Bagian – Bagian Mikroskop

7 min read

Bagian Bagian Mikroskop

Pengertian Mikroskop

Mikroskop (bahasa Yunani: micros = kecil dan scopein = melihat) adalah sebuah alat untuk melihat objek yang terlalu kecil untuk dilihat dengan mata kasar.

Ilmu yang mempelajari benda kecil dengan menggunakan alat ini disebut mikroskopi, dan kata mikroskopik berarti sangat kecil, tidak mudah terlihat oleh mata.

Berdasarkan jumlah lensa okulernya mikroskop dibagi menjadi 2 yaitu :

  1. Mikroskop Monokuler

Secara sederhana, mikroskop monokuler diartikan sebagai jenis mikroskop yang hanya dilengkapi dengan satu lensa okuler saja. Fisiologi Jenis mikroskop yang satu ini masuk ke dalam kelompok mikroskop cahaya yang digunakan untuk mengamati detil di dalam sebuah sel.

“Compound light microscope” adalah nama lain dari mikroskop cahaya. Sumber cahaya yang akan digunakan dalam meneliti bagian dalam sel pada mikroskop monokuler ini berasal dari lampu.

Lensa okuler pada mikroskop monokuler kabarnya sangat mudah digunakan jika dibandingkan dengan lensa okuler pada mikroskop binokuler.

  1. Mikroskop Binokuler

Sama seperti mikroskop monokuler, jenis yang satu ini juga digolongkan ke dalam kelompok mikroskop cahaya yang digunakan dengan tujuan meneliti bagian dalam sebuah sel.

Hanya saja, jika pada mikroskop monokuler hanya terdapat satu lensa okuler, maka pada mikroskop binokuler dijumpai dua lensa yang terdiri atas lensa objektif dan juga lensa okuler.

Kedua lensa ini saat digunakan di kedua mata sang peneliti akan menciptakan efek tiga dimensi pada benda yang diteliti. Sumber cahaya yang digunakan pada mikroskop binokuler ini adalah cahaya lampu.

Adapun kemampuan pembesarannya tidak terlalu besar. Kisarannya berbeda untuk masing-masing jenis lensa.

Sejarah Penemuan Mikroskop

Mikroskop secara sederhana diartikan sebagai sebuah alat yang memungkinkan manusia untuk mengamati suatu benda atau makhluk hidup yang berukuran terlampau kecil sehingga tidak bisa dilihat dan diamati hanya dengan menggunakan mata telanjang.

Hadirnya mikroskop memunculkan cabang ilmu baru yang diberi nama Mikrobiologi. Platyhelminthes Ilmu ini berkembang pesat dengan bertumpu pada kemampuan mikroskop menampilkan hal-hal yang sangat detil dari objek yang diamati.

Mikroskop merupakan penemuan yang luar biasa dan berjasa mengembangkan multidisiplin ilmu. Sejarah mikroskop tak bisa lepas dari penemuan lensa oleh seorang ilmuan Thonius Philips Van Leewenhoek (1632-1723).

Sejak belia, ia memang sudah terpesona dengan lensa. Hal ini yang menjadikan ia begitu giat mempelajari lensa selama hidupnya. Leewenhoek terdaftar sebagai salah satu mahasiswa Ilmu Pengetahuan Alam yang lahir dan besar di Belanda.

Ia dipenuhi dengan imajinasi tentang makhluk berukuran mikro yang hidup bebas dan luput dari perhatian manusia. Imajinasi ini, serta ketertarikannya pada lensa juga cermin yang kemudian mengilhami ia menciptaka sebuah alat yang kini kita kenal dengan nama Mikroskop.

Pada awal kemunculannya, mikroskop hanya memiliki satu lensa saja yakni jenis lensa okuler. Hal ini kemudian membuat para ahli banyak yang mengecilkan peranan Leewenhoek dalam sejarah mikroskop sebab mereka beranggapan alat yang dibuat oleh Leewenhoek bukan mikroskop melainkan lensa dengan corong yang tak lebih dari sebuah kaca pembesar saja.

Terlepas dari polemik sejarah yang ada, pastinya Leewenhoek telah membuat sekitar 250 buah dengan pembesaran lensa 200 sampai 300 kali dari pembesaran awalnya.

