Pengertian Karya Ilmiah

15 min read

Karya Ilmiah

Pengertian Karya Ilmiah

Karya ilmiah adalah hasil pemikiran ilmiah seorang ilmuan (yang berupa hasil pengembangan) yang ingin mengembangkan ilmu pengertahuan, teknologi, dan seni yang diperoleh melalui kepustakaan, kumpulan pengalaman, penelitian, dan pengetahuan orang lain sebelumnya (Dwiloka,2005:2).

Menurut Eko Susilo, M., Karya Tulis yang diperoleh sesuai dengan sifat ilmiah dan didasarkan pada observasi, evaluasi, penelitian dalam bidang tertentu, disusun menurut metode tertentu dengan sistematika penulisan bahasa bersantun dan isinya dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya / keilmiahannya.

Sedangkan menurut Pateda (1993:1) karya ilmiah adalah hasil pemikiranilmiah pada suatu disiplin ilmu tertentu yang disusun secara sitematis, ilmiah, logis, benar, bertanggungjawab, dan menggunakan bahasa yang baik, dan benar (Yaqub, Rohmadi, Agus,2009:53).

Secara umum, suatu karya  ilmiah dapat diartikan sebagai suatu hasil karya yang dipandang memiliki kadar ilmiah tertentu serta dapat dipertanggung jawabkan dalam bentuk karangan atau tulisan ilmiah, dapat pula disampaikan secara lisan dalam bentuk pidato atau orasi ilmiah, dan dapat melalui suatu bentuk demonstrasi.

Tujuan penulisan karya ilmiah adalah menyampaikan seperangkat keterangan, informasi, dan pikiran secara tegas, ringkas, dan jelas (ABC = accurate, brief, clear).

Karya tulis ilmiah dikemukakan berdasarkan pemikiran, kesimpulan, serta pendapat/pendirian penulis yang dirumuskan setelah mengumpulkan dan mengolah berbagai informasi sebanyak-banyaknya dari berbagai sumber, baik teoretik maupun empirik.

Karya ilmiah senantiasa bertolak dari kebenaran ilmiah dalam bidang ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan permasalahan yang disajikan. Titik tolak ini merupakan sumber kerangka berpikir (paradigma, meminjam istilah Thomas Kuhn), dalam mengumpulkan informasi-informasi secara empirik, dan baik serta benar.

Karya ilmiah tertulis (karangan ilmiah) dapat berbentuk artikel lmiah populer (esai, opini), usulan penelitian, dan laporan penelitian.

Dalam bentuk khusus yang bersifat akademik, karangan ilmiah dapat berupa makalah, skripsi, tesis, dan disertasi, yang masing-masing digunakan sebagai salah satu persyaratan untuk mencapai gelar sarjana (S1), magister (S2), dan doktor (S3).

Isi suatu karya ilmiah dapat berupa keterangan atau informasi yang bersifat faktual (mengemukakan fakta), hipotesis (dugaan-dugaan), konklusif (mengemukakan kesimpulan), dan implementatif (mengemukakan rekomendasi atau saran-saran serta solusi).

Suatu karya ilmiah yang lebih komprehensif akan mengandung semua jenis keterangan atau informasi tersebut.

Tujuan Karya Ilmiah

  1. Sebagai wahana melatih mengungkapkan pemikiran atau hasil penelitiannya dalam bentuk tulisan ilmiah yang sistematis dan metodologis.
  2. Menumbuhkan etos ilmiah di kalangan mahasiswa, sehingga tidak hanya menjadi konsumen ilmu pengetahuan, tetapi juga mampu menjadi penghasil (produsen) pemikiran dan karya tulis dalam bidang ilmu pengetahuan, terutama setelah penyelesaian studinya.
  3. Karya ilmiah yang telah ditulis itu diharapkan menjadi wahana transformasi pengetahuan antara sekolah dengan masyarakat, atau orang-orang yang berminat membacanya.
  4. Membuktikan potensi dan wawasan ilmiah yang dimiliki mahasiswa dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah dalam bentuk karya ilmiah setelah yang bersangkutan memperoleh pengetahuan dan pendidikan dari jurusannya.
  5. Melatih keterampilan dasar untuk melakukan penelitian.

Manfaat Karya Ilmiah

Manfaat penyusunan karya ilmiah bagi penulis adalah berikut:

  1. Melatih untuk mengembangkan keterampilan membaca yang efektif;
  2. Melatih untuk menggabungkan hasil bacaan dari berbagai sumber;
  3. Mengenalkan dengan kegiatan kepustakaan;
  4. Meningkatkan pengorganisasian fakta/data secara jelas dan sistematis;
  5. Memperoleh kepuasan intelektual;
  6. Memperluas cakrawala ilmu pengetahuan;
  7. Sebagai bahan acuan/penelitian pendahuluan untuk penelitian selanjutnya.

Fungsi Karya Ilmiah

Karya ilmiah berfungsi sebagai sarana untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. Hakikat karya ilmiah adalah mengemukakan kebenaran melalui metodenya yang sistematis, metodologis, dan konsisten.

