Pengertian Annelida

4 min read

Pengertian Annelida

Annelida adalah filum luas yang terdiri dari cacing bersegmen, dengan sekitar 15.000 spesies modern, antara lain cacing tanah, pacet dan lintah. Filum ini ditemukan di sebagian besar lingkungan basah, seperti air tawar dan di laut.

Panjang anggotanya mulai dari di bawah satu milimeter sampai tiga meter. Filum ini dikelompokkan menjadi tiga kelas yaitu Polychaeta,Oligochaeta, dan Hirudinea.

Pengertian Annelida

Kata Annelida berasal dari bahasa Latin, “Annulus” yang berarti gelang dan “oidos” yang berarti bentuk. Jadi secara etimologisnya, Annelida berarti cacing yang memiliki  tubuh yang  terdiri atas satuan yang  berulang-ulang. Oleh sebab itu, Annelida juga dikenal sebagai cacing gelang.

Meskipun beberapa struktur, seperti saluran pencernaan, terdapat di sepanjang tubuh cacing tersebut, tetapi yang lain seperti sistem ekskresi terulang pada setiap segmen.

Annelida yang sering juga di sebut Annulata adalah cacing yang bersigmen, hidup dalam air tawar, air laut, dan di darat. Beberapa di antaranya hidup sebagai parasit. Zygomycota Pada annelida terdapat selom, yang oleh septum-septum transversal di bagi menjadi kopartemen-kompartemen.

Hewan-hewan itu mempunyai sistem digesti, saraf, eksresi, dan reproduksi yang majemuk. Sistem-sistem tersebut biasanya bersifat mata merik baik seluruhnya atau sebagian.

Sistem perototan biasanya diataur segmental. Sebagian besar annelida mempunyai sistem pembuluh yang di dalamnya terdapat darah yang bersikulasi.

Hewan-hewan itu bersifat diesius atau hermafrodit, walaupun pada beberapa jenis terjadi reproduksi aseksual. Kebanyakan annelida menghasilkan larva yang bersilia dan disebut larva trokofor.

Ciri – Ciri dari Filum Annelida

Annelida memiliki ciri-ciri/karakteristik antaralain sebagai berikut.

  • Memiliki tubuh bersegmen (beruas-ruas yang mirip dengan cincin) dan memiliki otot.
  • Bersifat tripoblastik selomata, simetri bilateral, dan metameri
  • Mempunyai sistem pencernaan sempurna (mulut, kerongkongan, perut otot, tembolok, usus, dan anus).
  • Tubuh dilapisi dengan kutikula tipis dan lembab
  • Sistem respirasi melalui permukaan kulit dan berlangsung difusi
  • Sistem saraf berupa ganglion otak dan tali syaraf yang tersusun dari tangga tali.
  • Sistem peredaran darah annelida adalah tertutup dengan tersusun dari pembuluh darah yang mempunyai hemoglobin
  • Sistem ekskresinya berupa nefridia atau nefrostom
  • Sifat kelamin annelida adalah hermaprodit, jadi reproduksi secara generatif dengan cara konjugasi, Sitoplasma dan secara vegetatif dengan fragmentasi/ generasi (mempunyai daya regenerasi yang tinggi).

Cara Hidup dari Filum Annelida

Umumnya Annelida hidup bebas, tetapi ada juga yang hidup dengan parasit menempel dan bergantung pada inangnya.

Kebanyakan dari Annelida hidupnya di perairan laut dan air tawar, dan sebagian lagi hidup ditanah dengan tempat lembab.

