Pengertian Deuteromycota

4 min read

Deuteromycota Adalah

Jamur adalah keseluruhan bagian dari fungi: tubuh buah, dan bagian jaring-jaring di bawah permukaan tanah atau media mycelia yang tersusun dari berkas-berkas hifa.Struktur tubuh jamur tergantung pada jenisnya.

Pengertian Deuteromycota

Jamur Deuteromycota adalah jamur yang berkembang biak dengan konidia dan belum diketahui tahap seksualnya.

Tidak ditemukan askus maupun basidium sehingga tidak termasuk dalam kelas jamur Ascomycota atau Basidiomycota.

Oleh karena itu, jamur ini merupakan jamur yang tidak sempurna (jamur imperfecti).Selain dengan konidia, reproduksi jamur Deuteromycota secara aseksual juga dapat dilakukan dengan membentuk blastospora (berbentuk tunas) dan artrospora (pembentukan spora dengan benang-benang hifa).

Dengan demikian, beberapa jenis jamur yang belum diketahui alat reproduksi generatifnya dimasukkan ke dalam divisi Deuteromycota. Deutermycota atau the imperfect fungi tidak mengalami reproduksi seksual atau mereka menunjukkan tahap aseksual (anamorph) dari jamur yang memiliki tahap seksual (teleomorph).

Jamur Deuteromycota menyerupai Ascomycota (septanya sederhana). Jadi, kelompok jamur ini bisa dikatakan sebagai “keranjang sampah”, tempat sementara untuk menampung jenis-jenis jamur yang belum jelas statusnya.

Apabila pada penelitian berikutnya ditemukan cara reproduksi seksualnya, maka suatu jenis jamur anggota Deuteromycota akan bisa dikelompokkan ke dalam divisi Ascomycota atau divisi Basidiomycota.

Sebagai contoh jamur Monilia sitophila (jamur oncom), sebelum diketahui reproduksi seksualnya digolongkan pada Deuteromycota, tetapi sekarang setelah diketahui reproduksi seksualnya yaitu dengan menghasilkan askospora di dalam askus (peritesium), dikelompokkan ke dalam Ascomycota dan diganti dengan nama Neurospora sitophila atau Neurospora crassa.

Karakteristik Jamur Deuteromycota

Jamur Deuteromycota memiliki karakteristik sebagai berikut:

  1. Hifa bersekat
  2. Tubuh berukuran mikroskopis
  3. Bersifat multiseluler
  4. Tidak berklorofil
  5. Eukariotik
  6. Heterotrof
  7. Dinding sel tersusun atas zat kitin
  8. Tergolong kedalam fungi imperfect yang banyak menimbulkan penyakit pada tanaman budidaya dan manusia.
  9. Merupakan fingi yang tidak sempurna karena tidak memiliki askus/ basidium.
  10. Bersifat parasit pada ternak dan ada yang hidup saprofit pada sampah dan sisa-sisa makanan
  11. Reproduksi aseksual dengan konidium dan seksual belum diketahui
  12. Hidup didaratan dan tempat lembab.

Tabel  Perbedaan Divisi Jamur Deuteromycota

Tabel  perbedaan divisi jamur Deuteromycota dengan devisi jamur lainnya.

CATATAN ZIGOMYCOTA ASCOMICOTA BASIDIOMYCOTA DEUTEROMYCOTA
Alat reproduksi generatif/seksual Zigospora Ascospora Basidospora Tidak ada
Penghasil spora generatif Peleburan hifa yang berbeda muatan Askus Basidium Tidak ada
Jumlah spora generative 1 buah 8 buah 4 buah Tidak ada
Alat reproduksi vegetatif/aseksual Sporangiospora Konidiospora Konidiospora Konidiospora
Penghasil alat reproduksi aseksual Sporangium Konidium Konidium Konidium
Badan buah Tidak ada Askokarp Basidiokarp Tidak ada
Hifa Senositik/ tak bersekat Bersekat Bersekat Bersekat
Contoh ·      Rhyzopus oryzae ·      Penicillium notatum ·      Volvariella volvaceae ·    Epidermophyton floococcum
·      Rhyzopus stolonifer ·      Aspergillus wentii ·      Auricularia polythrica ·    Candida albicans
·      Mucor mucedo ·      Aspergillus flavus ·      Ganoderma aplanatum
·      Pilobolus sp ·     Neurospora crassa ·      Puccinia gramminis
·   Saccharomyces cereviceae ·      Amanita muscaria
·      Pleurotes sp

 

Klasifikasi Jamur Deuteromycota

Dikenal sekitar 15.000 jamur yang semuanya tidak melakukan reproduksi seksual. Kebanyakan Deuteromycota bersel banyak yang membentuk hifa tak bersekat, namun beberapa jenis merupakan organisme bersel tunggal yang membentuk pseudomiselium (miselium semu) pada kondisi lingkungan yang menguntungkan.

