Pengertian Echinodermata

11 min read

Klasifikasi Echinodermata

Pengertian Echinodermata

Echinodermata adalah invertebrata berkulit duri yang memuat bintang laut, bintang ular, bulu babi, teripang dan lilia laut. Walaupun mereka tidak mirip banyak dengan hewan vertebrata, perkembangan embrio Echinodermata sangat mirip dengan chordata pada tahap awalnya. Tahap larvanya adalah perenang bebas dan menunjukkan simetri bilateral yang habitatnya di perairan laut.

Echinonermata adalah binatang berkulit duri yang hidup di wilayah laut dengan jumlah lengan lima buah bersimetris tubuh simetris radial. Beberapa organ tubuh echinodermata sudah berkembang dengan baik. Misalnya teripang atau ketimun laut, bulu babi, bintang ular, dolar pasir, bintang laut, lilia laut. Hewan Echinodermata adalah komponen komunitas bentik di laut yang lebih menarik dan lebih memiliki nilai ekonomi. Lima kelas echinodermata ditemukan pada ekosistem laut di Indonesia. Dibawah ini urutan Echinodermata secara ekonomi.

  1. Asteroidea (Bintang Laut
  2. Ophiuroidea (Bintang Laut Ular)
  3. Echinoidea (Bulu Babi)
  4. Crinoidea (Lili Laut)
  5. Holothuroidea (Teripang Atau Timun Laut)

Ciri Phylum Echinodermata

  • Echinodermata Memiliki Lempeng

Echinodermata memiliki lempeng-lempeng dari zat kapur dengan duri-duri kecil sehingga hewan ini disebut hewan berkulit duri.

  • Ciri Khas Dari Echinodermata

Ciri khas dari Echinodermata ialah sistem pembuluh air, yaitu suatu jaringan saluran hidrolik yang bercabang menjadi penjuluran dan disebut kaki tabung (kaki ambulakral). Kaki tabung atau kaki ambulakral berfungsi untuk lokomosi, makan, dan pertukaran gas.

  • Ciri Tubuh

Ciri tubuh Echinodermata

  1. Tubuhnya berbentuk bilateral simetri, sedangkan setelah dewasa bentuk tubuhnya menjadi radial simetri dan memiliki tubuh (organ tubuh) lima atau kelipatannya.
  2. Tidak ada kepala.
  3. Tidak bersegmen.
  4. Tubuh memiliki banyak kaki tabung yang befungsi untuk bergerak dan menangkap makanan.
  5. Tubuh ditutupi oleh epidermis yang di sokong oleh skeleton yang tetap dan spina; meliputi ukuran, bentuk, struktur, dan fungsi tubuh berikut ini penjelasannya.
  6. Semua Echinodermata hidup di air laut.
  7. Tubuhnya berkembang dalam bidang lima antimere yang memancar dari sebuah cakram pusat dimana mulutnya berada di tengah.
  8. Bentuk tubuh Echinodermata ada yang seperti bintang, bulat, pipih, bulat memanjang, dan seperti tumbuhan.
  9. Tubuh terdiri dari bagian Oral (yang memiliki mulut) dan Aboral (yang tidak memiliki mulut).

Anatomi dan Struktur Tubuh

Anatomi

Badan berbentuk sebagai bintang dan terdiri atas :

  • Satu discus sentralis;
  • Lima radii.

Dataran yang biasanya disebelah bawah, dimana ditengah-tengah discus, terdapat mulut atau actinostoma, ialah dataran oral. Dataran yang disebelah atas disebut aboral.Skeleton terdiri atas laminae yang tersusun rapat. Laminae ini disebut juga ossicula. Mereka terletak diantara dua lapisan jaringan pengikat daidalam dinding badan.

Diantara isscula terdapat serabut-serabut otot. Diantara mereka juga terdapat pori kecil yaitu pori dermal. Pada dataran aboral, pada ossicula berpangkal spinae. Diantara spinae tersebut ada yang dapat digerakkan.