Dengan menggunakan alat yang ia temukan, Leewenhoek berhasil mengamati mikroba yang yang ada pada tetesan air danau.

Perkembangan selanjutnya dalam sejarah mikroskop dimulai secara revolusioner dengan campur tangan seorang ilmuan dari Berlin University bernama Dr. Ernest Ruska. Hasil Fermentasi Ia menggembangkan penemuan Thonius Philips Van Leewenhoek yang hanya menggunakan satu lensa dan kemudian menciptakan mikroskop transmisi electron atau TEM pada tahun 1931.

Berkat penemuan ini, lembaga pemberi Nobel di Norwegia menganugerahkan Nobel Fisika padanya di tahun 1986. Mikroskop yang dikembangakan oleh Dr. Ernest Ruska menggunakan dua lensa dengan medan magnet.

Selanjutnya, 3 tahun berselang, ia kemudian menciptakan mikroskop dengan tiga buah lensa yang mampu membidik dengan resolusi sampai 100 nm. Angka ini jauh lebih baik jika dibandingkan dengan jenis mikroskop cahaya yang saat itu lazim digunakan.

Dalam perkembangan sejarah mikroskop, perkembangan ilmu pengetahuan khususnya kajian mengenai mikroorganisme menjadi lebih mudah dan berdampak baik pada berbagai bidang salah satunya adalah medis.

Dengan mikroskop, peneliti lebih bisa mengamati berbagai bakteri juga virus yang menyebabkan sejumlah oenyakit serius untuk kemudian mencari kelemahannya dan menciptakan formula untuk membasminya. Semua keajaiban tersebut tak bisa dipisahkan dari keberadaan Mikroskop.

Dan bukan hal yang berlebihan jika generasi saat ini berterimakasih pada ilmuan cerdas bernama Thonius Philips Van Leewenhoek.

Jenis – Jenis Mikroskop

Dalam melakukan penelitian, para ahli menggunakan macam-macam mikroskop sesuai kebutuhannya. Pada prinsipnya, macam-macam mikroskop ini memiliki fungsi kerja yang sama, yakni untuk membantu peneliti melihat dan mengamati objek penelitian yang sangat kecil sehingga sulit dan bahkan tidak bisa dilihat secara kasat mata..

Berikut ini adalah macam-macam mikroskop yang diciptakan seiring berkembangnya teknologi.

  1. Mikroskop Optik

Mikroskop optik adalah bentuk paling sederhana dari perkembangan mikroskop; bisa disebut sebagai mikroskop konvensional atau nenek moyangnya mikroskop. Mikroskop ini sudah digunakan sejak abad ke-17.

Penemunya tidak diketahui secara spesifik. Hanya saja, beberapa sumber menyebutkan bahwa seorang pembuat kacamata dari Belanda bernama Hans Janssen mengaku-aku sebagai pembuat mikroskop pertama.

Akan tetapi fakta ini diragukan kebenarannya karena data sejarah lain menunjukkan bahwa penggunaan mikroskop telah dimulai jauh sebelum Hans Janssen ada.

Cara kerja mikroskop ini adalah memperjelas objek-objek kecil dengan memanfaatkan sistem penggunaan lensa yang benar (sebuah lensa okuler) dan cahaya matahari yang dipantulkan melalui cermin cekung kecil (tanpa bantuan cahaya tambahan dari mikroskop tersebut).

Mikroskop optik biasanya digunakan untuk keperluan penelitian ilmu mikro-elektronik, nanophysics, bioteknologi, penelitian farmasi, ilmu mineralogi, dan mikro-biologi. Fotosintesis Selain itu, mikroskop optik juga sering dimanfaatkan sebagai alat diagnosis medis oleh paramedis, terutama dalam meneliti jaringan-jaringan tubuh dan fragmen-fragmennya.

  1. Mikroskop Cahaya

Mikroskop cahaya atau compound light microscope merupakan jenis mikroskop yang memanfaatkan sinar lampu sebagai pengganti sinar matahari pada mikroskop optik konvensional.

Lensa yang digunakan pada mikroskop cahaya tidak hanya lensa okuler, tetapi juga lensa objektif dan kondensor.