Menurut Dwiloka dan Riana (2005: 2-3), jika dihubungkan dengan hakekat ilmu, karya ilmiah mempunyai fungsi sebagai berikut:

  1. Penjelasan (Explanation)

Karya ilmiah dapat menjelaskan suatu hal yang sebelumnya tidak diketahui, dan tidak pasti, menjadi sebaliknya.

  1. Ramalan (Prediction)

Karya ilmiah dapat membantu mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi pada masa mendatang.

  1. Kontrol (Control)

Karya ilmiah dapat berfungsi untuk mengontrol, mengawasi dan atau mengoreksi benar tidaknya suatu pernyataan.

Karakteristik Karya Ilmiah

Karya ilmiah berbeda dengan karangan bebas. Ada beberapa karakteristik karya ilmiah.

  1. Mengacu kepada Teori

Karya ilmiah wajib memiliki teori yang dijadikan sebagai landasan berpikir/kerangka berpikir/ acuan dalam pembahasan masalah.

  1. Berdasarkan Fakta

Setiap informasi dalam kerangka ilmiah selalu apa adanya, sebenarnya dan konkret.

  1. Logis

Setiap keterangan dalam kerangka ilmiah selalu dapat ditelusuri, diselidiki dan diusut alasan-alasannya, rasional dan dapat diterima akal.

  1. Objektif

Dalam karya ilmiah semua keterangan yang diungkapkan tidak pernah subjektif, senantiasa factual dan apa adanya, serta tidak diintervensi oleh kepentingan, baik pribadi maupun golongan.

  1. Sistematis

Baik penulisan atau penyajian maupun pembahasan dalam karya ilmiah disajikan secara rutin, teratur, kronologis, sesuai dengan prosedur dan sistem yang berlaku dan tertib.

  1. Valid

Baik bentuk maupun isi karangan ilmiah sudah sah dan benar menurut aturan ilmiah yang berlaku.

  1. Jelas

Setiap informasi dalam karangan ilmiah diungkapkan sejernih-jernihnya, glambang dan sejelas-jelasnya sehingga tidak menimbulkan pertanyaan dan keraguan dalam benak pembaca

  1. Saksama

Baik penyajian maupun pembahasan dalam karangan ilmiah dilakukan secara cermat, teliti dan penuh kehati-hatian agar tidak mengandung kesalahan betapapun kecilnya.

Kriteria Pokok Setiap Jenis Karya Tulis Ilmiah

  1. Ada “Masalah” pokok yang dijadikan dasar penulisan, dan masalah tersebut sesuai atau menyangkut kegiatan pembelajaran/pelatihan yang dilaksanakan gurusehari-hari.
  2. Ada “Teori atau Kajian Pustaka” yang mendukung upaya pemecahan masalah yang dihadapi.
  3. Ada “Metologi/Strategi” yang dilakukan secara runtut dalam upaya pemecahan masalah yang dihadapi.
  4. Ada “Data/Fakta” yang mendukung pembahasan masalah yang dihadapi.
  5. Ada “Alternatif Pemecahan/Solusi” yang dikemukakan atau dibahas untuk solusi masalah yang dihadapi.
  6. Ada “Kesimpulan” yang dikemukakan berdasarkan analisis data terhadap upaya pemecahan maslaah yang dihadapi.
  7. Ada “Referensi atau Sumber Pustaka” pendukung yang disusun secara runtut.

Ciri Ciri Karya Ilmiah

Tidak semua karya ilmiah yang di tulis secara sistematik dan berdasarkan fakta di lapangan adalah sebuah karya ilmiah sebab karya ilmiah mempunyai ciri -ciri tertentu.

  1. Objektif

Keobjektifan ini menampakkan pada setiap fakta dan data yang di ungkapkan berdasarkan  kenyataan yang sebenarnya, tidak di manipulasi juga setiap pernyataan atua kesimpulan yang di sampaikan berdasarkan bukti-bukti yang bisa di pertanggung jawabkan.

Dengan demikian, siapa pun dapat mengecek (memverifikasi) kebenaran dan ke absahannya.

  1. Netral

Kenetralan ini bisa terlihat pada setiap pernyataan atau penilaian bebas dari kepentingan-kepentingan tertentu, baik kepentingan pribadi  maupun kelompok.

Oleh karena itu, pernyataan pernyataan yang bersifat mengajak, membujuk, atau mempengaruhi pembaca perlu dihindarkan.

  1. Sistematis

Uraian yang terdapat pada karya ilmiah dikatakan sistematis apabila mengikuti pola pengembangan tertentu, misalnya pola urutan klasifikasi, kausalitas,dan sebagainya.

Dengan demikian, pembaca akan bisa mengikuti dengan mudah alur uraiannya.

  1. Logis

Kelogisan ini bisa dilihat dari pola nalar yang digunakannya, pola nalar induktif atau deduktif. Kalau bermaksud menyempilkan suatu fakta atau data, pola yang digunakan pola induktif.

Sebaliknya kalau bermaksud membuktikan suatu teori atau hipotesis, pola yang di gunakan pola deduktif.

  1. Menyajikan Fakta (Bukan Emosi atau Perasaan)

Setiap pernyataan, uraian, atau simpulan dalam karya ilmiah harus aktual, yaitu menyajikan fakta.