Pada dataran oral satu radius ada sulcus ambulacralis. Sulcus ambulacralis ini dibentuk oleh dua baris ossicula amburaclis. Satu ossiculum dari satu baris bersendi dengan satu ossulum dari baris yang lain sehingga besarnya sudut yang dibentuk oleh kedua ossicula itu dapat berubah.

Struktur Tubuh

Permukaan Echinodermata umumnya berduri, baik itu pendek tumpul atau runcing panjang. Duri berpangkal pada suatu lempeng kalsium karbonat yang disebut testa. Sistem saluran air dalam rongga tubuhnya disebut ambulakral.

Ambulakral berfungsi untuk mengatur pergerakan bagian yang menjulur keluar tubuh, yaitu kaki ambulakral atau kaki tabung ambulakral. Kaki ambulakral memiliki alat isap.


Cara Hidup Dan Habitat

Echinodermata merupakan hewan yang hidup bebas. Makanannya adalah kerang, plankton, dan organisme yang mati.Habitatnya di dasar air laut, didaerah pantai hingga laut dalam.


Sistem Reproduksi

Echinodermata bersifat dioseus bersaluran reproduksi sederhana. Echinodermata ada yang bersifat hermafrodit dan dioseus. Fertilisasi berlangsung secara eksternal. Zigot berkembang menjadi larva yang simetrisbilateral bersilia. Hewan ini juga dapat beregenerasi.

Reproduksi seksual pada anggota filum ini umumnya melibatkan hewan jantan dan betina yang terpisah (Dioecious) dan pembebasan gamet dilakukan di air. Hewan dewasa yang radial berkembang dari larva bilateral melalui proses metamorfosis.

  1. Reproduksi Seksual

Echinodermata menjadi dewasa seksual setelah sekitar dua sampai tigatahun, tergantung pada spesies dan kondisi lingkungan. Telur dan selsperma yang dilepaskan ke dalam air terbuka, di mana pembuahan terjadi. Pelepasan sperma dan telur dikoordinasikan temporal pada beberapa spesies, dan spasial pada orang lain. Fertilisasi internal saat ini telah diamati dalam tiga jenis bintang laut, tiga bintang rapuh danmentimun air dalam laut.

Dalam beberapa spesies bintang bulu, embriober kembang di tas pemuliaan khusus, dimana telur dimiliki hinggasperma dirilis oleh laki-laki terjadi untuk menemukan mereka dan pupuk isinya. Hal ini juga dapat ditemukan antara landak laut danteripang, di mana pameran merawat anak-anak mereka dapat terjadi,misalnya dalam beberapa spesies dolar pasir yang membawa anak mereka antara menusuk sisi lisan mereka, dan bulu babi hati memilikiruang penangkaran.

Dengan bintang mengular, ruang khusus dapatdikembangkan di dekat tas perut, di mana perkembangan anak mudaterjadi. Spesies teripang dengan perawatan khusus bagi keturunan mereka mungkin juga perawat muda di rongga tubuh atau pada permukaan mereka.

Dalam kasus yang jarang terjadi, pengembangan langsung tanpa harus melalui tahap larva bilateral dapat terjadi pada beberapa bintang laut  dan bintang rapuh.

Strategi lain yang telah berkembang dalam beberapa bintang laut dan bintang rapuh adalah kemampuan untuk bereproduksi secara aseksual dengan membagi dalam dua bagian sementara mereka remaja kecil, sementara beralih kereproduksi seksual ketika mereka telah mencapai kematangan seksual.

  1. Reproduksi Aseksual

Banyak binatang berkulit lunak memiliki kekuatan yang luar biasaregenerasi. Beberapa bintang laut yang mampu regenerasi senjata hilang. Dalam beberapa kasus, kehilangan lengan telah diamati untuk menumbuhkan bintang laut kedua lengkap.

