrika Tengah, Semenanjung Malaya yang dikenal dengan nama Semang, Filipina).
  • Malanesian (Irian, Melanesia).

Ras – Ras Khusus, adalah ras yang tidak dapat diklasifikasikan kedalam empat ras pokok.

  • Bushman (gurun Kalahari, Afrika Selatan).
  • Veddoid (pedalaman Sri Langka, Sulawesi Selatan).
  • Polynesian (kepulauan Micronesia, dan Polinesia).
  • Ainu (di pulau Hokkaido dan Karafuto Jepang).

Keanekaragaman ras di Indonesia, yaitu:

  • Mongoloid Melayu Muda (Deotero Malayan Mongoloid) di Indonesia bagian barat.
  • Mongoloid Melayu Tua (Proto Malayan Mongoloid) di Toraja, Batak, dan Mentawai.
  • Austroloid, yaitu orang- orang di Indonesia Timur seperti Nusa Tenggara dan Timor Timur.
  • Melanesia Negroid di Irian Jaya.
  • Asiatic Mongoloid, yaitu orang- orang Cina.
  1. Diferensiasi berdasarkan kondisi sosio-kultural.

Yang termasuk dalam jenis deferensiasi Kondisi Sosio kultural sebagai berikut ini :

Diferensiasi Agama

Seorang ahli sosiologi yang bernama Emile Durkheim mendefinisikan agama sebagai suatu sistem tepadu mengenai kepercayaan dan praktek – praktek yang berhubungan dengan hal-hal yang suci dan menyatukan semua pengikutnya ke dalam suatu komunitas moral yang disebut umat.

Keberadaan agama dalam masyarakat merupakan perkembangan kultur budaya masyarakat setempat. Perkembangan budaya manusia dari primitif masuk ke alam tradisonal hingga mencapai zaman modern seperti saat ini.

Agama sebagai aspek budaya yang muncul dari kehidupan bersama suatu masyarakat akhirnya menjadi pedoman semua aspek kehidupan.

Masyarakat yang beragama sangat menjunjung tinggi nilai – nilai keagamaan yang mengatur bagaimana manusia berhubungan dengan Tuhan dan dengan sesamanya.

Pemeluk agama di Indonesia dibedakan menjadi enam jenis agama yang diakui pemerintah yaitu agama Islam, Kristen protestan, Katolik, Hindu, Budha,dan Kongfucu.

Diferensiasi Suku Bangsa

Menurut Prof. Koentjaraningrat, suku bangsa atau ethnic group merupakan suatu golongan manusia yang terikat oleh kesadaran dan identitas akan kesatuan kebudayaan, sedangkan kesadaran dan identitas seringkali dikuatkan oleh kesatuan bahasa.

Negara kesatuan RI merupakan Negara kepulauan, yang didiami berbagai suku bangsa dengan kebudayanya masing-masing, diantaranya :

  • Di Pulau Jawa: Suku Badui, Sunda, Betawi, Jawa, Tengger.
  • Di Pulau Sumatra: Suku Aceh, Batak, Mentawai, Minangkabau, Melayu, Kubu.
  • Di Pulau Kalimantan: Suku Dayak, Banjar.
  • Di Pulau Sulawesi: Suku Bugis, Toraja, Enggano.
  • Di Bali: Suku Bali, Bali Oga.
  • Di Irian: Suku Asmat, Dani.

Diantara suku-suku bangsa di Indonesia yang sangat banyak jumlahnya itu memiliki dasar kesamaan, yaitu :

  1. Kehidupan sosialnya yang berdasarkan atas asas kekeluargaan.
  2. Sistem hak milik atas tanah.
  3. Hukum adat.
  4. Kekerabatan, adat perkawinan, serta persekutuan masyarakat.

Diferensiasi Clan

Clan adalah satuan sosial yang para anggota-anggotanya mempunyai kesamaan darah atau ketrunan, terutama pada masyarakat yang menganut satu garis keturunan (unilateral) baik yang melalui garis ayah (patrilinial) atau garis ibu (matrilineal). Koentjaraningrat, membedakan clan menjadi dua macam, yaitu clan kecil dan clan besar.

Clan kecil adalah suatu kelompok kekerabatan yang terdiri atas segabungan keluaraga luas yang merasakan diri berasal dari satu nenek moyang, dan antara satu dengan yang lain terikat melalui garis keturunan yang sama, laki-laki atau wanita.

