Bentuk Tubuh Basidiomycota

2 min read

Tahapan reproduksi seksual pada Basidiomycotina

Pengertian Basidiomycota

Basidiomycota adalah takson dengan Kingdom Fungi yang termasuk spesies yang memproduksi spora dalam bentuk kubus yang disebut basidium. Secara esensial grup Ascomycota, mempunya 22,300 spesies.

Basidimycotina mempunyai bentuk uniseluler dan multiseluler dan dapat bereproduksi secara generatif dan vegetatif. Habitat mereka ada di terrestrial dan akuatik dan bisa dikarakteristikan dengan melihat basidia, mempunyai dikaryon. (Anonimmous, 2014)

Ciri – Ciri Basidiomycota

  1. Umumnya anggota basidiomycota berukuran makroskopis.
  2. Hyfanya bersekat.
  3. Memiliki tubuh buah (basidiokarp) berbentuk panjang, lembaran – lembaran yang berliku – liku atau bulat.
  4. Hidupnya saprofit, parasit, dan mutualisme.
  5. Perkembangbiakan secara aseksual (vegetatif) biasa dilakukan dengan konidium, pertunasan dan fragmentasi miselium dan secara seksual dengan basidiospora yang dibentuk oleh basidium.
  6. Miselia dikariotik berumur panjang.
  7. Memiliki tahapan diploid sementara.
  8. Habitat jamur yang saprofit pada sisa-sisa makhluk hidup misalnya serasah daun di tanah, merang padi dan pohon yang mati. Sedangkan jamur yang bersifat parasit hidup pada organisme inangnya seperti tumbuhan dan manusia. Jenis lainnya ada yang bersimbiosis dengan akar tumbuhan membentuk mikoriza. (Rudini, 2010)

Struktur dan Bentuk Tubuh Basidiomycota

Struktur morfologisnya yaitu sebagai berikut :

  1. Tudung (pileus), merupakan bagian yang ditopang oleh stipe dan di bagian bawahnya mengandung bilah-bilah. Pada jamur muda, pileus dibungkus oleh selaput (vileum universal) dan menjelang dewasa pembungkus tersebut akan pecah.
  2. Bilah (lamella/gills), merupakan bagian di bawah tudung berbentuk helaian berbilah-bilah.
  3. Tangkai tubuh buah (stipe) merupakan massa miselium yang sangat kompak dan tumbuh tegak
  4. Cincin atau Annulus, merupakan bagian yang melingkari tangkai yang berbentuk seperti cincin.
  5. Volva, merupakan bagian sisa pembungkus yang terdapat pada dasar tangkai. (Widayati, 2011)

Basidiomycota adalah jamur multiseluler yang hifanya bersekat. Hifa Basidiomycota memiliki sekat melintang, berinti satu (monokaiotik) atau dua (dikariotik). Miseliumnya berada pada substrat.

Dari hifa dikariotik dapat muncul tubuh buah berbentuk payung atau bentuk lain yang menjulang di atas substrat. (Supomo, 2007: 54)

Habitat Basidiomycota

Jamur Basidiomycotina umumnya hidup sebagai saprofit pada sisa-sisa makhluk hidup, misalnya serasah daun di tanah, merang padi, dan batang pohon mati.

Jamur yang parasit hidup pada organisme inangnya, misalnya tumbuhan dan manusia. Jenis lainnya ada yang bersimbiosis dengan akar tumbuhan membentuk mikoriza. (Rudini, 2010)

Reproduksi Basidiomycota

Reproduksi jamur ini terjadi secara aseksual maupun seksual. Reproduksi aseksual yaitu dengan cara membentuk spora konidia.

Seperti Zygomycotina dan Ascomycotina, reproduksi seksual Basidiomycotina terjadi melalui perkawinan antara hifa yang berbeda jenis menghasilkan spora seksual (spora generative), yaitu spora basidium (basidiospora).