Ketimun laut sering bagian pembuangan organ internal mereka jika mereka memandang bahaya. organ habis dan jarinagn dengan cepat diregenerasi landak laut terus kehilangan duri mereka melalui kerusakan semua bagian diganti beberapa populasi seastar dapat mereproduksi seluruhnya secara aseksual murni oleh penumpahan senjata untuk jangka waktu yang lama.

Sistem Gerak

Sistem ini berfungsi untuk bergerak, bernafas atau membuka mangsa. Pada hewan ini air laut masuk melalui lempeng dorsal yang berlubang-lubang kecil (madreporit) menuju ke pembuluh batu. Kemudian dilanjutkan ke saluran cincin yang mempunyai cabang ke lima tangannya atau disebut saluran radial selanjutnya ke saluran lateral.

Pada setiap cabang terdapat deretan kaki tabung dan berpasangan dengan semacam gelembung berotot atau disebut juga ampula. Dari saluran lateral, air masuk ke ampula. Saluran ini berkahir di ampula.

Jika ampula berkontraksi, maka air tertekan dan masuk ke dalam kaki tabung. Akibatnya kaki tabung berubah menjulur panjang. Apabila hewan ini akan bergerak ke sebelah kanan, maka kaki tabung sebelah kanan akan memegang benda di bawahnya dan kaki lainnya akan bebas.

Selanjutnya ampula mengembang kembali dan air akan bergerak berlawanan dengan arah masuk. Kaki tabung sebelah kanan yang memegang objek tadi akan menyeret tubuh hewan ini ke arahnya. Begitulah cara hewan ini bergerak. Di samping itu hewan ini juga bergerak dalam air dengan menggunakan gerakan lengan-lengannya.


Sistem Pencernaan Makanan

Sistem pencernaan makanan hewan ini sudah sempurna. Sistem pencernaan dimulai dari mulut yang posisinya berada di bawah permukaan tubuh. Kemudian diteruskan melalui faring, ke kerongkongan, ke lambung, lalu ke usus, dan terakhir di anus.

Anus ini letaknya ada di permukaan atas tubuh dan pada sebagian Echinodermata tidak berfungsi. Pada hewan ini lambung memiliki cabang lima yang masing-masing cabang menuju ke lengan. Di masing-masing lengan ini lambungnya bercabang dua, tetapi ujungnya buntu.

Sistem Pernafasan dan Ekskresi

  • Sistem Pernafasan

Echinodermata bernafas menggunakan paru-paru kulit atau dermal branchiae (Papulae) yaitu penonjolan dinding rongga tubuh (selom) yang tipis. Tonjolan ini dilindungi oleh silia dan pediselaria. Pada bagian inilah terjadi pertukaran oksigen dan karbondioksida.

Ada pula beberapa jenis Echinodermata yang bernafas dengan menggunakan kaki tabung. Sisa-sisa metabolisme yang terjadi di dalam sel-sel tubuh akan diangkut oleh Amoebacyte (sel-sel amoeboid) ke dermal branchiae untuk selanjutnya dilepas ke luar tubuh. Pertukaran gas terjadi melalui insang kecil yang merupakan pemanjangan kulit.

  • Sistem Ekskresi

Sistem ekskresi  tidak ada.


Sistem Peredaran Darah, Sistem Sirkulasi dan Sistem Saraf

  • Sistem Peredaran Darah

Sistem peredaran darah Echinodermata umumnya tereduksi, sukar diamati. Sistem peredaran darah terdiri dari pembuluh darah yang mengelilingi mulut dan dihubungkan dengan lima buah pembuluh radial ke setiap bagian lengan.

  • Sistem Sirkulasi

Sistem sirkulasi belum berkembang biak.

  • Sistem Saraf

Sistem saraf terdiri dari cincin saraf dan tali saraf pada bagian lengan-lengannya . Echinodermata tidak memiliki otak.


