Contoh Karangan Argumentasi

5 min read

Paragraf Argumentasi

Pengertian Paragraf Argumentasi

Argumentasi adalah salah satu jenis pengembangan paragraf dalam penulisan yang ditulis dengan tujuan untuk meyakinkan atau membujuk pembaca.

Dalam penulisan argumentasi isi dapat berupa penjelasan, pembuktian, alasan, maupun ulasan obyektif dimana disertakan contoh, analogi, dan sebab akibat.

Tujuannya untuk meyakinkan pembaca agar pembaca mau mengubah pandangan dan keyakinannya kemu-dian mengikuti pandangan dan keyakinan penulis.

Keberhasilan sebuah karangan argumentasi ditentukan oleh adanya pernyataan/pendapat penulis, keseluruhan data, fakta, atau alasanalasan yang secara langsung dapat mendukung pendapat penulis. Keberadaan data, fakta, dan alasan sangat mutlak dalam karangan argumentasi.

Bukti-bukti ini dapat berupa benda-benda konkret, angka statistik, dan rasionalisasi penalaran penulis.

Karangan Argumentasi Menurut Para Ahli

Ada beberapa ahli mengungkapkan pendapatnya mengenai pengertian paragraf argumentasi, adapun pendapat beberapa ahli tersebut adalah sebagai berikut:

  • Menurut Keraf

Paragraf argumentasi adalah suatu bentuk retorika yang berusaha untuk mempengaruhi sikap dan pendapat orang lain agar mereka percaya dan bertindak sesuai dengan apa yang di inginkan oleh penulis atau pembicara (Keraf,2001:3)

  • Menurut Asrom

Paragraf argumentasi adalah tulisan yang berusaha mempengaruhi sikap dan pendapat orang lain,agar percaya dan bertindak sesuai dengan apa yang di inginkan penulis (Asrom,1997:53).

  • Menurut Kosasih

Paragraf argumentasi adalah karangan yang bertujuan untuk membuktikansuatu kebenaran sehingga pembaca meyakini kebenaran itu. Pembuktian memerlukan data dan fakta yang meyakinkan (Kosasih,2002:33).

Menurut KBBI

Paragraf argumentasi adalah pemberian alasan untuk memperkuat atau      menolak suatu pendapat,pendirian atau gagasan (KBBI,1989:48).

  • Menurut Rusyana

Paragraf argumentasi adalah karangan yang memberikan alasan akan kebenaran dan ketidakbenaran sesuatu,dengan maksud agar pembaca (pendengar dapat di yakini sehingga kemudian terdorong  untuk melakukan sesuatu ) (Rusyana,1986:3).

Syarat – Syarat Paragraf Argumentasi

Untuk menghasilkan paragraf argumentasi yang baik, penulis perlu memperhatikan beberapa hal yaitu:

  • Harus mengetahui benar pokok permasalahan yang akan diargumentasikan berikut argumen-argumennya.
  • Harus berusaha mengemukakan permasalahan yang sejelas-jelasnya sehingga mudah di pahami dan dapat meyakinkan pembaca agar mengikuti apa yang di kemukakan penulis;
  • Menggunakan kata-kata denotatif,rasional,objektif dan disusun dalam kalimat efektif sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman;
  • Argumentasi harus mengandung kebenaran untuk mencapai sesuatu hal yang logis dan benar;
  • Evidensi, baik berupa bukti, contoh, atau alasan-alasan harus dikemukakan berdasarkan logika atau penalaran budi akal sehingga tersusunlah paragraf argumentasi yang logis dan sistematis;
  • Bersikap mendesak pendapat atau pembaca;
  • Menggunakan logika atau penalaran sebagai landasan berpikir;
  • Merupakan bentuk retorika yang sering digunakan dalam tulisan-tulisan ilmiah.

Pada hakikatnya evidensi adalah semua fakta yang ada, semua kesaksian, semua informasi atau autoritas dan sebagainya yang dihubung-hubungkan untuk membuktikan suatu kebenaran (Keraf,2001:9).

Dalam kedudukannya sebaga evidensi tidak boleh dicampuradukan dengan pernyataan dan penegasan. Pernyataan tidak mempunyai pengaruh aapa-apa terhadap evidensi, karena pernyataan hanya sekedar menegaskan suatu fakta itu benar atau tidak. Fakta adalah sesuatu yang sesungguhnya terjadi atau yang secara nyata.

Asrom mengemukakan bahwa kebiasaan yang perlu dikembangkan untuk menunjang penulisan argumentasi ialah mampu  menilai fakta, bernilai kritis, logis, tidak emosional dan subjektif, terbuka terhadap pendapat orang lain, dan dapat menarik kesimpulan benar (1997:55)

Ciri  – Ciri Paragraf Argumentasi

  1. Paragraf argumentasi mengandung kebenaran untuk mengubah sikap dan keyakinan orang mengenai topik yang dibahas
  2. Paragraf argumentasi mengandung data atau fakta-fakta yang dapat dipertanggungjawabkan
  3. Penjelasan dalam paragraf argumentasi disampaikan secara logis.

Untuk memahami ciri-ciri paragraf argumentatif, coba Anda baca kembali paragraf yang dibawah ini.

Pembangunan gedung-gedung bertingkat untuk perkantoran dan pusat perbelanjaan di sekitar pemukiman masyarakat akan menimbulkan berbagai dampak, baik yang positif maupun yang negatif.