Sistem Organ dari Filum Annelida

  1. Sistem peredaran darah: Annelida memiliki sistem peredaran darah tertutup dan pada pembuluh darah mengandung hemoglobin, sehingga darah berwarna merah. Fungsi pembuluh darah annelida adalah menghantarkan nutrisi dan oksigen ke seluruh tubuh. Di bagian kulit, terdapat sejumlah pembuluh darah kecil, karena bernafas melalui kulit
  2. Sistem pernafasan: Annelida dalam sistem pernafasan berlangsung di seluruh kulit permukaan tubuhnya, tetapi ada sumber yang menyatakan bahwa, ada juga spesies yang melalui insang.
  3. Sistem pencernaan: Annelida memiliki sistem pencernaan lengkap yang teridir dari mulut, faring, esofagus, usus, dan anus.
  4. Sistem ekskresi: Annelida memiliki organ ekskresi berupa nefridia (organ ekskresi yang merupakan saluran), nefrostom (corong bersilia dalam tubuh), dan nefrotor (pori tubuh tempat kotoran keluar). Setiap segmen memiliki organ ekskresinya masing-masing.
  5. Sistem reproduksi:  Annelida memiliki sistem perkembangbiakan secara seksual. Satu Annelida mempunyai 2 alat kelamin yaitu jantan dan betina (hermafrodit),  tetapi reproduksi secara aseksual tetap membutuhkan dua individu yang akan mengatur dirinya sedimikian rupa sehingga dapat menukarkan sperma. Bioteknologi Lalu, dari hasil sperma tersebut, akan dilepas dari kepala cacing, tinggal dan berkembang dalam tanah. Sebagian annelida bereproduksi secara aseksual dengan fragmentasi diikuti dengan regenerasi.

Klasifikasi dari Filum Annelida

PolyChaeta

PolyChaeta merupakan kata yang berasal dari Bahasa Yunani yang terdiri dari 2 kata yaitu Poli yang berarti banyak, dan Chaeta berarti rambut. Sehingga PolyChaeta adalah kelas dengan rambut paling banyak di filum Annelida. PolyChaeta memiliki bagian tubuh yang terdiri dari kepala, mata, dan sensor palpus.

Sedangkan hidup PolyChaeta hidup di air. PolyChaeta mempunyai tubuh bersegmen dengan struktur mirip daging yang bentuknya mirip dayung, hal ini disebut Parapodia (tunggal =parapodium).

Berfungsi sebagai alat gerak. Sebagian besar dari PolyChaeta, memiliki Parapodia berfungsi sebagai insang karena terdapat pembuluh darah halus.

Di setiap parapodium terdapat rambut halus yang sifatnya kaku yang biasanya disebut seta, rambut dilapisi kutikula sehingga licin. Umumnya ukuran tubuh PolyChaeta adalah 5-10 cm.

Contoh Jenis PolyChaeta

  1. Eunice viridis (Cacing Palolo), sebagai bahan makanan (mengandung protein tinggi)
  2. Lysidice oele (Cacing Wawo), sebagai bahan makanan (mengandung protein tinggi)
  3. Nereis domerlili, Nereis Virens, Neanthes Virens (cacing air laut).
  4. Arenicola sp,

Ciri – Ciri PolyChaeta

  • Berambut banyak
  • Hidup di laut dan dapat dibedakan antara jantan dan betina
  • Mempunya parapodia (alat gerak)
  • Memiliki panjang tubuh sekitar 5-10 cm, dengan diameter 2-10 mm.
  • Tinggal dalam tabung dan ada juga hidup bebas
  • Tubuh dapat dibedakan menjadi prostomium (kepala) dan peristomium (segmen pertama).

OligoChaeta

OligoChaeta berasal dari bahasa Yunani dari kata Oligo yang berarti sedikit, dan Chaeta yang berarti rambut. Kelas OligoChaeta merupakan kelas filum Annelida yang mempunya sedikit rambut.

Banyak anggota dari OligoChaeta yang hidup di dalam tanah atau tempat lembab, tetapi ada juga yang hidup di air. Karena mempunyai sedikit rambut seta dan tidak mempunyai parapodia, sehingga kepalanya kecil, tidak memiliki alat peraba, dan tidak memiliki bintik mata.

Pada lapisan kulit terdapat bagian saraf dengan fungsi untuk menerima rangsangan. OligoChaeta bersifat hermaprodit/monoceus dengan perkembangbiakan secara generatif dengan perkawinan, dan secara vegetatif dengan regenerasi.

Terdapat Kitellum (Selzadel) yang berfungsi sebagai alat reproduksi. Selulosa Pada ruas 9-11 terdapat receptaculum seminis yang berfungsi sebagai penampung sel-sel spermatozoa.