Klasifikasi Echinodermata

Filum Echinodermata umumnya terbagi menjadi 5 kelas, antara lain Asteroidea (bintang laut Ophiuroidea (bintang mengular), echinoidea (bulu babi dan dolar pasir), Crinoidea (lili laut dan bintang berbulu), serta Holothuroidea (timun laut atau teripang).

  1. Asteroidea (Bintang Laut)

Ciri – Ciri Umum Asteroidea

  1. Bentuk tubuh seperti bintang dan pentagonal.
  2. Bagian tubuh disebut discus sentralis dan 5 radii atau lengan.
  3. Pangkal lengan membesar yang makin kecil dan ujung meruncing;
  4. Setiap lengan terdapat lanjutan coelom dan alat-alat dalam ;
  5. Permukaan aboral ada spina (duri tumpul), yang disekitarnya ada papulae;
  6. Rahang dapat membuka dan menutup dan fungsi rahang untuk pembersih debris dan perangkap mikroorganisme
  7. Tentakel peraba pada tiap ujung lengan, sifatnya lunak dan berbintik matasensitive cahaya;
  8. Saluran pencernaan sempurna dan pendek;
  9. Respirasi dengan dermal branchia dan kaki tabung;
  10. Badan tiadmen dekat saluran cincin mulut membentuk sel amoebasit yangberfungsi membawa sisa metabolisme keluar tubuh;
  11. Sistem saraf terdiri atas cincin saraf dan tali- tali saraf

Struktur Tubuh dan Perananya :

  • Madreporit : merupakan lubang tempat masuknya air dari luar tubuh letaknya di sisi aboral , ini berbeda dengan Ophiuroidea yang berada di sisi oral
  • Saluran batu : saluran penghubung antara madreporit dengan salurang cincin
  • Saluran cincin : saluran yang melingkar yang bisa mengakses ke semua lengan
  • Saluran radial : saluran yang berasal dari saluran cincin meluas ke seluruh lengan , saluran ini dari saluran cincin berpencar ke tentakel masing masing
  • Saluran lateral : saluran yang berasal dari saluran radial yang mengalirkan air ke ampula
  • Ampula : suatu wadah menyerupai balon yang elastis , ketika terisi air akan membentuk tonjolan seperti kaki yang menyerupai tabung disebut kaki tabung
  • Kaki tabung : kaki yang terbentuk karena tekanan air di ampula sehingga kak bisa dipijakkan ke obyek sehingga bisa menggerakkan tubuhnya
  • Sistem ambulakral ini berfungsi untuk bergerak, bernafas atau membuka mangsa.
  • Stomach : sebagai alat pencernaan.
  • Mulut : tempat menyerap makanan terdapat dibawah , dilengkapi dengan gigi catut ( pedicellaria
  • Anus : mengeluarkan sisa makanan yang tidak tercerna, terdapat dibagian atas tubuhnya (sisi aboral)
  • Gonad : kelenjar kelamin yang berfungsi sebagai penghasil hormon kelamin.

Peran dalam Kehidupan

Sebagai detrivor yaitu pemakan materi organik ,herbivora, karnivora, kotoran dan bangkai laut. Sehingga laut menjadi bersih dan keseimbangan ekosistem terjaga.

Fisiologis

  1. Sistem pencernaan makanan mulut – kerongkongan lambung – ke cabang lengan – kantung pilorus – anus
  2. Sistem syaraf : cincin syaraf di mulut bercabang ke masing masing lengan
  3. Sistem Respirasi : menggunakan Branchia dermalis / papilla berupa kantong tipis ada di setiap kulit lengan berupa tonjolan
  4. Sistem ekskresi juga dikeluarkan lewat Branchia dermalis / Papulla
  5. Sistem Reproduksi Kawin, Dioceus Fertilisasi eksternal ovum keluar sejumlah 2,5 juta setiap 2 jam ketemu sperma di air

Bintang laut umumnya memiliki lima lengan, tetapi kadang-kadang lebih yang memanjang dari suatu cakram pusat. Permukaan bagian bawah lengan itu memiliki kaki tabung yang dapat bertindak seperti cakram untuk menyedot.

