Kelebihan dan Kekurangan Debat

4 min read

Kelebihan dan Kekurangan Debat

Pengertian Debat

Berdasarkan beberapa kajian dan kasus yang dihadapi pada berbagai kondisi, dapat disimpulkan bahwa debat memiliki pengertian sebagai berikut:

  • Debat adalah kegiatan argumentasi antara dua pihak atau lebih, baik secara individual maupun kelompok dalam mendiskusikan dan memecahkan suatu masalah. Debat dilakukan menuruti aturan-aturan yang jelas dan hasil dari debat dapat dihasilkan melalui voting atau keputusan juri
  • Debat adalah suatu diskusi antara dua orang atau lebih yang berbeda pandangan, dimana antara satu pihak dengan pihak yang lain saling menyerang (opositif).
  • Debat terjadi dimana unsur emosi banyak berperan. Pesertanya kebanyakan hanya hendak mempertahankan pendapat masing-masing dibandingkan mendengar pendapat dari orang lain dan berkehendak agar peserta lain menyetujui pendapatnya. Oleh karena itu, dalam debat terdapat unsur pemaksaan kehendak.
  • Debat adalah aktivitas utama dari masyarakat yang mengedepankan demokratik.
  • Sebuah kontes antara dua orang atau grup yang mempresentasikan tentang argumen mereka dan berusaha untuk mengembangkan argumen dari lawan mereka.

Metode Pembelajaran Debat

Pada tingkat sekolah menengah atas, pola pikir siswa harus mulai dibangun membentuk karakter yang kritis dan cepat tanggap terhadap permasalahan yang terjadi di sekitarnya.

Biasanya, ketika siswa diajak memecahkan suatu kasus permasalahan yang menuntut sebuah keputusan untuk diambil, akan terbagi menjadi 3 buah kubu.

Siswa kubu pendukung suatu keputusan (biasanya disebut kelompok Pro), siswa kubu penolak (kelompok Kontra), dan kubu netral yang mengambil sikap “cari aman” dengan tidak memilih pihak manapun.

Dengan pembelajaran metode debat, siswa dibentuk menjadi hanya dua jenis kelompok yaitu Pro dan Kontra. Berikut ini adalah langkah-langkah debat yang biasanya diterapkan di kelas dalam lingkup sekolah menengah atas:

  1. Guru membagi siswa menjadi dua kelompok peserta debat, yang satu pro dan yang lainnya kontra.
  2. Guru memberikan tugas untuk membaca materi yang akan diperdebatkan oleh kedua kelompok di atas.
  3. Setelah selesai membaca materi, guru menunjuk salah satu anggota kelompok pro untuk berbicara saat itu, kemudian setelah selesai ditanggapi oleh kelompok kontra. Demikian seterusnya sampai sebagian besar siswa bisa mengemukakan pendapatnya.
  4. Sementara siswa menyampaikan gagasannya, guru menulis inti/ide-ide dari setiap pembicaraan sampai mendapatkan sejumlah ide yang diharapkan.
  5. Guru menambahkan konsep/ide yang belum terungkapkan.
  6. Dari data-data yang diungkapkan tersebut, guru mengajak siswa membuat kesimpulan/rangkuman yang mengacu pada topik yang ingin dicapai.

Dengan adanya acuan teknis diatas, dapat dilihat bahwa model debat mengadopsi gabungan dari beberapa metode pembelajaran seperti Diskusi, Ceramah, dan Pembelajaran Kooperatif.

Kelebihan dan Kekurangan Debat

Kelebihan Pembelajaran Debat

Beberapa kelebihan dari model pembelajaran debat diantaranya adalah:

  • Memantapkan pemahaman konsep siswa terhadap materi pelajaran yang telah diberikan.
  • Melatih siswa untuk bersikap kritis terhadap semua teori yang telah diberikan.
  • Melatih siswa untuk berani mengemukakan pendapat.

