Ciri Tumbuhan Lumut (Bryophyta)

3 min read

Siklus Hidup Lumut Bryophyta

Pengertian Tumbuhan Lumut (Bryophyta)

Lumut merupakan kelompok tumbuhan yang telah beradaptasi dengan lingkungan darat. Kelompok tumbuhan ini penyebarannya menggunakan spora dan telah mendiami bumi semenjak kurang lebih 350 juta tahun yang lalu. Pada masa sekarang ini Bryophyta dapat ditemukan disemua habitat kecuali di laut (Gradstein,2003).

Dalam skala evolusi lumut berada diantara ganggang hijau dan tumbuhan berpembuluh (tumbuhan paku dan tumbuhan berbiji). Persamaan antara ketiga tumbuhan tersebut adalah ketiganya mempunyai pigmen fotosintesis berupa klorofil A dan B, dan pati sebagai cadangan makanan utama (Hasan dan Ariyanti, 2004).

Ciri-Ciri Tumbuhan Lumut (Bryophyta)

  • Dapat berfotosintesis, merupakan tumbuhan yang eukariotik dan multiseluler
  • Tidak memiliki akar, batang, dan daun sejati (talu)
  • Struktur tubuhnya masih sederhana sehingga tidak memiliki berkas pembuluh angkut (xylem dan floem)
  • Lumut umumnya merupakan tumbuhan kecil, biasanya hanya beberapa mm sampai beberapa cm saja.
  • Ukuran tinggi tubuh ± 20 cm.
  • Mengalami pergiliran keturunan dari gametofit ke sporofit yang disebut metagenesis
  • Reproduksi secara seksual dan aseksual (spora)
  • Habitatnya di berbagai tempat, yang hidup pada daun-daun disebut sebagai epifit (organism yang hidup menempel pada tumbuhan lain). jika pada hutan banyak pohon epifit maka hutan demikian disebut hutan lumut.
  • Tumbuhan lumut berwarna hijau karena mempunyai plastida yang menghasilkan klorofil a dan b sehingga lumut bersifat autotrof. Tumbuhan lumut merupakan bentuk peralihan antara tumbuhan bertalus (talofita) dengan tumbuhan berkormus (kormofita). Karena tumbuhan lumut belum memiliki akar sejati.
  • Lumut melekat dengan perantaraan rhizoid (akar semu). Rizoid berbentuk seperti benang /rambut untuk melekat pada tempat tumbuhnya dan menyerap air dan garam-garam mineral.
  • Dinding sel lumut terdiri dari selulosa
  • Spora lumut tumbuh dan berkembang menjadi protonema (filament yang berwarna hijau)
  • Kromosom tumbuhan lumut bersifat haploid.
  • Batang dan daun tegak pada lumut memiliki susunan yang berbeda.
  • Lapisan lumut yang tebal dipermukaan batang dapat membantu menangkap dan menyimpan air serta menjaga kelembaban hutan.

Cara Hidup dan Habitat Lumut (Bryophyta)

Lumut merupakan tumbuhan yang memiliki klorofil sehingga dapat berfotosintesis dimana sebagian besar lumut adalah tumbuhan terestrial atau hidup didaratan.

Lumut sangat mudah ditemukan diberbagai tempat tertutama di tempat yang lembab (higrofit), baik itu ditanah, tembok, bebatuan lapuk, dan menempel atau epifit di kulit pohon, namun ada juga lumut yang hidupnya di air yang dikenal dengan hidrofit.

Contoh lumut yang hidup di air adalah Ricciocarpus natans. Lumut yang hidup ditempat yang lembap dan teduh akan tumbuh subur dan tampak sebagai hamparan hijau.

Klasifikasi Tumbuhan Lumut (Bryophyta)

Divisio tumbuhan lumut dibagi menjadi beberapa kelas, yaitu:

  • Musci (lumut daun)

Disebut lumut daun karena pada jenis lumut ini telah ditemukan daun meskipun ukurannya masih kecil. Lumut daun merupakan jenis lumut yang banyak dijumpai sehingga paling banyak dikenal. Contoh-contoh spesiesnya adalah Polytrichum juniperinum, Furaria, Pogonatum cirratum, dan Sphagnum.

  • Hepaticae (lumut hati)

Lumut hati atau Hepaticae dapat bereproduksi secara seksual dengan peleburan gamet jantan dan betina, secara aseksual dengan pembentukan gemmae. Contohnya adalah Marchantia polymorpha.

  • Anthocerotaceae (lumut tanduk)

Disebut sebagai lumut tanduk karena morfologi sporofitnya mirip seperti tanduk hewan. Contohnya adalah Anthoceros leavis.

Morfologi bervariasi. Ada 2 tipe lumut hati yaitu lumut hati bertalus (thallose liverwort) dan lumut hati berdaun (leafy liverwort). Lumut hati melekat pada substrat dengan rhizoid uniselluler (Hasan dan Ariyanti, 2004).  Pada kebanyakan lumut thalloid selain rhizoid juga dijumpai sisik-sisik.