Bintang laut mengkoordinasi kaki tabung tersebut untuk melekat di batuan dan merangkak secara perlahan-lahan sementara kaki tabung tersebut memanjang, mencengkeram, berkontraksi, melemas, memajang, kemudian mencengkeram lagi. Bintang laut menggunakan kaki tabungnya untuk menjerat mangsanya seperti remis dan tiram.

Asteroidea merupakan spesies Echinodermata yang paling banyak jumlahnya, yaitu sekitar 1.600 spesies.Asteroidea juga sering disebut bintang laut.Contoh spesies ini adalah Acanthaster sp., Linckia sp., dan Pentaceros sp. Tubuh Asteroidea memiliki duri tumpul dan pendek. Duri tersebut ada yang termodifikasi menjadi bentuk seperti catut yang disebut Pediselaria.

Fungsi pediselaria adalah untuk menangkap makanan serta melindungi permukaan tubuh dari kotoran.Pada bagian tubuh dengan mulut disebut bagian oral, sedangkan bagian tubuh dengan lubang anus disebut aboral.Pada hewan ini, kaki ambulakral selain untuk bergerak juga merupakan alat pengisap sehingga dapat melekat kuat pada suatu dasar.

Anggota Asteroidea memiliki kemampuan regenerasi yang sangat besar.Setiap bagian lengannya dapat beregenerasi dan bagian cakram pusat yang rusak dapat diganti. Asteroidea merupakan hewan dioseus, organ kelamin berpasangan pada setiap lengan, dan fertilisasi terjadi di luar tubuh.

  1. Ophiuroidea (Bintang Ular Laut)

Ciri – Ciri Umum dari Kelas Ophiuroidea

  1. Tubuh pipih dengan discus sentralis bersegi lima atau bulat;
  2. Lengan biasanya lima, ramping, halus, sama besar dan fleksibel;
  3. Tidak ada lekuk ambulakral;
  4. Tidak ada pedicellaria;
  5. Larva pluteus yang berenang bebas;
  6. Sistem ambulakral : pedia tanpa ampula dan batil pengisap, lima pasang podia dekat mulut berguna untuk memasukkan makanan ke mulut

Siklus Hidup dan Reproduksi

Ophionereis reticulata menggunakan lengan mereka untuk bergerak.Mereka, tidak seperti bintang laut, bergantung pada kaki tabung.Bintang laut bergerak dengan menggerakan lengan mereka yang sangat fleksibel dan membuat mereka bergerak seperti ular.Pergerakan mereka mirip dengan hewan simetri bilateral.

Pernapasan dilakukan oleh 5 pasang kantong kecil yang bercelah di sekitar mulut, alat ini berhubungan dengan saluran alat reproduksi (gonad).

Sistem reproduksi Ophionereis reticulata yaitu generatif ( berumah dua, fertilisasi eksternal ). Jenis kelamin hewan ini terpisah. Hewan ini melepaskan sel kelamin ke air dan hasil pembuahannya akan tumbuh menjadi larva mikroskopis yang lengannya bersillia, disebut pluteus. Pleteus kemudian mengalami metamorfosis menjadi bentuk seperti bintang laut dan akhirnya menjadi bintang ular.

Ophiuroidea terdiri dari 2.000 spesies, contohnya adalah bintang ular (Ophiothrix).Ophiuroidea (dalam bahasa yunani, ophio = ular) berbentuk seperti asteroidea, namun lengannya lebih langsing dan fleksibel. Cakram pusatnya kecil dan pipih dengan permukaan aboral (dorsal) yang halus atau berduri tumpul.Ophiuroidea tidak memiliki pediselaria.Cakram pusat berbatasan dengan lengan-lengannya. Hewan ini pun juga dapat beregenerasi.