Dengan demikain ada dua klan kecil yaitu klan kecil patrilineal dan klan kecil matrilineal. Warga dari sebuah klan kecil berkisar antara 50-70 orang atau lebih.

Dalam masyarakat nagari atau desa di Minangkabau hingga kini masih ada kelompok kerabat yang disebut paruik yang merupakan gabungan dari beberapa keluarga luas atau kaum, yng terikat oleh prinsip-prinsip matrilineal.

Sedangkan klan besar adalah suatu kelompok kekerabatan yang terdiri dari satu nenek moyang yang diperhitungkan melalui garis keturunan yang sejenis, matrilineal atau patrilineal. Contoh maraga yang ada dibatak.

Diferensiasi Profesi

Sedangkan pebedaan profesi dapat dilihat adanya macam-macam profesi yang ada dalam masyarakat, antara lain profesi sebagai guru, karyawan, dokter dan lain-lain yang kesemuanya diakui keberadaanya.

Profesi merupakan bidang pekerjaan yang dimiliki seseorang sesuai keahlianya. Profesi erat hubunganya dengan kehidupan sosial terutama menyangkut mata pencaharian seseorang.

Keberadanya diakui dan dilindungi demi tercapainya dalam masyarakat. Profesi seseorang yang menduduki jabatan tinggi akan mudah memperoleh pemenuhan kebutuhan hidupnya dalam hal makanan, kesehatan, pendidikan dan sebagainya.

Perbedaan antara profesi terhormat dengan profesi biasa selalu muncul dalam masyarakat. Pekerjaan yang diaanggap terhormat adalah pekerjaan yang mempunyai manfaat sosial.

Jenis- jenis Diferensiasi Sosial

  1. Diferensiasi Tingkatan

Diferensiasi tingkatan, muncul karena ketimpangan distribusi barang, sesuatu yang dibutuhkan yang terbatas kesediaanya

  1. Diferensiasi Fungsional

Diferensiasi fungsional, yang muncul karena orang melaksanakan pembagian kerja atas suatu pekerjaan berlainan.

  1. Diferensiasi Adat

Diferensiasi adat, muncul karena aturan berperilaku yang tepat berbeda menurut situasi tertentu.

Tahap Dalam Strategi Differensiasi

Menurut Kartajaya (2004: 156) dalam membangun differentation secara kokoh dan sustainable, maka harus melakukan beberapa tahap untuk membangunnya, diantaranya:

  • Segmentation, Targeting & Positioning

Langkah pertama untuk membangun diferensiasi adalah melakukan segmentation,targeting yang kemudian diikuti dengan perumusan positioning produk, merek dan perusahaan.

Segmentasi merupakan proses pemetaan pasar dan konsumensecara kreatif, setelah konsumen dibagi-bagi menjadi berbagai kelompok maka yang dijadikan pasar sasaran.

Dengan mengetahui pasar sasaran yang ingin dituju, maka dapat diketahui lebih jelas segala hal yang ada di dalam benak konsumen.

Sehingga perusahaan dapat menentukan positioning di dalam benak konsumen tersebut akan membedakan dengan pesaing.

  • Analisa Diferensiasi

Dari positioning tersebut, proses pengorganisasian dengan baik pada sumber-sumber diferensiasi yang memungkinkan, baik yang telah ada saat ini maupun yang memiliki potensi untuk menjadi dasar diferensiasi di masa yang akan datang.

Proses tersebut dilakukan dengan melihat sejauh mana sumber daya perusahaan memiliki kelebihan dan kekurangan dari sumber diferensiasi melalui konten, konteks, dan infrastruktur untuk menjadikan diferensiasi yang unggul dibandingkan pesaing.

  • Uji Sustainable Diferensiasi

Uji diferensiasi apakah sustainable atau tidak dengan melakukan analisiskemungkinan dasar diferensiasi yang dapat dihasilkan oleh perusahaan baik itu dari segi konten, konteks dan infrastruktur.

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menilai sejauh mana sustainable diferensiasi, yaitu: Tidak mudah ditiru dan memiliki keunikan.

Apabila produk dan merek perusahaan memiliki keunikan maka akan bertahan karena tidak mudah untuk disamakan dengan pesaing.

  • Komunikasi

Yaitu mengomunikasikan diferensiasi yang ditawarkan untuk membangun persepsi yang lebih baik, setiap aspek dari program komunikasi perusahaan harus menunjukan diferensiasi yang ditawarkan.