Oleh karena itu, penyataan atau ungkapan yang emosional (menggebu-gebu seperti orang berkampaye, perasaan sedih seperti orang berkabung, perasaan senang seperi orang mendapat hadiah, dan perasaan marah seperti orang yang bertengkar) hendaknya dihindarkan.

  1. Tidak Pleonastik

Maksudnya kata-kata yang digunakan tidak berlebihan alias hemat kata-katanya atau tidak berbelit-belit (langsung tepat menuju sasaran).

  1. Bahasa Yang digunakan Adalah Bahasa Ragam Formal

Dalam menulis karya ilmiah tidak boleh menggunkan bahasa ragam resmi santai, oleh sebab itu bahasa yang digunakan adalah bahasa indonesia ragam formal, yaitu bahasa indonesia yang baik dan benar.

Jenis Jenis Karya Ilmiah

  1. Paper

Paper dapat dikatakan sebagai salah satu karya tulis ilmiah yang mempunyai hubungan erat dalam dunia pendidikan. Terkadang kita menyamakan antara paper dengan makalah.

Padahal perbedaan paper dan makalah sebetulnya banyak. Paper merupakan ringkasan dari penelitian yang kita buat, dengan kata lain paper sama dengan tugas akhir, hanya saja ringkas serta tidak serinci sebuah riset tugas akhir.

Menurut standar paper biasanya ditulis sampai 6 halaman saja. Jadi misal tugas akhir atau riset yang kita lakukan ada berhalaman-halaman, kita cukup meringkasnya menjadi 6 halaman saja, namun tujuan dan maksud tetap harus tersampaikan.

Paper umumnya ditulis dalam dua lajur (kolom) namun terkadang juga ditulis menjadi 1 kolom saja tergantung dari persayaratan dari call for paper itu sendiri.

Paper juga umumnya ditulis dengan huruf times new roman dengan ukuran besar huruf 10, hal ini juga tergantung dari persyarat dari call for paper, tetapi standar yang biasa dipakai yaitu font ukuran 10.

  1. Makalah

Karya tulis yang memuat pemikiran tentang suatu masalah disertai analisis logis dan objektif.  Secara umum tujuan penulisan makalah adalah untuk kepentingan penyajian hasil penelitian atau gagasan pemikiran dalam suatu diskusi.

Makalah dapat berupa hasil pembahasan buku atau hasil suatu pengamatan. Kertas kerja adalah karangan yang berisi prasaran, usulan, atau pendapat yang berkaitan dengan pembahasan suatu pokok persoalan, untuk dibacakan dalam rapat kerja, seminar, simposium, dan sebagainya.

Oleh karena itu, makalah umumnya ditulis secara singkat dan ringkas tanpa bab-bab. Format    penulisannya adalah:

  • Bagian Awal: Halaman Sampul (Judul, Jenis Karya Tulis, Tujuan Penulisan, Nama dan Identitas Penulis, Lembaga, Tahun), Daftar Isi,  Daftar Tabel,
  • Bagian Inti: Pendahuluan, Latar Belakang Penulisan Makalah, Masalah Atau Topik Bahasan, Tujuan Penulisan Makalah, Teks Utama, Penutup
  • Bagian Akhir: Daftar Kepustakaan dan Lampiran
  1. Modul

Modul pembelajaran merupakan satuan program belajar mengajar  yang terkecil, yang dipelajari oleh siswa sendiri secara perseorangan atau diajarkan oleh siswa kepada dirinya sendiri (self-instructional) (Winkel, 2009:472).

Modul pembelajaran adalah bahan ajar yang disusun secara sistematis dan menarik yang mencakup isi materi, metode dan evaluasi yang dapat digunakan secara mandiri untuk mencapai kompetensi yang diharapkan (Anwar, 2010).

Menurut Goldschmid, Modul pembelajaran sebagai sejenis satuan kegiatan belajar yang terencana, di desain guna membantu siswa menyelesaikan tujuan-tujuan tertentu.

Modul adalah semacam paket program untuk keperluan belajar (Wijaya, 1988:128).Vembriarto (1987:20), menyatakan bahwa suatu modul pembelajaran adalah suatu paket pengajaran yang memuat satu unit konsep daripada bahan pelajaran.

Pengajaran modul merupakan usaha penyelanggaraan pengajaran individual yang memungkinkan siswa menguasai satu unit bahan pelajaran sebelum dia beralih kepada unit berikutnya.

Berdasarkan beberapa pengertian modul di atas maka dapat disimpulkan bahwa modul pembelajaran adalah salah satu bentuk bahan ajar yang dikemas secara sistematis dan menarik sehingga mudah untuk dipelajari secara mandiri.

Ciri – Ciri/Karakteristik Modul

Modul pembelajaran merupakan salah satu bahan belajar  yang dapat dimanfaatkan oleh siswa secara mandiri.

Modul yang baik harus disusun secara sistematis, menarik, dan jelas. Modul dapat digunakan kapanpun dan dimanapun sesuai dengan kebutuhan siswa.