Bintang mengular memiliki cakram tengah yang jelas terlihat dari tangannya panjang sehingga memudahkannya bergerak. Kaki tabung (kaki ambulakral) tidak memiliki alat isap dan bintang mengular bergerak dengan mencambukkan lengannya. Beberapa spesies ophiuroidea merupakan hewan pemakan suspensi, dan yang lain adalah predator atau pemakan bangkai.

  1. Echinoidea (Bulu Babi)

Ciri – Ciri Umum dari kelas Echinodea (Bulu Babi)

  • Tubuhnya berbentuk bulat atau oval tanpa lengan;
  • Tubuh ditutupi oleh cangkang endoskeleton dari lempeng kalkareus yang rapat, tertutup pula oleh spina (duri) yang dapat digerakkan atau Permukaan tubuh hewan ini berduri panjang;
  • Podia (kaki tabung) keluar dari lubang dari lempeng ambulakral yang berfungsi untuk pergerakan;
  • Mulut di oral yang dikelilingi peristomium yang bersifat membrane;
  • Anus aboral dikelilingi periproct bersifat membrane;
  • Lekuk/celah ambulakral tidak ada;
  • Pedicellaria bertangkai dengan 3 japits

Reproduksi Echinoidea

Reproduksi echinoidea dengan fertilisasi eksternal dan bersifat hermafrodit. Telur echinoidea yang menetas akan berkembang menjadi larva yang disebut larva echinoploteus. Melimpahnya jumlah landak laur menandakan kondisi air yang tidak bagus.

Echinoidea berbentuk bola atau pipih, tanpa lengan. Echinoidea yang berbentuk bola misalnya bulu babi (diadema saxatile) dan landak laut (Arabcia punctulata). Permukaan tubuh hewan ini berduri panjang. Echinoidea memilki alat pencernaan khas, yaitu tembolok kompleks yang disebut lentera aristoteles.Fungsi dari tembolok tersebut adalah untuk menggiling makanannya yang berupa ganggang atau sisa-sisa organisme.

Echinoidea yang bertubuh pipih misalnya dolar pasir (Echinarachnius parma).Permukaan sisi oral tubuhnya pipih, sedangkan sisi aboralnya agak cembung.Tubuhnya tertutupi oleh duri yang halus dan rapat.Durinya berfungsi untuk bergerak, menggali, dan melindungi permukaan tubuhnya dari kotoran.Kaki ambulakral hanya terdapat di sisi oral yang berfungsi utuk mengangkut makanan.

Bulu babi (sea urchin) dan dolar pasir (sand dollar) tidak memiliki lengan, tetapi hewan dari kelas ini memiliki lima baris kaki ambulakral yang berfungsi untuk bergerak walaupun lambat. Bulu babi juga memiliki otot untuk memutar durinya yang panjang sehingga bulu babi dapat bergerak. Secara kasar, bulu babi berbentuk agak bulat, dan dolar pasir berbentuk seperti cakram dan pipih.

  1. Crinoidea ( Lili Laut)

Ciri – Ciri Umum dari Kelas Crinoidea

  1. Tubuh bentuk bunga lilia, hidup dilaut dalam dan dangkal;
  2. Tubuh terdiri atas mangkuk, disebut calyx, dan tutup oral atau disebut tegmen dan struktur bercabang lima atau kelipatannya;
  3. Mulut di sebelah anus;
  4. Lekuk ambulakral terbuka, ada madreporit, spina, dan pedicellaria;
  5. Lengan-lengan dapat digerakkan, umumnya bercabang-cabang, biasanya berjumlah lima atau sepuluh atau tanpa spina

Hewan ini berbentuk seperti tumbuhan.Crinoidea terdiri dari kelompok yang tubuhnya bertangkai dan tidak bertangkai.Kelompok yang bertangkai dikenal sebagai lili laut, sedangkan yang tidak bertangkai dikenal sebagai bintang laut berbulu. Contoh lili laut adalah Metacrinus rotundus dan untuk bintang laut berbulu adalah Oxycomanthus benneffit dan Ptilometra australis.