Tahapan reproduksi seksual pada Basidiomycotina adalah sebagai berikut:

Tahapan Reproduksi Seksual Basidiomycotina
Tahapan Reproduksi Seksual Basidiomycotina

Penjelasan :

  • Hifa (+) dan hifa (-) yang berinti haploid (n) berkecambah dari basidiospora. Kedua hifa ini saling bersinggungan.
  • Plasmogami terjadi antara hifa (+) dan hifa (-) sehingga inti salah satu hifa pindah ke hifa lainnya membentuk hifa dengan dua inti haploid (n) yang berpasangan (dikariotik).
  • Hifa haploid dikariotik akan tumbuh menjadi miselium haploid dikariotik.
  • Miselium dikariotik tumbuh dan membentuk badan buah yang disebut basidiokarp.
  • Pada ujung-ujung hifa basidiokarp terjadi kariogami sehingga membentuk basidium yang berinti diploid (2n).
  • Inti diploid dalam basidium akan membelah secara meioisis menjadi empat inti yang haploid (n).
  • Basidium membentuk empat tonjolan yang disebut sterigma pada ujungnya.
  • Satu inti haploid pada basidium kemudian masuk ke dalam salah satu sterigma dan berkembang menjadi basidiospora.
  • Jika basidiospora terlepas dari basidium dan jatuh pada tempat yang sesuai, akan tumbuh menjadi hifa yang haploid.

Klasifikasi Basidiomycota

Filum basidiomycota dibagi ke dalam tiga kelompok utama, yaitu :

  • Urediniomycetes.
  • Hymenomycetes.
  • Ustilaginomycetes.

Jamur Basidiomycota dibagi menjadi Homobasidimycotina (jamur yang sebenarnya) dan Heterobasidiomycetes. Sedangkan Homobasidimycotina dibagi menjadi 3 subclass yaitu :

  • Hymenomycetes

Merupakan kelas terbesar dari Basidiomycota. Menghasilkan spora pada permukaan terbuka–melepaskan spora secara bertahap melalui struktur seperti pori-pori atau insang. Contoh:  Agaricales, dan Aphyllophorales.

  • Gasteromycetes

Menghasilkan spora pada permukaan tersembunyi, spora dilepaskan sesaat setelah penutupnya pecah. jamur ini menghasilkan basidiospores dalam basidiomata mereka, dimana spora benar-benar tertutup atau setidaknya merupakan bagian dari perkembangan mereka. Morfologi gasteroid basidioma telah berevolusi beberapa kali dalam basidiomycetes. Contoh: puffball dan earthstar Orde Lycoperdales dan dua stinkhorns dari Orde Phalales.

  • Heterobasidiomcetae

Menghasilkan spora di ujung benang mencolok. Mekanisme perkembangan jamur terus berlanjut untuk menjamin pembebasan spora yang efisien. Contoh: Jeli Jamur.

Beberapa contoh spesies dari Divisi Basidiomycota, antara lain:

  1. Puccinia graminis.
  2. Jamur Merang (Volcariella volvacea).
  3. Ustilago maydis.
  4. Jamur Kuping.
  5. Amanita muscaria. (Febricha, 2012)

Peranan Basidiomycota

Peranan Basidiomycota Yang Menguntungkan

  1. Sebagai bahan makanan, antara lain:
  • Jamur kuping (Auricularia polytricha).
  • Jamur merang (Volvariella volvacea).
  • Shitake (Lentinulla edodes).
  • Jamur tiram (Pleurotus).
  • Jamur klentos (Lycoperdon pretense).
  1. Sebagai obat atau makanan suplemen, antara lain:
  • Jamur kayu (Ganoderma apllanatum)

Peranan Basidiomycota Yang Merugikan

  • Jamur karat (Puccinia graminis) merupakan parasit pada daun tanaman pertanian dari tanaman famili Graminae misalnya jagung dan gandum.
  • Puchinia arachidis, parasit pada tanaman kacang tanah.
  • Ustilago maydis, parasit pada jagung Amanita ocreata dan Amanita phalloides, beracun dan mematikan jika dimakan.
  • Amanirta muscaria dapat menyebabkan halusinasi jika dimakan. Jamur ini mempunyai tubuh buah yang sulit di bedakan antara yang beracun dan yang tidak beracun.
  • Ustilago sp. (jamur api) yang menyerang ujung batang tebu memiliki spora bulat berwarna merah tua seperti api.
  • Puccinia sp. (jamur karat) miseliumnya masuk kedalam sel-sel daun yang di serangnya dan di atas daun terdapat kelompok spora yang berwarna merah kekuning-kuningan seperti karat. (Tri, 2011).

Demikian pembahasan dari kami tentang Pernanan Basidiomycota : Habitat dan Reproduksi secara lengkap semoga bermanfaat sobat WebCheker.Me jangan lupa di share