Anwar (2010), menyatakan bahwa karakteristik modul pembelajaran sebagai berikut :

  • Self instructional, Siswa mampu membelajarkan diri sendiri, tidak tergantung pada pihak lain.
  • Self contained, Seluruh materi pembelajaran dari satu unit kompetensi yang dipelajari terdapat didalam satu modul utuh.
  • Stand alone, Modul yang dikembangkan tidak tergantung pada media lain atau tidak harus digunakan bersama-sama dengan media lain.
  • Adaptif, Modul hendaknya memiliki daya adaptif yang tinggi terhadap perkembangan ilmu dan teknologi.
  • User friendly, Modul hendaknya juga memenuhi kaidah akrab bersahabat/akrab dengan pemakainya.
  • Konsistensi, Konsisten dalam penggunaan font, spasi, dan tata letak.
  1. Diktat

Pengertian diktat menurut Kamus besar Indonesia Purwadarminta adalah pegangan yang dibuat guru berupa kutipan bentuk tulisan atau ketikan.

Menurut Djuroto adalah buku pelajaran yang termasuk kelompok karangan ilmiah, yang dibuat bukan berdasar hasil penelitian, tetapi materi pelajaran dari suatu ilmu.

Diktat biasanya dibuat oleh dosen, guru atau widyaiswara untuk mata diklat tertentu. Bisa jadi dosen atau guru membuat buku pelajaran atau diktat yang diajarkan.

Dalam bagian lain diktat adalah unit terkecil dari suatu mata pelajaran yang dapat berdiri sendiri dan dapat dipergunakan dalam proses belajar mengajar sebagai alat bantu diktat yang disusun secara sistematis dari yang mencakup tujuan dan uraian materi.

Prinsip – Prinsip Membuat Diktat

Ada beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dalam menyusun diktat antara lain prinsip relevansi, konsistensi dan kecukupan.

Prinsip relevansi antinya keterkaitan, materi yang ditulis hendaknya relevan dengan pencapaian standar kompetensi yang ingin dicapai.

Prinsip konsistensi artinya keajekan, jika kompetensi dasar yang harus dikuasai empat macam maka bahasan yang ada pada diktat juga harus meliputi empat macam.

Prinsip kecukupan artinya materi yang diajarkan hendaknya mencukupi dalam membantu peserta diklat menguasai kompetensi yang akan diajarkan, materi tidak boleh terlalu sedikit dan tidak boleh terlalu banyak.

Jika terlalu sedikit akan kurang membantu mencapai kompetensi standar, sebaliknya jika terlalu banyak akan membuang buang waktu dan tenaga yang tidak perlu dipelajarinya.

Ketentuan Membuat Diktat

Sampai saat ini belum ada aturan baku tentang pembuatan diktat yang khusus, namun mengingat diktat merupakan bagian kecil dari buku paket maka ketentuan pembuatan diktat hampir sama dengan pembuatan buku paket antara lain:

Persyaratan yang Berkaitan Dengan Materi

  • Relevan dengan tujuan
  • Sesuai dengan kemampuan yang akan dicapai
  • Sesuai dengan ilmu pengetahuan yang bersangkutan
  • Sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
  • Sesuai dengan jenjang dan sasaran
  • Isi dan bahan mengacu pada kompetensi

Persyaratan Dengan Penyajian

  • Uraian teratur
  • Saling memperkuat dengan bahan lain
  • Menarik minat dan perhatian
  • Menantang dan merangsang peserta untuk mempelajarinya
  • Mengacu pada aspek kognitif, afektif dan psikomotor
  • Hindari penyajian yang bertele-tele

Persyaratan yang Berkaitan dengan Bahasa

  • Menggunakan bahasa yang benar dan baik
  • Menggunakan kalimat yang sesuai dengan kematangan dan perkembangan peserta
  • Menggunakan istilah, kosakata, simbol yang mempermudah pemahaman
  • Menggunakan kata-kata terjemahan yang dibakukan.

Persyaratan yang Berkaitan dengan Ilustrasi

  • Relevan dengan bahan ajar yang dibuat
  • Tidak menggunakan kesinambungan antar kalimat, antar bagian dan antar paragraf
  • Merupakan bagian terpadu dari bahan ajar
  • Jelas, baik dan merupakan hal-hal esensial yang membantu memperjelas materi

Bagian – Bagian dari Diktat

Diktat sama seperti buku yang terdiri dari tiga bagian yang mencakup:

  • Bagian Awal yang Berisi

Halaman cover berisi tentang ( judul, pengarang, gambar sampul, lingkup penggunaan, tahun terbit, nama departemen (biasanya digunakan untuk kalangan sendiri).

Daftar isi yang memuat judul bab, sub bab, dan nomor halaman. Daftar lain seperti daftar gambar, daftar table, daftar lampiran

  • Bagian Isi

Bagian ini berisi pokok-pokok bahasan yang menjadi inti naskah diktat dan memuat uraian penjelasan, proses operasioanal atau langkah-langkah kerja dari setiap bab maupun sub bab.

Dengan demikian paragraf merupakan unit terkecil suatu pokok bahasan. Paragraf tersebut harus saling mendukung dan merupakan suatu kesatuan yang koheren.