Pada jenis-jenis tertentu ditemukan hifanya bersekat dengan sel yang berinti satu, namun kebanyakan berinti banyak.

Deuteromycota berkembangbiak dengan membentuk spora aseksual melalui fragmentasi dan konidium yang bersel satu atau bersel banyak.

Klasifikasi Deutromycetes sangat rumit. Tidak adanya fase seksual pada fungi ini menyebabkan timbulnya berbagai kontroversi tentang bagaimana cara mengklasifikasikannya.

Deutromycotayang telah diketahui reproduksi seksualnya kemudian diklasifikasi ulang.Apabila membentuk askospora, maka dimasukkan kedalam Ascomycota dan bila membentuk Basidiospora dikelompokkan kedalam Basidiomycota.

Berdasarkan ciri-ciri morfologi konidia dan konidiomata yang dibentuknya, fungi ini dikelompokkan kedalam tiga kelas yaitu:

  1. Blastomycetes

Thalus blastomycetes mirip khamir dan tidak menghasilkan konidia. Contohnya Candida sp,Ccryptococus sp dan Torulopsis sp.

Anggota pada jamur ini dapat berparasit pada tubuh manusia, seperti infeksi yang terjadi melalui saluran pernafasan, menyerang pada kulit, paru-paru, organ vicera tulang dan sistem syaraf yang diakibatkan oleh jamur Blastomycetes Dermatitidis dan Blastomycetes brasieliensi.

  1. Coelomycetes

Spora atau konidia dibentuk dalam konidiomata dan biasanya berupa aservulus atau piknidium. Terbagi menjadi dua Ordo, yaitu:

  • Ordo Sphaeropsidales
  • Ordo Melanconiales
  1. Hypomycetes

Hypomycetes tidak membentuk konidiomata, konidia langsung dibentuk pada cabang hifa khusus. Terbagi menjadi dua ordo yaitu:

Ordo Moniliales

Cendawan yang berfungsi sebagai cendawan pathogen seranggan pada umumnya dari divisi Deuteromyceta, ordo Moniliales, famili Moniliaceae, seperti Beauveria bassinana, Metarhizium sp, Hirsutella citriformi, Nomuraea rileyi.

Cendawan mematikan hama dengan cara mengifeksi tubuh inang. Perkembangan infeksi sangat dipengarhi kondisi lingkungan (suhu dan kelembaban yang tinggi).Suhu optimum untuk pertumbuhan cendawan pathogen 23-25 ºC.

Beauveria Bassiana

Beauveria bassiana termasuk dalam golongan pathogen serangga ordo Monililes, famili Moniliaceae.Ciri-cirinya yaitu:

  • Cendawan berwarna putih, penyebaran spora melalui air atau terbawa angin.
  • Menginfeksi serangga melalui integument/jaringan lunak. Selanjutnya hifa tumbuh dari konidia dan merusak jaringan.
  • Cendawan tumbuh keluar dari tubuh inang pada saat cendawan siap menghasilkan spora untuk disebarkan.
  • Apabilakeadaan tidak mendukung, perkembangan cendawan hanya berlangsng didalam tubuh serangga tanpa keluar menembus integument.

Metarhizium sp

Metarhizium termasuk golongan pathogen serangga ordo Moniles, famili Moniliaceae. Ciri-cirinya yaitu:

  • Cendawan berwarna putih, penyebaran spora melalui air atau terbawa angin.
  • Spora menginfeksi tubuh serangga melalui integument/jaringan lunak.
  • Selanjutnya hifa tumbuh dari konidia dan merusak jaringan.
  • Cendawan berkembang membentuk hifa putih yang keluar dari tubuh inang pada saat cendawan siap menghasilkan spora untuk disebarkan.

Ordo Agonomycetales

Habitat dan Siklus Hidup Duuteomycota

Jamur ini bersifat saprofit di banyak jenis materi organik dan sebagian yang lain hidup sebagai parasit pada tanaman tingkat tinggi, dan perusak tanaman budidaya dan tanaman hias.

Jamur ini juga menimbulkan penyakit pada manusia, yaitu dematomikosis (kurap dan panu) dan menimbulkan pelapukan pada kayu.Contoh klasik jamur Deuteromycota adalah Moniliasitophila , yaitu jamur oncom.

Jamur Deuteromycota umumnya digunakan untuk pembuatan oncom dari bungkil kacang. Monilia sitophila juga dapat tumbuh dari roti , sisa- sisa makanan, tongkol jagung , pada tonggak – tonggak atau rumput sisa terbakar, konodiumnya sangat banyak dan berwarna jingga.

Sistem Reproduksi Jamur Deuteromycota

Jamur ini hanya diketahui cara reproduksi aseksualnya saja oleh karena itu sering disebut fungi imperfecti atau jamur tidak sempurna. Reproduksi aseksual jamur deuteromycota yaitu dengan cara pembentukan konidia.