Lili laut menetap di kedalaman 100 m atau lebih. Sedangkan yang berbulu hidup di daerah pasang surut sampai laut dalam.Kedua kelompok tersebut memiliki oral yang menghadap ke atas.Lengannya yang berjumlah banyak mkengelilingi bagian kaliks (dasar tubuh).

Pada kaliks terdapat mulut dan anus. Jumlah lengan kelipatan lima dan mengandung cabang-cabang kecil yang disebut pinula. Sistem ambulakral tidak memiliki madreporit dan ampula. Crinoidea adalah pemakan cairan, misalnya zooplankton atau partikel makanan.

Habitat

Lili laut menempel ke substratum melalui sebuah batang. Lili laut merangkak dengan menggunakan lengannya yang panjang dan fleksibel. Sebagai suatu kelompok, anggota kelas crinoidea umumnya menggunakan lengannya yang berbulu untuk membantu proses memakan suspensi. Lengan itu terdapat di sekeliling mulut, tetapi mengarah ke atas sehingga menjauhi substratum. Crinoidea merupakan suatu kelas purba dari filum Echinodermata yang tidak berubah selama evolusinya.

  1. Holothuroidea (Teripang / Timun Laut)

Ciri – Ciri Umum dari Kelas Crinoidea Holothuroidea

  • Tubuh simetri bilateral, biasanya memanjang;
  • Mulut terletak pada satu ujung dan anus pada ujung lain (posterior);
  • Dekat mulut ada tentakel;
  • Tidak ada spina (duri) dan pedicellaria;
  • Podia (kaki tabung) ada, untuk pergerakan;
  • Jenis kelamin terpisah;
  • Respirasi dengan pohon respirasi;
  • Saluran pencernaan berbentuk panjang dan berliku- liku;
  • Kelenjar gonat berupa berkas tubulus tunggal atau berpasangan;
  • Bergerak dengan bantuan kaki buluh dan kontraksi otot .
  • Tidak memiliki lengan .

Bagian Tubuh Teripang dan Fungsinya

  1. Tentakel : berfungsi sebagai alat gerak ,merasa, memeriksa dan alat penagkap mangsa.
  2. Stomach/perut : sebagai alat pencernaan
  3. Gonad : kelenjar kelamin yang berfungsi sebagai penghasil hormon kelamin.
  4. Saluran kelamin : Berfungsi sebagai saluran menuju gonad.
  5. Madreporit : Lempeng tali lapisan pada ujung saluran air.
  6. Esofagus : saluran di belakang rongga mulut berfungsi menghubungkan rngga mulut dan lambung.
  7. Dorsal mesentery : berfungsi sebagai pembungkus usus dan menggantungnya ke dinding tubuh pinggang.
  8. Anus : mengeluarkan sisa metabolisme pada teripang
  9. Cloaca : sebagai alat pencernaan.
  10. Intestin : sebagai alat pencernaan yang letaknya di antara pilorus hingga usus.

Holothuroidea dikenal dengan nama timun laut atau teripang.Contoh hewan ini adalah Cucumaria sp., Holothuria sp., dan Bohadschia argus.Hewan ini tidak berlengan dan anus terdapat pada kutub yang berlawanan dari tubuhnya.Daerah ambulakral dan inter-ambulakral tersusun berselang-seling di sepanjang tubuhnya.Alur ambulakral tertutup, madreporit terdapat di rongga tubuhnya.

Sebagian kaki ambulakral termodifikasi menjadi tentakel oral.Sistem respirasinya disebut pohon respirasi, karena sistem tersebut terdiri dari dua saluran utama yang bercabang pada rongga tubuhnya.Keluar dan masuknya air melalui anus.