Sporofit pada kelompok lumut ini hidupnya hanya sebentar, lunak dan tidak berklorofil. Spora yang telah masak dikeluarkan dari kapsul dengan cara kapsul pecah menjadi 4 bagian memanjang atau lebih (Gradstein, 2003)

Struktur Tubuh Tumbuhan Lumut (Bryophyta)

Bryophyta memiliki struktur tubuh sebagai berikut:

  • Sel – sel penyusun tubuhnya telah memiliki dinding sel yang terdiri dari selulosa.
  • Pada semua tumbuhan yang tergolong lumut terdapat persamaan bentuk susunan gametangiumnya (anteredium maupun arkegonium) terutama susunan arkegoniumnya, mempunyai susunan yang khas yang sering kita jumpai pada tumbuhan paku (pteridophyta).
  • Batang dan daun pada tumbuhan lumut yang tegak memiliki susunan yang berbeda-beda, jika batangnya dilihat secara melintang tampak bagian-bagian sebagai berikut: a) Selapis sel kulit, beberapa sel diantaranya memanjang membentuk rizoid – rizoid epidermis. b) Lapisan kulit dalam yang tersusun atas beberapa lapisan sel dinamakan korteks. c) Silinder pusat terdiri dari sel-sel parenkimatik yang memanjang dan berguna untuk mengangkut air dan garam-garam mineral (makanan). Jadi pada tumbuhan lumut belum terdapat floem maupun xylem.
  • Daun lumut umumnya setebal satu lapis sel, kecuali ibu tulang daun, lebih dari satu lapis sel. Sel–sel daun kecil , sempit panjang dan mengandung kloroplas yang tersusun seperti jala.
  • Pada tumbuhan lumut hanya terdapat pertumbuhan memanjang dan tidak ada pertumbuhan membesar.
  • Rizoid tampak seperti rambut / benang-benang , berfungsi sebagai akar untuk melekat pada tempat tumbuhnya dan menyerap air serta garam-garam mineral (makanan).
  • Struktur sporofit (sporogonium) tubuh lumut terdiri atas:
Vaginula Kaki yang diselubungi sisa dinding arkegonium.
Seta atau Tangki Tangkai pada tumbuhan lumut
Apofisis Ujung seta yang agak melebar yang merupakan peralihan antara seta dan kotak spora
Kaliptra atau Tudung  Berasal dari dinding arkegonium sebelah atas menjadi tudung kotak spora.
Kolumela Jaringan yang tidak ikut mengambil bagian dalam pembentukan spor

Reproduksi Tumbuhan Lumut

Pada tumbuhan lumut terjadi reproduksi secara aseksual atau vegetatif dan seksual atau generatif.

  • Reproduksi Aseksual

Pembentukan Spora melalui pembelahan mitosis sel induk sporda di dalam sporangium (kotak spora). Spora lalu tumbuhan menjadi gametofit. Pada lumut hati, reproduksi secara aseksual dapat dilakukan dengan pembentukan gemmae cup (piala tunas) dan fragmentasi (pemutusan sebagian tubuhnya).

  • Reproduksi Seksual

reproduksi seksual terjadi melalui fertilisasi ovum oleh spermatozoid yang menghasilkan zigot. Zigot tersebut akan tumbuhan menjadi sporofit. Sporofit berumur pendek yaitu sekitar 3-6 bulan.

Reproduksi aseksual dan seksual berlangsung secara bergantian melalui pergiliran keturunan.

Manfaat atau Peranan Tumbuhan Lumut (Bryophyta)

Tumbuhan lumut dalam beberapa jenis tumbuhan memiliki manfaat atau peranan tumbuhan lumut bagi kehidupan manusia. Manfaat Tumbuhan Lumut (Bryophyta) adalah sebagai berikut.

  • Sebagai obat hepatitis (Marchantia Polymorpha)
  • Bahan pembalut dan bahan bakar (Spagnum)
  • Sebagai penahan erosi,
  • Sebagai penyedia sumber air pada saat musim kemarau
  • Sebagai penyedia oksigen untuk lingkungannya
  • Sebagai obat antiseptik (frullania tamarisci jenis lumut hati)
  • Mengandung senyawa yang dapat mengobati penyakit jantung (Cratoneuron filicinun jenis lumut daun)
  • Membantu pertumbuhan rambut (Fissidens japonicum jenis lumut daun)
  • Membantu mengobati penyakit pneumonia (Haplocaldium catillatum jenis lumut daun)
  • Sebagai antibakteri, antikanker, mengobati luka bakar dan luka luar (Conocphalum conicum jenis lumut hati)
  • Mengobati tekanan darah tinggi dan sebagai obat bius (Rhodobryum giganteum jenis lumut daun)

Demikian pembahasan dari kami tentang Tumbuhan Lumut (Bryophyta) Semoga bermanfaat, jangan lupa dishare sobat WebCheker.Me