Apabila diperlukan penjelasan dan uraian dilengkapi dengan tabel, bagan, gambar dan ilustrasi lain.

  • Bagian Akhir

Pada bagian akhir diktat berisikan: lampiran, bila lampiran lebih dari satu lembar harus diberi nomor urut, glosarium jika ada, kata/istilah yang menghubungkan dengan uraian diktat sehingga memudahkan pemahaman pembaca.

Kepustakaan, ada beberapa cara menuliskan kepustakaan, namun demi keseragaman dipilih satu dari sekian cara tersebut dengan ketentuan sebagai berikut:

  • Hendaknya digunakan buku acuan yang relevan
  • Tidak ketinggalan ninimal 5 tahun
  • Disusun denga urutan abjad
  1. Karya Tulis

Karya tulis merupakan hasil karangan dalam bentuk tulisan yang merupakan hasil pikiran, hasil pengamatan, tinjauan dalam bidang tertentu dan disusun secara sistematis.

Karya tulis terdiri dari dua kata yaitu karya dan tulis. Karya menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah pekerjaan, hasil perbuatan, buatan, ciptaan (terutama hasil karangan).

Sedangkan kata Tulis dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah huruf atau angka yang dibuat dengan pena (pensil, cat, dan sebagainya), bersurat (yang sudah disetujui), yang ada tulisannya.

Dari pegertian KBBI dapat kami simpulkan bahwa karya tulis merupakan hasil karangan dalam bentuk tulisan atau karangan yang mengetengahkan hasil pikiran, hasil pengamatan, tinjauan dalam bidang tertentu yang disusun secara sistematis.

Karya tulis juga dapat dikatakan tulisan yang membahas masalah tertentu berdasarkan pengamatan secara sistematis dan terarah. Ada yang mengatakan karya tulis itu sebagai gagasan seseorang yang dituangkan dalam bentuk tulisan.

Dari berbagai pengertian yang ada pada dasarnya mempunyai arti yang sama namun dapat disimpulkan bahwa karya tulis merupakan hasil karya seseorang yang dituangkan dalam bentuk tulisan.Karya tulis dibedakan menjadi 3, yaitu karya tulis ilmiah, karya tulis non ilmiah, dan karya tulis populer.

Karya Tulis Ilmiah

Karya tulis ilmiah merupakan suatu karangan atau tulisan yang diperoleh sesuai dengan sifat keilmuannya dan didasari oleh hasil pengamatan, peninjauan, penelitian dalam bidang tertentu.

Disusun menurut metode tertentu dengan sistematika penulisan yang bersantun bahasa dan isinya dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya/ keilmiahannya.

Karya tulis ilmiah dikategorikan ke dalam 11 macam, di antaranya:

  • Laporan penelitian adalah laporan yang ditulis berdasarkan penelitian. Misalnya laporan penelitian yang didanai oleh Fakultas dan Universitas, laporan ekskavasi arkeologis yang dibiayai oleh Departemen Kebudayaan, dsb.
  • Skripsi adalah tulisan ilmiah untuk mendapatkan gelar akademik sarjana strata satu (Si).
  • Tesis adalah tulisan ilmiah untuk mendapatkan gelar akademik strata dua (S2), yaitu Master.
  • Disertasi adalah tulisan ilmiah untuk mendapat gelar akademik strata tiga (S3), yaitu Doktor.
  • Surat pembaca adalah surat yang berisi kritik dan tanggapan terhadap isi suatu tulisan ilmiah.
  • Laporan kasus adalah tulisan mengenai kasus-kasus yang ada yang dilandasi dengan teori.
  • Laporan tinjauan adalah tulisan yang berisi tinjauan karya ilmiah dalam kurun waktu tertentu. Misalnya Biologi-calAnthropohgy in the Americas: ¡900-2000.
  • Resensi adalah tanggapan terhadap suatu karangan atau buku yang memaparkan manfaat karangan atau buku tersebut bagi pembaca.
  • Monograf adalah karya asli menyeluruh dari suatu masalah. Monograf ini dapat berupa tesis ataupun disertasi.
  • Referat adalah tinjauan mengenai karangan sendiri dan karangan orang lain.
  • Kabilitasi adalah karangan-karangan penting yang dikerjakan sarjana Departemen Pendidikan Nasional untuk bahan kuliah.

Adapun ciri dari karya tulis ilmiah adalah sebagai berikut:

  • Objektif
  • Netral
  • Sistematis
  • Logis
  • Menyajikan fakta (bukan emosi atau perasaan).
  • Tidak Pleonastis
  • Bahasa yang digunakan adalah ragam formal.

Karya Tulis Non Ilmiah

Karya tulis non ilmiah merupakan karangan yang menyajikan fakta pribadi tentang pengetahuan dan pengalaman dalam kehidupan sehari-hari, bersifat subyektif, tidak didukung fakta umum, dan biasanya menggunakan gaya bahasa yang popular atau biasa digunakan (tidak terlalu formal).