Lensa okuler berfungsi untuk memperbesar tampilan objek; lensa ini mampu memperbesar tampilan objek mulai dari 2 hingga 25 kali.

Sementara itu lensa objektif pada mikroskop cahaya berfungsi untuk membentuk bayangan objek. Adapun lensa kondensor berfungsi menciptakan pencahayaan yang membuat objek terlihat semakin jelas. Sistem Reproduksi Mikroskop cahaya, seperti halnya mikroskop optik konvensional, banyak digunakan untuk berbagai tujuan.

Kelebihan dari mikroskop cahaya adalah peneliti tidak memerlukan ruang penuh sinar matahari untuk melihat objek dengan jelas, sehingga penelitian objek kecil bisa dilakukan siang maupun malam dan di ruang terbuka maupun tertutup.

  1. Mikroskop Stereo

Mikroskop stereo merupakan bentuk pengembangan mikroskop optik. Mikroskop ini khusus digunakan untuk objek-objek berukuran besar. Mikroskop jenis ini hanya mampu memperbesar objek sebesar 7 hingga 30 kali. Mikroskop stereo menggunakan 2 jenis lensa, yakni lensa objektif dan lensa okuler.

Mikroskop ini memiliki beberapa keunggulan, salah satunya adalah objek yang diperbesarnya terlihat dalam bentuk 3 dimensi, tidak 2 dimensi seperti pada mikroskop optik konvensional.

Selain itu, hasil tampilan pembesaran objek mikroskop stereo terlihat tebih tajam dan berkualitas dibanding mikroskop cahaya, sumber pencahayaan yang berasal dari arah atas juga menyebabkan objek yang relatif tebal pun dapat diamati dengan jelas.

  1. Mikroskop Pender

Mikroskop pender atau flourenscence microscope adalah mikroskop yang berguna untuk mendeteksi keberadaan benda asing pada objek penelitian. Proses Respirasi Mikroskop jenis ini biasanya digunakan untuk mendeteksi bakteri atau virus dalam dunia medis.

Mikroskop pender memanfaatkan fosforensi, panjang gelombang, dan fluorensi dalam memperbesar dan memperjelas tampilan objek, sehingga hasil pembesaran objek di bawah mikroskop pender ini tidak sekadar bayangan objek tersebut.

  1. Mikroskop Elektron

Mikroskop elektron memanfaatkan bantuan energi dan radias elektrostatik dan elektromagnetik untuk mengatur pencahayaan dan tampilan objek.

Mikroskop jenis ini memiliki kemampuan untuk melakukan pembesaran objek hingga 2 juta kali (jauh lebih canggih daripada mikroskop cahaya yang hanya mampu memperbesar gambaran objek hingga 25 kali) dengan resolusi tampilan objek yang lebih bagus.

Terdapat macam-macam mikroskop elektron, yaitu:

  • Mikroskop Transmisi Elektron

Disebut juga transmission electron microscope, merupakan jenis mikroskop elektron yang prinsip kinerjanya kurang lebih sama dengan prinsip kerja proyektor slide.

Pada mikroskop transmisi elektron, elektron menembus objek pengamatan sementara peneliti mengamati hasil penembusan tersebut pada layar (lensa mikroskop).

Mikroskop elektron yang ditemukan di tahun 1931 silam ini masih terus dikembangkan. Pasalnya, mikroskop ini memiliki sebuah kekurangan yaitu objek yang hendak diperbesar harus tipis. Semakin tipis, semakin baik. Sementara tidak semua objek penelitian memiliki bentuk tipis.

  • Mikroskop Pemindai Transmisi Elektron

Mikrosop elektron yang satu ini merupakan pengembangan mikroskop transmisi elektron. Cara kerjanya tidak jauh berbeda dengan mikroskop elektron pendahulunya, tetapi kecanggihan penembusan elektronnya lebih canggih.

Elektron pada mikroskop ini ditembuskan ke sudut-sudut semput objek lalu ia memindai objek tersebut. Hasil pembesaran objek yang dihasilkan mikroskop elektron jenis ini mirip dengan kualitas gambar yang dihasilkan monitor televisi.