Apabila dilihat secara sepintas, timun laut yang merupakan salah satu anggota filum Echinodermata tidak terlihat mirip dengan hewan Echinodermata lainnya. Anggota kelas ini umumnya tidak memiliki duri dan endoskeleton yang keras sangat tereduksi. Tubuh ketimun laut memanjang sepanjang sumbu oral-aboral sehingga memberikan bentuk ketimun seperti namanya.

Namun demikian, setelah diteliti lebih lanjut ternyata di tubuhnya terdapat lima baris kaki tabung (kaki ambulakral) yang merupakan sistem pembuluh yang hanya terdapat pada hewan Echinodermata. Kaki tabung (kaki ambulakral) yang terdapat di sekitar mulut kemudian dikembangkan menjadi tentakel untuk makan.


Peran Echinodermata bagi Manusia

Keuntungan dan Kerugian Phylum Echinodrmata, Dalam Hal ini keuntungan dan kerugian dari  Phylium Echinodermata Sebagai berikut ini :

Peran Echinodermata Bagi Kehidupan
Peran Echinodermata Bagi Kehidupan

Keuntungan Phylum Echinodrmata

Berikut keuntungan hewan ini bagi manusia dan ekosistem laut  yaitu:

  1. Telur landak laut (Arbacia punctulata) yang banyak dikonsumsi di jepang
  2. Keripik dari timun laut yang banyak dijual di Sidoarjo, Jawa timur;
  3. Mentimun laut setelah dikeringkan dijadikan bahan sup atau dibuat
  4. Kerupuk
  5. Telur bulu babi dapat dimakan
  6. Bahan penelitian mengenai fertilisasi dan perkembangan awal. Para
  7. Ilmuwan biologi sering menggunakan gamet dan embrio landak laut;
  8. Sebagai pembersih pantai.
  9. Bahan penelitian mengenai fertilisasi dan perkembangan awal. Para lmuwan biologi sering menggunakan gamet dan embrio landak laut.
  10. Misalnya telur landak laut yang banyak dikonsumsi di Jepang dan keripik timun laut yang banyak dijual di Sidoarjo, Jawa Timur.
  11. Bahan penelitian mengenai fertilisasi dan perkembangan awal. Para ilmuwan biologi sering mengggunakan gamet dan embrio landak laut. Namun, bintang laut sering dianggap merugikan oleh pembudidaya tiram mutiara dan kerang laut karena merupakan predator hewan-hewan budidaya tersebut.
  12. Bulu babi dapat diambil gonadnya untuk dikonsumsi. Jepang memiliki peternakan bulu babi yang luas. Di wilayah Indonesia, terdapat di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Kendari.
  13. Holothuria (mentimun laut) diperdagangkan sebagai teripang kering atau kerupuk teripang. Hongkong merupakan pusat perdagangan teripang dunia. Di negeri China, mentimun laut dikeringkan dan dimanfaatkan sebagai bahan obat-obatan.
  14. Echinodermata memakan bangkai-bangkai, sehingga pantai menjadi bersih

Kerugian Phylum Echinodrmata

Adapun kerugian yang ditimbulkan akibat adanya hewan-hewan Echinodermata yaitu:

  • Dianggap merugikan oleh pembudidaya tiram mutiara dan kerang laut karena bintang Echinodermata merupakan predator hewan-hewan budidaya tersebut.
  • Bintang laut sering memakan kerang mutiara di tempat budidaya kerang mutiara.
  • Achanbasther merupakan hama pada terumbu karang, karena memakan polip Coelenterata
  • Bulu babi dan landak laut bisa sangat merugikan bagi para turis yang ingin menikmati olahraga air, karena duri bulu babi dan landak laut yang beracun bisa menyebabkan kematian jika tidak ditangani secara cepat.
  • Juga ada diantara jenis bintang laut yang memakan binatang karang sehingga banyak yang mati dsb.

Demikian materi dari kami tentang Echinodrmata : Pengertian, Klasifikasi, Peranan dan Manfaat Bagi Manusia terima kasih sudah berkunjung di WebCheker.Me Jangan lupa di share ya sobat