Berikut macam-macam dari karya tulis non ilmiah:

  1. Dongeng merupakan suatu kisah yang diangkat dari pemikiran fiktif dan kisah nyata, menjadi suatu alur perjalanan hidup dengan pesan moral yang mengandung makna hidup dan cara berinteraksi dengan makhluk lainnya.
  2. Cerpen adalah suatu bentuk prosa naratif fiktif. Cerita pendek cenderung padat dan langsung pada tujuannya dibandingkan karya-karya fiksi yang lebih panjang, seperti novella (dalam pengertian modern) dan novel.
  3. Novel adalah sebuah karya fiksi prosa yang ditulis secara naratif; biasanya dalam bentuk cerita.
  4. Drama adalah satu bentuk karya sastra yang memiliki bagian untuk diperankan oleh aktor.
  5. Roman adalah sejenis karya sastra dalam bentuk prosa atau gancaran yang isinya melukiskan perbuatan pelakunya menurut watak dan isi jiwa masing-masing.

Karya Tulis non Ilmiah Cirinya

  • ditulis berdasarkan fakta pribadi,
  • fakta yang disimpulkan subyektif,
  • gaya bahasa konotatif dan populer,
  • tidak memuat hipotesis,
  • penyajian dibarengi dengan sejarah,
  • bersifat imajinatif,
  • situasi didramatisir,
  • bersifat persuasif.
  • tanpa dukungan bukti

Karya Tulis Populer

Karya tulis populer merupakan semacam karangan ilmiah yang mencakup ciri-ciri karangan ilmiah, yaitu menyajikan fakta-fakta secara cermat, jujur, netral, dan sistematis, sedangkan pemaparannya jelas, ringkas, dan tepat.

Karya tulis ilmiah populer merupakan karya ilmiah yang bentuk, isi, dan bahasanya menggunakan kaidah-kaidah keilmuan, serta disajikan dalam bahasa yang santai dan mudah dipahami oleh masyarakat awam.

Yang menjadi bagian dari contoh karya ilmiah populer di antaranya:

  • Artikel adalah karangan faktual secara lengkap dengan panjang tertentu yang dibuat untuk dipublikasikan (melalui koran, majalah, buletin, dsb) dan bertujuan menyampaikan gagasan dan fakta yang dapat meyakinkan, mendidik, dan menghibur.
  • Resensi adalah suatu tulisan atau ulasan mengenai nilai sebuah hasil karya, baik itu buku, novel, majalah, komik, film, kaset, CD, VCD, maupun DVD.
  • Resume atau ringkasan
  • Sinopsis adalah ikhtisar karangan yang biasanya diterbitkan bersama-sama dengan karangan asli yang menjadi dasar sinopsis itu; ringkasan; abstraksi.
  1. Skripsi

Skripsi merupakan karya tulis ilmiah berdasarkan hasil penelitian lapangan atau studikepustakaan yang disusun mahasiswa sesuai dengan bidang studinya sebagai tugas akhirdalam studi formalnya di Fakultas.

Menurut UPI (dalam http://www.cs.upi.edu.com) Skripsi adalah karya tulis resmi akhir mahasiswa dalam menyelesaikan Program Sarjana (S1).

Skripsi menggambarkan kemampuan akademik mahasiswa dalam merancang, melaksanakan dan menyusun laporan penelitian bidang studi (baik pendidikan maupun non kependidikan).

Skripsi ditulis berdasarkan pendapat (teori) orang lain.  Pendapat tersebut didukung data dan fakta empiris-objektif, baik berdasarkan

penelitian langsung; observasi lapanagn atau penelitian di laboratorium, atau studi kepustakaan.

Skripsi menuntut kecermatan metodologis hingga menggaransi kearah sumbangan material berupa penemuan baru.Berbeda dengan pendapat di atas Tugino (dalam http://tugino230171.wordpress.com)

skripsi adalah karya tulis yang diajukan untuk mencapai gelar sarjana atau sarjana muda.

Skripsi ditulis berdasarkan studi pustaka atau penelitian bacaan, penyelidikan, observasi, atau penelitian lapangan sebagai prasyarat akademis yang harus ditempuh, dipertahankan dan dipertanggungjawabkan oleh penyusun dalam sidang ujian.

  • Tujuan dan Kegunaan Skripsi

Tujuan dan kegunaan skripsi yaitu menyajikan hasil-hasil temuan penelitian secara ilmiah yang berguna bagi pengembangan ilmu dan atu kepentingan praktis administrasi negara dan komunikasi.

Karakteristik Skripsi

Skripsi yang disusun mahasiswa harus memiliki karakteristik sebagai berikut :

  • Merupakan hasil karya asli, bukan jiplakan bagi sebagian atau secara keseluruhan (dibuat pernyataan di atas kertas segel bermaterai Rp. 6.000,00).
  • Mempunyai relevansi dengan Ilmu Administrasi Negara dan Ilmu Komunikasi.
  • Mempunyai manfaat teoritis atau praktis.
  • Sesuai dengan kaidah-kaidah keilmuan.
  • Menggunakan bahasa Indonesia yang baku, baik dan benar menurut Ejaan Yang Disempurnakan (EYD).