  • Mikroskop Pemindai Elektron

Mikroskop pemindai elektron memiliki kelebihan di mana pembesaran objek yang diamatinya berbentuk tiga dimensi. Biasanya mikroskop ini digunakan untuk mengamati struktur permukaan sel.

Mikroskop elektron jenis ini ditemukan oleh Max Knoll, seorang ahli fisika Jerman, di tahun 1935. Seiring berjalannya waktu, mikroskop ini mengalami berbagai inovasi sehingga cara kerjanya semakin modern dan hasil pembesaran objeknya semakin berkualitas.

  • Mikroskop Pemindai Lingkungan Elektron

Mikroskop ini merupakan sebuah bentuk inovasi dari mikroskop pemindai transmisi elektron. Mikroskop ini memiliki kelebihan mampu memperbesar tampilan objek tanpa merusak bentuk dan struktur objek.

Diciptakan di Australia pada tahun 1972, mikroskop ini merupakan suatu gebrakan besar di dunia perkembangan mikroskop. Penemuan ini sangat membantu peneliti yang objek penelitiannya rapuh dan harus dijaga baik-baik agar tidak hancur.

  • Mikroskop Refleksi Elektron

Disebut juga reflection electron microscope, mikroskop elektron jenis ini merupakan pengembangan dari mikroskop transmisi elektron. Cara kerjanya pun tidak jauh berbeda.

Hanya saja, mikroskop refleksi elektron dilengkapi dengan kemampuan deteksi pantulan elektron di bidang permukaan objek yang diperbesar.

  • Spin-Polarized Low Energy Electron Microscopy

Mikroskop ini adalah sebuah jenis mikroskop elektron yang dapat memperbesar struktur mikro pada medan magnet. Mikroskop elektron jenis ini masih dalam masa pengembangan dan penyempurnaan.

  1. Mikroskop Ultraviolet

Mikroskop ultraviolet adalah salah satu variasi lain dari mikroskop cahaya. Seperti namanya, mikroskop ini memanfaatkan cahaya ultraviolet dalam pencahayaannya.

Cahaya ultraviolet mempunyai panjang gelombang yang pendek jika dibandingkan cahaya yang biasa manusia lihat. Mikroskop ultraviolet mampu meningkatkan daya pisah banyangan objek sebanyak 2 kali lipat dibandingkan mikroskop konvensional atau mikroskop cahaya.

Sayangnya, varian mikroskop yang satu ini jarang sekali digunakan karena penggunaannya yang rumit dan harganya yang relatif mahal.

  1. Mikroskop Medan Gelap

Mikroskop ini adalah salah satu pengembangan mikroskop-mikroskop yang difungsikan khusus untuk mengamati bakteri. Mikroskop medan gelap memiliki kemampuan untuk mengamati kehidupan bakteri, yang sangat tipis sekalipun sehingga sulit diamati oleh jenis mikroskop lain.

Mikroskop medan gelap memiliki kondensor khusus yang mampu menghasilkan sebentuk kerucut cahaya. Kerucut cahaya ini dipantulkan oleh sudut kecil di permukaan kaca preparat.

  1. Mikroskop Fase Kontras

Meskipun ada banyak jenis mikroskop yang mampu membantu peneliti untuk meneliti objek hidup (bakteri, sel), tetapi biasanya tampilan objek mikroskop-mikroskop tersebut  berubah tidak sesuai aslinya.

Adalah mikroskop fase kontras, sebuah mikroskop yang mampu memperbesar tampilan objek hidup tanpa mengubah tampilan atau warnanya; terutama bagi objek hidup yang transparan.

Prinsip kerja mikroskop fase kontras ini cukup rumit tetapi sangat berguna dalam penelitian karena memudahkan peneliti memeriksa tampilan objek hidup transparan yang sangat kecil.

Bagian – Bagian Mikroskop

  1. Lensa Okuler

yaitu lensa yang dekat dengan mata pengamat lensa ini berfungsi untuk membentuk bayangan maya, tegak, dan diperbesar dari lensa objektif

  1. Lensa Objektif

lensa ini berada dekat pada objek yang di amati, lensa ini  membentuk bayangan nyata, terbalik, di perbesar. Di mana lensa ini di atur oleh revolver untuk menentukan perbesaran lensa objektif.