Manfaat Strategi Diferensiasi

Manfaat strategi diferensiasi produk dalam meraih keunggulan kompetitif antara lain:

  1. Produk Lebih Mudah diingat Para Konsumen

Diferensiasi akan membuat produk atau jasa kita lebih melekat di benak konsumen. Sebagai informasi, perbedaan yang ada pada produk maupun jasa kita, akan membuat konsumen lebih mudah untuk mengingat produk atau jasa yang kita pasarkan karena adanya point of interest yang kita miliki, yaitu keunikan yang tidak dimiliki oleh produk atau jasa yang lain.

Bagi para marketing, keuntungan yang akan diperoleh adalah mereka menjadi lebih percaya diri dalam memasarkan produknya.

Dikatakan lebih percaya diri karena dengan adanya keunikan tersebut, para marketing akan dapat menjelaskan produk atau jasa mereka dengan lebih mudah dan hal tersebut juga akan lebih menarik bagi konsumen.

Pada dasarnya, segala sesuatu yang unik dan tidak dimiliki oleh produk maupun jasa lain akan merupakan suatu hal yang selalu memancing rasa ingin tahu konsumen.

Berbekal rasa ingin tahu tersebut, konsumen akan tertarik untuk mengetahui produk atau jasa tersebut dengan lebih dalam dan biasanya, pada akhirnya konsumen akan tertarik untuk mencoba mengkonsumsi produk atau jasa tersebut.

  1. Produk Lebih Unggul dibandingkan dengan Produk Lainnya

Dengan adanya keunikan yang kita miliki, maka produk kita akan terlihat lebih baik dibandingkan produk lain, karena keunikan tersebut adalah nilai tambah dari produk atau jasa yang kita pasarkan.

Suatu produk atau jasa yang memiliki bentuk dan keunggulan yang relatif sama dengan produk atau jasa lain biasanya akan terlihat biasa saja di mata konsumen, karena pada prinsipnya, konsumen sering merasa jenuh dengan penawaran produk atau jasa yang keunggulannya relatif sama dengan yang lain.

Dengan adanya keunikan atau perbedaan yang menarik dari produk atau jasa kita, maka hal tersebut akan membuat konsumen memiliki persepsi bahwa produk atau jasa yang kita hasilkan lebih baik dibandingkan dengan yang lain.

Dengan persepsi tersebut, maka pada konsumen juga akan lebih tertarik untuk mencoba menggunakan produk atau jasa yang dihasilkan oleh perusahaan kita dibandingkan produk atau jasa yang lain.

  1. Harga Jual Produk Lebih Tinggi

Keunikan produk atau jasa yang dimiliki bisa merupakan asset yang berharga bagi kita. Dengan keunikan produk atau jasa tersebut, kita dapat menjual produk atau jasa kita dengan harga yang lebih tinggi.

Dikatakan bahwa kita dapat menjual produk kita dengan harga yang lebih tinggi karena dengan keunikan yang kita miliki, kita dapat dengan percaya diri mengatakan kepada konsumen bahwa hal yang dimiliki oleh kita tidak dimiliki oleh produk atau jasa yang lain.

Jadi, dengan kata lain, kita bisa mempromosikan bahwa harga yang kita pasarkan merupakan suatu hal yang wajar karena konsumen bisa menikmati keunikan yang tidak dimiliki oleh produk atau jasa yang lain.

  1. Mengatasi Masalah Kejenuhan Pasar

Mengingat penjualan sebuah produk sering mengalami pasang surut sesuai dengan daur hidupnya yang terus berputar, maka adanya diferensiasi produk dapat membantu para pengusaha maupun pelaku pasar ketika konsumen sudah mulai jenuh dengan produk yang biasa ditawarkannya.

  1. Membantu Terciptanya Image Produk

Semakin unik produk yang Anda tawarkan, maka akan semakin memudahkan konsumen dalam mengenali produk tersebut.

Dan semakin banyak konsumen yang mengenali produk Anda, maka semakin besar pula peluang Anda untuk menanamkan image produk yang Anda tawarkan di hati para konsumen.

Sehingga Anda dapat menentukan positioning yang tepat, sesuai dengan target pasar yang Anda bidik.

Demikian pembahasan dari kami tentang Jenis dan Manfaat Diferensiasi Sosial secara lengkap dan jelas, semoga bermanfaat jangan lupa dishare sobat WebChecKer.Me semoga bermanfaat jangan lupa di share