Contoh Jenis OligoChaeta

  • Moniligaster houtenil (Cacing tanah sumatra)
  • Tubifex sp (Cacing air tawar/sutra), berperan sebagai indikator pencemaran air.
  • Lumbricus terestris, Pheretima sp (Cacing Tanah), berperan membantu aerasi tanah sehingga menyuburkan tanah
  • Perichaeta musica (C.Hutan)

Ciri – Ciri OligoChaeta

  1. Tidak mempunyai parapodia
  2. Mempunyai seta pada tubuhnya yang bersegmen
  3. Memiliki sedikit rambut
  4. Kepala berukuran kecil, tanpa alat peraba/tentakel dan mata
  5. Mengalami penebalan antara segmen ke 32-37, yang disebut dengan klitelum.
  6. Telur terbungkus oleh kokon Kultur Jaringan
    · Daya regenerasi tinggi
    · Hidup air tawar atau darat
    · Hermafrodit

Hirudenia

Hirudenia merupakan kelas filum Annelida yang tidak memiliki seta (rambut) dan tidak memiliki parapodium di tubuhnya. Tubuh Hirudinea yang pipih dengan ujung depan serta di bagian belakang sedikit runcing.

Di segmen awal dan akhir terdapat alat penghisap yang berfungsi dalam bergerak dan menempel. Gabungan dari alat penghisap dan kontraksi serta relaksasi otot adalah mekanisme pergerakan dari Hirudinea.

Kebanyakan dari Hirudinea merupakan ekstoparasit yang sering didapati di permukaan luar inangnya. Ukuran Hirudinea beragam dari 1-30 cm. Hirudinea hidup pada inangnya untuk menghisap darah dengan cara menempel.

Sebagian mereka membuat luka pada permukaan tubuh inang sehingga dapat menghisap darahnya, sedangkan sebagian lain mensekresikan suatu enzim yang dapat melubangi kulit, dan jika itu terjadi maka waktunya mensekresikan zat anti pembeku darah, kebanyakan tidak terasa saat kelas ini menempel pada inangnya karena ia menghasilkan suatu zat anastesi yang dapat menghilangkan rasa sakit. Jenis ini dikenal dengan sebutan lintah.

Contoh Jenis Hirudenia

  • Heaemodipso zeylanice (Pacet), hidup di darat, tempel lembab, dan menempel pada daun
  • Hirudo javanica (lintah yang terdapat di pulau jawa).
  • Dinobdelia Ferox (lintah yang terdapat di India)
  • Hirudo medicinalis (lintah), hidup di air tawar.

Ciri – Ciri Hirudenia

  • Tidak memiliki parapodia dan seta di segmen tubuhnya
  • Ukuran tubuh beragam mulai dari 1-30 cm.
  • Tubuhnya pipih dengan ujung anterior dan posterior yang meruncing.
  • Hidup air tawar, darat, dan air laut.
  • Memiliki zat antikoagulasi

Peranan dari Filum Annelida

Annelida memiliki beberapa peran yang dapat dimanfaatkan atau menguntungkan dan merugikan kehidupan manusia. Peran annelida adalah sebagai berikut.

Peranan Annelida yang Mengutungkan

  • Makanan manusia, karena cacing memiliki sumber protein yang berpotensi dimasukkan sebagai bahan makan manusia seperti halnya daging sapi dan ayam
  • Bahan baku ternak, memiliki kandungan protein, lemak dan mineral yang tinggi, cacing tanah dimanfaatkan sebagai makanan ternak misalnya unggas, udang, kodok, dan ikan.
  • Bahan baku obat, Cacing tanah dipercaya dapat meredakan demam, menurunkan tekanan darah, menyembuhkan bronchitis, reumatik sendi, sakit gigi dan tipus. Myriapoda
  • Bahan baku kosmetik, Cacing tanah diolah untuk dgunakan sebagai pelembab kulit dan bahan baku pembuatan lipstik.
  • Lintah digunakan untuk membersihkan nanah pada luka yang telah terinfeksi
  • Hirudin bermanfaat menyimpan darah untuk keperluan transfusi darah

Peranan Annelida yang Merugikan

  • Menimbulkan penyakit cacing pita, cacing darah, cacing hati, cacing perut, cacing kremi, cacing tambang, cacing filaria.
  • Menyebabkan anemia, seperti cacing darah, cacing tambang, pacet, dan lintah.

Demikian Pembahasan dari kami tentang Pengertian Anneilda : Ciri, dan Sistem Organ secara lengkap dan jelas, semoga bermanfaat Sobat WebChecKer.Me jangan lupa di share ya sobat.