Persyaratan Penyusunan Skripsi

Untuk melakukan penyusunan skripsi, mahasiswa harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:

  • Telah lulus mata kuliah dengan beban studi 110 sks.
  • Nilai D tidak lebih dari 20% dan tidak ada nilai E.
  • Telah lulus mata kuliah Statistik Sosial bagi Program Studi Ilmu Administrasi Negara, Metode Penelitian Sosial dan Metode Penelitian Komunikasi bagi Program Studi Ilmu Komunikasi.
  • Memenuhi persyaratan administrasi keuangan yang telah ditentukan.
  1. Tesis

Tesis adalah karya tulis ilmiah resmi akhir seorang mahasiswa dalam menyelesaikan Program Magister (S2). Tesis merupakan bukti kemampuan yang bersangkutan dalampenelitian dan pengembangan ilmu pada salah satu bidang keilmuan dalam Ilmu Pendidikan.

Tesis mempunyai tingkat pembahasan lebih dalam daripada skripsi. Pernyataan-pernyataan dan teori dalam tesis didukung oleh argumen-argumen yang lebih kuat, jika dibandingkan dengan skripsi.

Tesis ditulis dengan bimbingan seorang dosen senior yang bertangungjawab dalam bidang studi tertentu.

Tesis berasal dari kata Thesis berarti pernyataan atau kesimpulan teoretis yang diajukan serta ditunjang oleh argumentasi ilmiah dan referensi-referensi yang diakui secara ilmiah, yang dibuat oleh seorang kandidat Magister.

Tesis disusun oleh kandidat Magister secara mandiri pada akhir masa studi dan merupakan salah satu syarat mencapai gelar Magister. (Panduan Tesis PSMP UNTAR, 2008:1).

Tesis atau Master Thesis ditulis bersandar pada metodologi; metodologi penelitian dan metodologi penulisan. Standarnya digantungkan pada institusi, terutama pembimbing.

Dengan bantuan pembimbing, mahasiswa merencanakan (masalah), melaksanakan; menggunakan instrumen, mengumpulkan dan menjajikan data, menganalisis, sampai mengambil kesimpulan dan rekomendasi.

Dalam penulisannya dituntut kemampuan dalam menggunakan istilah tehnis; dari istilah sampai tabel, dari abstrak sampai bibliografi.

Artinya, kemampuan mandiri sekalipun dipandu dosen pembimbing menjadi hal sangat mendasar. Sekalipun pada dasarnya sama dengan skripsi, tesis lebih dalam, tajam, dan dilakukan mandiri.

  1. Disertasi

Disertasi adalah karya tulis ilmiah resmi akhir seorang mahasiswa dalammenyelesaikan Program S3 ilmu pendidikan.

Disertasi merupakan bukti kemampuan yang bersangkutan dalam melakukan penelitian yang berhubungan dengan penemuan baru dalamsalah satu disiplin Ilmu Pendidikan.

Menurut Tugino disertasi ialah karangan yang diajukan untuk mencapai gelar doktor, yaitu gelar tertinggi yang diberikan oleh suatu univesitas.

Penulisan desertasi ini di bawah bimbingan promotor atau dosen yang berpangkat profesor, dan isinya pembahasan masalah yang lebih kompleks dan lebih mendalam daripada persoalan dalam tesis.

Pencapaian gelar akademik tertinggi adalah predikat Doktor. Gelar Doktor (Ph.D) dimungkinkan manakala mahasiswa (S3) telah mempertahankan disertasi dihadapan Dewan Penguji Disertasi yang terdiri dari profesor atau Doktor dibidang masing-masing.

Disertasi ditulis berdasarkan penemuan (keilmuan) orisinil dimana penulis mengemukan dalil yang dibuktikan berdasarkan data dan fakta valid dengan analisis terinci.

Disertasi atau Ph.D Thesis ditulis berdasarkan metodolologi penelitian yang mengandung filosofi keilmuan yang tinggi.

Mahahisiswa (S3) harus mampu (tanpa bimbingan) menentukan masalah, berkemampuan berpikikir abstrak serta menyelesaikan masalah praktis.

Disertasi memuat penemuan-penemuan baru, pandangan baru yang filosofis, tehnik atau metode baru tentang sesuatu sebagai cerminan pengembangan ilmu yang dikaji dalam taraf yang tinggi.

  1. Buku

Menurut KBBI, buku adalah beberapa helai kertas terjilid berisi tulisan untuk dibaca atau yang kosong untuk ditulis. Sedangkan ajar adalah petunjuk yang diberikan kepada orang supaya diketahui (dituruti).

Buku teks pelajaran adalah buku teks wajib untuk digunakan di sekolah yang memuat materi pembelajaran dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional.

Oleh karena itu buku teks pelajaran harus melalui proses penilaian yang objektif untuk menjamin mutu isi, metode pembelajaran, bahasa, dan grafikanya.