Jamur ini bereproduksi secara aseksual dengan menghasilkan konidia atau menghasilkan hifa khusus yang disebut konidiofor.Kemungkinan jamur ini merupakan suatu peralihan jamur yang tergolong Ascomycota ke Basidiomycota tetapi tidak diketahui hubungannya.

Jika suatu jamur deuteromycota ini diketahui cara reproduksi seksualnya maka dimasukkan ke dalam kelompok jamur yang lain.

Contohnya Monilia sitophila, setelah diketahui reproduksi seksualnya dengan menghasilkan askospora, jamur ini dimasukkan ke dalam jamur Ascomycota dan diganti namanya menjadi Neurospora crassa (jamur oncom).

Fase pembiakan secara vegetatif pada Monilia sitophila  ditemukan oleh Dodge (1927) dari Amerika serikat, sedangkan fase generatifnya ditemukan oleh Dwidjoseputro (1961).

Setelah diketahui fase generatifnya, jamur ini dimasukkan ke dalam golongan Ascomycota dan diganti namanya menjadi Neurosora sitophila atauNeurosora crassa.

Perubahan pengelompokan jamur tersebut akan mengubah nama spesiesnya. Sebagai contoh adalah jamur oncom. Mula-mula, jamur ini digolongkan Deuteromycota dengan nama Monilia sitophila.

Namun, ketika Prof.  Dwidjoseputro (almarhum) dari IKIP Malang (sekarang Universitas Negeri Malang) melakukan penelitian, ternyata Monilia sitophilia dapat melakukan reproduksi seksual dan menghasilkan askus.

Oleh beliau jamur oncom dimasukkan ke dalam Ascomycota dan namanya berubah menjadi Neurospora sitophila. Lihat Gambar 1.9.

Beberapa jamur Deuteromycota lainnya yang diklasifikasi ulang menjadi Ascomycota antara lain jamur dari genus Aspergillus sp, Candidasp, dan Penicillium sp Oleh ahli mikologi, nama genus Aspergillussp diubah menjadi Eurotiumsp, Candida sp menjadi Pichia sp  dan Penicillium sp  menjadi Talaromyces sp.

Contoh lain jamur yang tidak diketahui alat reproduksi seksualnya antara lain Chladosporium sp, Curvularia sp, Gleosporium spdan  Diploriasp. Untuk memberantas jamur ini digunakan fungisida, misalnya Lokanol Dithane M-45 dan Copper Sandoz. (Campbell et al. 2005; Purves et al. 2004).

Peranan Jamur Deuteromycota

Dalam Peranan Jamur Deuteromycota dibagi menjadi 2, diantaranya sebagai berikut ini :

Peranan yang Menguntungkan

  • Monilia sitophila digunakan untuk pembuatan oncom.
  • Penicillium chrysogenum dan berperan dalam industri antibiotic
  • Penicillium notatum penghasil antibiotik penisilin
  • Penicillium roqueforti dan Penicillium camemberti sering digunakan dalam pembuatan keju.
  • Aspergillus niger untuk menjernihkan sari buah
  • Aspergillus oryzae digunakan untuk melunakkan adonan roti
  • Aspergillus wentii digunakan untuk pembuatan kecap, tauco, sake, dan asam oksalat.

Peran yang Merugikan

  1. Epidermophyton floocosum, menyebabkan kutu air.
  2. Epidermophytonmicrosporum, penyebab penyakit kurap.
  3. Melazasia fur-fur, penyebab panu.
  4. Altenaria sp, hidup pada tanaman kentang.
  5. Fusariumsp, hidup pada tanaman tomat.
  6. Trychophyton tonsurans, menimbulkan ketombe di kepala
  7. Sclerothium rolfsie, menyebabkan penyakit busuk pada tanaman
  8. Helminthosporium oryzae, menimbulkan noda berwarna hitam pada daun.
  9. Candida albicans, menyebabkan infeksi pada vagina.
  10. Chaclosporium sp, parasit pada buah-buahan dan sayuran
  11. Diplodiasp parasit pada tanaman jagung
  12. Verticillium sp banyak menyerang bibit tanaman.
  13. Epidermophyton sp,Microsporium sp, dan Trichophyton spmenyebabkan penyakit dermatofitosis (penyakit pada kulit, rambut, dan kuku) pada hewan dan manusia.
  14. Aspergillus spparasit yang menimbulkan penyakit aspergillosis yang menyerang paru-paru pada manusia, yaitu Aspergillus flavus. A. Fumigatus adalah penyebab infeksi saluran pernapasan.

Demikian pembahasan dari kami tentang Habitat, Sistem dan Siklus Hidup Duuteomycota secara lengkap dan jelas, semoga bermanfaat jangan lupa dis hare sobat WebChecKer.Me, Jangan lupa di share ya