Kekurangan  Pembelajaran Debat

Selain itu juga terdapat kekurangan dalam model pembelajaran debat, diantaranya adalah:

  1. Ketika menyampaikan pendapat saling berebut.
  • Terjadi debat kusir yang tak kunjung selesai bila guru tidak menengahi.
  • Siswa yang pandai berargumen akan slalu aktif tapi yang kurang pandai berargumen hanya diam dan pasif.
  1. Perlunya tema yang mudah dipahami oleh siswa.
  2. Tema haruslah dapat diperdebatkan.
  3. Perataan siswa dalam kelompok terkadang tidak heterogen.

Efektivitas Metode Debat Dalam Meningkatkan Partisipasi Siswa

Pembentukan pola pikir kritis dan kerja sama antar kelompok dapat lebih ditingkatkan dengan menerapkan model pembelajaran debat di kelas.

Kelebihan model ini lebih banyak mengeksplorasi kemampuan siswa dari segi intelektual dan emosi siswa dalam kelompok kerjanya, sehingga pembentukan kerja sama antarsiswa, pola pikir kritis, dan pemahaman etika dalam berpendapat dapat diperoleh dalam pembelajaran di kelas.

Namun disamping berbagai kelebihan yang diberikan oleh model pembelajaran debat ini, ada beberapa kekurangan yang memerlukan peran dari seorang guru untuk mereduksinya.

Beberapa hasil penelitian menunjukkan efektivitas metode pembelajaran debat dalam meningkatkan partisipasi siswa.

Diantaranya: Febrina, Robylia (2007) dalam penelitiannya menyatakan bahwa pendekatan DD/CT menggunakan metode debat secara formal dapat mengoptimalkan partisipasi dan pemahaman bioetika materi hereditas pada siswa kelas XII IPA SMAN 11 Banjarmasin tahun pelajaran 2007/2008.

Begitu pula dengan hasil penelitian Zaini dkk (2006) menyatakan bahwa metode debat secara formal  dapat mengoptimalkan pemahaman bioetika pada pembelajaran materi kesehatan reproduksi pada siswa kelas XII MAN 1 Banjarmasin.

Dilihat dari hasil kedua penelitian tersebut terlihat bahwa tidak semua materi pembelajaran cocok dapat meningkatkan partisipasi dan pemahaman bioetika siswa.

Oleh karena itu, tema/materi pembelajaran harus dipilih sedemikian rupa sehingga debat yang terjadi dapat menimbulkan interaksi positif di dalam kelas dan menarik untuk siswa yang melaksanakannya.

Perbedaan Diskusi dan Debat

  1. Diskusi

Diskusi adalah metode untuk memecahkan permasalahan dengan proses berpikir secara berkelompok atau bersama-sama sehingga menghasilkan penyelesaian atau penjelasan secara mufakat.

Diskusi dilakukan dengan cara para peserta mengutarakan pendapatnya tentang permasalahan yang dibahas, kemudian dilakukan proses berpikir bersama-sama, sehingga tercapailah suatu kesimpulan secara mufakat.

Tujuan dalam  berdiskusi mencari penyelesaian suatu masalah dan penyamaan persepsi, sehingga akan diperoleh kesimpulan melalui jalan mufakat.

Selain itu, diskusi bertujuan untuk menghasilkan ide-ide dan memperoleh informasi serinci mungkin melalui pendapat yang dikemukakan oleh peserta diskusi.

Ciri – Ciri  Diskusi

  • Tidak adanya pihak pro dan kontra
  • Bertujuan untuk memecahkan masalah secara bersama-sama, sehingga diperoleh kesimpulan secara mufakat.
  • Adanya forum terbuka untuk melakukan sesi tanya jawab yang bertujuan untuk memperoleh informasi tambahan.
  • Hasil diskusi diperoleh melalui musyawarah mufakat.
  • Adanya moderator atau ketua diskusi yang berperan sebagai pengontrol jalannya diskusi agar diskusi tertib dan tidak keluar dari tema diskusi.