Buku teks pelajaran wajib dipakai oleh guru dan siswa sebagai acuan dalam proses belajar-membelajarkan. (Peraturan Menteri Pendidikan Nasional, No. 11 thn 2005)

Surahman dalam Fella (2014) secara umum membedakan buku menjadi empat jenis, yakni:

  • Buku sumber, yaitu buku yang biasa dijadikan rujukan, referensi, dan sumber untuk kajian ilmu tertentu, biasanya berisi suatu kajian ilmu yang lengkap.
  • Buku bacaan, adalah buku yang hanya berfungsi untuk bahan bacaan saja, misalnya cerita, legenda, novel, dan lain sebagainya.
  • Buku pegangan, yaitu buku yang bisa dijadikan pegangan guru atau pengajar dalam melaksanakan proses pengajaran.
  • Buku buku teks, yaitu buku yang disusun untuk proses pembelajaran, dan berisi bahan-bahan atau materi pelajaran yang akan diajarkan.
  1. Laporan Penelitian

Laporan penelitian merupakan laporan ilmiah, untuk untuk itu maka harus dibuat secara sistematis dan logis pada setiap bagian, sehingga pembaca mudah memahami langkah-langkah yang telah ditempuh dalam penelitian, dan hasilnya.

Karena sifatnya ilmia maka harus replicable, yaitu harus bisa diulangi oleh orang lain yang akan membuktikan hasil penemuan dalam penelitian itu.

Laporan menurut Tugino (dalam http://tugino230171.wordpress.com) ialah bentuk karangan yang berisi rekaman kegiatan tentang suatu yang sedang dikerjakan, digarap, diteliti, atau diamati, dan mengandung saran-saran untuk dilaksanakan.

Laporan ini disampaikan dengan cara seobjektif mungkin. Muara dari semua kegiatan penelitian adalah penyusunan laporan hasil penelitian.

Dalam penelitian terapan penyusunan laporan penelitian sangat penting artinya, karena merupakan awal bagi pembuktian kualitas penelitian guna menilai ketepatannya dalam menyelesaikan masalah secara nyata.

Penelitian terapan tampaknya telah selesai pada saat laporan hasilnya disampaikan, namun dalam kenyataan kegiatannya masih akan berkelanjutan, karena yang terpenting adala penerapan atau pendayagunaan hasilnya.

Laporan berdasarkan isinya dapat dibedakan menjadi :

  • Laporan ilmiah

Laporan ilmiah atau biasanya disebut laporan hasil penelitian ilmiah merupakan salah satu laporan yang disusun dengan melalui tahapan-tahapan tertentu serta dengan metode dan teori tertentu.

  • Laporan teknis

Laporan teknis atau laporan tentang hal teknis merupakan laporan tentang penyelenggaraan kegiatan suatu badan atau instansi. Seperti : laporan mengenai keadaan personil, laporan keuangan, dan sebagainya.

Jenis fakta yang digunakan laporan yaitu benda, kesaksian, tabel, dan sebagainya. Itulah penjelasan tentang pengertian laporan.

Fungsi Laporan

Sebelumnya sudah dijelaskan mengenai pengertian laporan, berikut fungsi laporan antara lain:

  • Fungsi pertanggungjawaban.
  • Fungsi dokumentasi.
  • Fungsi informasi.
  1. Kertas Kerja

Kertas kerja pada prinsipnya sama dengan makalah. Kertas kerja dibuat dengan analisis lebih dalam dan tajam. Kertas kerja ditulis untuk dipresentasikan pada seminar atau lokakarya, yang biasanya dihadiri oleh ilmuwan.

Pada ‘perhelatan ilmiah’ tersebut kertas kerja dijadikan acuan untuk tujuan tertentu. Bisa jadi, kertas kerja ‘dimentahkan’ karena lemah, baik dari susut analisis rasional, empiris, ketepatan masalah, analisis, kesimpulan, atau kemanfaatannya. Kertas Kerja

Menurut Takedogawa (dalam http://skinhead4life-carigaragara.blogspot.com ) Kertas kerja pada prinsipnya sama dengan makalah. Kertas kerja dibuat dengan analisis lebih dalam dan tajam.

Kertas kerja ditulis untuk dipresentasikan pada seminar atau lokakarya, yang biasanya dihadiri oleh ilmuwan. Pada ‘perhelatan ilmiah’ tersebut kertas kerja dijadikan acuan untuk tujuan tertentu.

Bisa jadi, kertas kerja ‘dimentahkan’ karena lemah, baik dari susut analisis rasional, empiris, ketepatan masalah, analisis, kesimpulan, atau kemanfaatannya.

  1. Resensi

Resensi ialah karya tulis yang berisi hasil penimbangan, pengulasan, atau penilaian sebuah buku. Resensi yang disebut juga timbangan buku atau book review sering disampaikan kepada sidang pembaca melalui surat kabar atau majalah.

Tujuan resensi ialah memberi pertimbangan den penilaian secara objektif, sehingga masyrakat mengetahui apakah buku yang diulas tersebut patut dibaca ataukah tidak.

Demikian pembahasan dari kami tentang Pengertian Karya Ilmiah : Jenis dan Karakteristik secara lengkap dan jelas semoga bermanfaat sobat WebChecKer.Me

Unsur Unsur Drama

GuruKu
4 min read

Cara Menyusun Dialog

GuruKu
3 min read

Contoh Karangan Argumentasi

GuruKu
5 min read