  1. Tabung Mikroskop (Tubus)

tabung ini berfungsi untuk mengatur fokus dan menghubungan lensa objektif dengan lensa okuler.

  1. Makrometer (Pemutar Kasar)

makrometer berfungsi untuk menaik turunkan tabung mikroskop secara cepat.

  1. Mikrometer (Pemutar Halus)

pengatur ini berfungsi untuk menaikkan dan menurunkan mikroskop secara lambat, dan bentuknya lebih kecil daripada makrometer.

  1. Revolver

revolver berfungsi untuk mengatur perbesaran lensa objektif dengan cara memutarnya.

  1. Reflektor

terdiri dari dua jenis cermin yaitu cermin datar dan cermin cekung. Reflektor ini berfungsi untuk memantulkan cahaya dari cermin ke meja objek melalui lubang yang terdapat di meja objek dan menuju mata pengamat.

Cermin datar digunakan ketika cahaya yang di butuhkan terpenuhi, sedangkan jika kurang cahaya maka menggunakan cermin cekung karena berfungsi untuk mengumpulkan cahaya.

  1. Diafragma

Berfungsi untuk mengatur banyak sedikitnya cahaya yang masuk.

  1. Kondensor

Kondensor berfungsi untuk mengumpulkan cahaya yang masuk, alat ini dapat putar dan di naik turunkan.

  1. Meja Mikroskop

Berfungsi sebagai tempat meletakkan objek yang akan di amati.

  1. Penjepit Kaca

Penjepit ini berfungsi untuk menjepit kaca yang melapisi objek agar tidak mudah bergeser.

  1. Lengan Mikroskop

Berfungsi sebagai pegangang pada mikroskop.

  1. Kaki Mikroskop

Berfungsi untuk menyangga atau menopang mikroskop.

  1. Sendi Inklinasi (Pengatur Sudut)

Berfungsi  untuk mengatur sudut atau tegaknya mikroskop.

Cara Kerja Mikroskop

  • Lensa Objektif

Lensa objektif berfungsi guna pembentukan bayangan pertama dan menentukan struktur serta bagian renik yang akan terlihat pada bayangan akhir serta berkemampuan untuk memperbesar bayangan objek.

Sehingga dapat memiliki nilai “Apertura”  yaitu suatu ukuran daya pisah suatu lelnsa objektif yang akan menentukan daya pisah sepesimen, sehingga mampu menunjukan struktur renik yang berdekatan sebagai dua benda yang berpisah.

  • Lensa Okuler

Lensa okuler, adalah lensa mikroskop yang terdapat di bagian ujung atas tabung berdekatan dengan mata pengamat, dan berfungsi untuk memperbesar bayangan yang dihasilkan oleh lensa objektif berkisar antara 4 hingga 25 kali.

  • Lensa Kondensor

Lensa kondensor, adalah lensa yang berfungsi guna mendukung terciptanya pencahayaan pada objek yang akan dilihat sehingga dengan pengaturan yang tepat maka akan diperoleh daya pisah maksimal.

Jika daya pisah kurang maksimal maka dua benda akan terlihat menjadi satu dan pembesarannyapun akan kurang optimal.

Sifat Bayangan

Baik lensa objektif maupun lensa okuler  keduanya merupakan lensa cembung. Secara garis besar lensa objetif menghasilkan suatu bayangan sementra yang mempunyai sifat semu, terbalik,  dan diperbesar terhadap posisi posisi benda  mula – mula, lalu yang menentukansifat bayangan akhir  selanjutnya adalah lensa okuler.

Pada mikroskop cahaya, bayangan akhir mempunyai sifat yang samaseperti gambar benda nyata, sejajar , dan diperbesar. Populasi Lokal dan Ras Ekologi Jika seorang yang menggunakan mikroskp cahaya meletakkan huruf A dibawah mikroskop, maka yang ia lihat adalah huruf A terbalik yang di perbesar.

Demikian pembahasan dari kami tentang Cara Kerja Mikroskop : Sejarah, Sifat dan Bagiannya secara lengkap dan jelas, semoga bermanfaat, jangan lupa di share sobat WebChecKer.Me