Etika Diskusi

  • Mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya dengan cara memperdalam bahan-bahan atau materi yang didiskusikan
  • Berbahasa yang baik, benar dan komunikatif
  • Tetap pada tema, jangan keluar dari persoalan yang didiskusikan
  • Tanyakan hal yang kurang jelas

Contoh Diskusi

Diskusi umumnya dilakukan di sekolahan, yaitu di kegiatan pembelajaran. Berikut ini adalah gambaran dari sebuah diskusi yang dilakukan siswa A kelas 2 SMP setelah menyaksikan rekaman drama, kemudian guru meminta siswa-siswa di kelas tersebut untuk mendiskusikan tema drama tersebut.

Alifia: ” Setelah mendengar pendapat teman-teman, saya cenderung menyatakan tema drama ini adalah masalah keadilan dan kebenaran”. Secara lengkap dapat diuraikan  bahwa dalam sebuah negara harus ada pemimpin yang jujur, adil, serta berani menentang kejahatan. ”

Joko: “Saya sependapat dengan Saudari Alifia. Namun, saya ingin menambahkan bahwa tema yang ditampilkan ternyata mencakup juga masalah sosial.”

Moderator: “Terima kasih Saudari Alifia dan Saudara Joko. Saya kira kita sudah sependapat menentukan tema drama tersebut. Jadi, kesimpulan tema drama tersebut adalah keadilan, kebenaran, dan masalah sosial dalam negara.

  1. Debat

Debat adalah kegiatan adu argumentasi antara pihak yang berpandangan affirmatif (mendukung topik) dan negatif (tidak mendukung topik), baik secara perorangan maupun kelompok, terhadap permasalahan yang dibahas, sehingga salah satu pihak dapat memperoleh kemenangan.

Debat dilakukan menuruti aturan-aturan yang jelas dan hasilnya diperoleh melalui voting atau keputusan juri. Tujuan berdebat adalah salah satu pihak berhasil memperoleh kemenangan melalui  adu argumentasi.

Tiap-tiap pihak saling menyampaikan argumennya disertai dengan bukti yang mendukung, sehingga pihak tersebut mampu menguatkan pendapatnya dan mematahkan pendapat lawan.

Ciri – Ciri Debat

  • Terdapat dua sudut pandang, yaitu affirmatif (pihak yang menyetujui topik) dan negatif (pihak yang tidak menyetujui topik)
  • Adanya suatu proses saling mempertahankan pendapat antara kedua belah pihak
  • Adanya saling adu argumentasi yang tujuannya untuk memperoleh kemenangan
  • Hasil debat diperoleh melalui voting atau keputusan juri
  • Sesi tanya jawab bersifat terbatas dan bertujuan untuk menjatuhkan pihak lawan
  • Adanya pihak yang berperan sebagai penengah yang biasanya dilakukan oleh moderator

Etika Berdebat

  • Dalam berdebat, harus diperhatikan beberapa etika, yaitu:
  • Berfikir logis dan memiliki pengetahuan yang mendukung permasalahan yang dibahas dalam debat
  • Mampu berbahasa dengan baik, benar dan komunikatif serta tanggap terhadap respon yang diterima
  • Dilarang menyangkut pautkan pembahasan dengan SARA

Contoh Debat

Dalam ruang sidang, kita bisa melihat bagaimana jaksa dan pembela saling berdebat mengeluarkan berbagai macam argumentasi.

Pembela berusaha untuk membuktikan bahwa yang dibelanya itu benar/tidak bersalah dengan menghadirkan bukti-bukti dan melontarkan argumen yang mampu mematahkan argumen jaksa, sehingga pembela dapat memperoleh kemenangan.

Kemudian, jaksa berusaha untuk menguatkan pendapatnya melalui penyampaian pasal-pasal yang memberatkan pembela. Sedangkan hakim bertindak sebagai penengah sekaligus juri yang akan memutuskan siapa yang menang.

Demikian pembahasan dari kami tentang Kelebihan dan Kekurangan Debat secara lengkap dan Jelas semoga bermafnaat jangan lupa di share sobat WebChecKer.Me semoga bermanfaat