Dampak yang positif, antara lain tanah yang mereka miliki harganya akan melambung tinggi. Misalnya, tanah di daerah Tanjung Duren Raya, Jakarta Barat setelah dibangun gedung mal dan apartemen, harganya di atas Rp 8 juta/m.

Sedangkan, dampak negatifnya, antara lain penduduk sekitar gedung tersebut kesulitan mendapatkan air bersih karena gedung-gedung tersebut pada umumnya menggunakan jat pump yang kapasitasnya sangat tinggi sehingga air yang dipompa dengan pompa biasa tidak dapat keluar dengan lancar.

Setelah Anda memahami isi paragraf argumentatif tersebut, dapat disimpulkan bahwa ciri-ciri paragraf argumentatif adalah

  1. ada pernyataan, ide, atau pendapat yang dikemukakan penulisnya
  2. terdapat alasan, data, atau fakta yang mendukung
  3. pembenaran berdasarkan data dan fakta yang disampaikan.

Data dan fakta yang digunakan untuk menyusun paragraf argumentatif dapat diperoleh melalui wawancara, angket, observasi, penelitian lapangan, dan penelitian kepustakaan.

Jenis – Jenis Paragraf Argumentatif

  1. Paragraf Argumentatif Rincian

Jenis paragraf argumentasi rincian adalah paragraf yang berisi pendapat dan alasan penulis yang disertai beberapa rincian. Misalnya, paragraf argumentatif tentang Jiwa Kepahlawanan. Contoh:

Jiwa kepahlawanan harus senantiasa dipupuk dan dikembangkan karena dengan jiwa kepahlawanan, pembangunan di negara kita dapat berjalan dengan sukses.

Jiwa kepahlawanan akan berkembang menjadi nilai-nilai dan sifat kepribadian yang luhur, berjiwa besar, bertanggung jawab, berdedikasi, loyal, tangguh, dan cinta terhadap sesama.

Semua sifat ini sangat dibutuhkan untuk mendukung pembangunan di berbagai bidang.

  1. Paragraf Argumentatif Contoh

Paragraf argumentasi contoh adalah paragraf yang berisi pendapat dan alasan penulis yang disertai beberapa contoh sebagai bukti bahwa pendapat penulis benar dan tidak dapat disangkal lagi oleh pembaca.

Misalnya, paragraf argumentatif tentang Bahan Bakar Alternatif.

Contoh:

Setelah manusia mulai menyadari dampak penggunaan bahan bakar fosil yang dapat membahayakan, manusia mulai berpikir untuk mencari bahan bakar alternatif.

Tetapi, apakah bahan bakar alternatif lain yang diusulkan ini dapat efektif? Kita ambil contoh, bioetanol yang berasal dari jagung.

Jika kita menggunakan etanol dari jagung ini, maka diperlukan berapa juta hektar lahan jagung untuk memenuhi kebutuhan manusia? Itu akan mengakibatkan dampak lain yaitu berkurangnya lahan tempat tinggal dan lahan hutan.

Orang akan membuka hutan dan menjadikannya lahan jagung. Tentunya itu merusak lingkungan bukan?

  1. Paragraf Argumentatif Sebab – Akibat

Paragraf argumentatif sebab-akibat adalah paragraf yang dikembangkan dengan menyampaikan terlebih dahulu sebab-sebabnya dan diakhiri dengan pernyataan sebagai akibat dari sebab tersebut.Contoh paragraf argumentatif tentang Kegagalan Panen.

Kemarau tahun ini cukup panjang. Sebelumnya, pohon-pohon di hutan sebagai penyerap air banyak yang ditebang. Di samping itu, irigasi di desa ini tidak lancar.

Ditambah lagi dengan harga pupuk yang semakin mahal dan kurangnya pengetahuan para petani dalam menggarap lahan tanahnya. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika panen di desa ini selalu gagal.

  1. Paragraf Argumentatif Akibat Sebab

Paragraf argumentatif sebab-akibat adalah paragraf yang dikembangkan dengan menyampaikan terlebih dahulu akibatnya, kemudian dicari penyebabnya. .Contoh paragraf argumentatif akibat sebab tentang Udara Kotor.

Udara di kota-kota industri sangat kotor dengan banyaknya asap hitam hasil pembakaran di pabrik-pabrik. Udara semakin panas sehingga menyebabkan berbagai dampak lingkungan hidup.

Es di kutub selatan dan di Greenland mulai mencair. Itulah berbagai akibat yang terjadi karena eksploitasi besar-besaran minyak bumi.

Pola Pengembangan Paragraf Argumentasi

  1. Pola Analogi

pola analogi adalah penalaran induktif dengan membandingkan dua hal yang banyak persamaannya. Berdasarkan persamaan kedua hal tersebut, Anda dapat menarik kesimpulan.

Contoh : Sifat manusia ibarat padi yang terhampar di sawah yang luas. Ketika manusia itu meraih kepandaian, kebesaran, dan kekayaan, sifatnya akan menjadi rendah hati dan dermawan.

Begitu pula dengan padi yang semakin berisi, ia akan semakin merunduk. Apabila padi itu kosong, ia akan berdiri tegak.

  1. Generalisasi (Umum)

Pola generalisasi adalah penalaran induktif dengan cara menarik kesimpulan secara umum berdasarkan sejumlah data. Jumlah data atau peristiwa khusus yang dikemukakan harus cukup dan dapat mewakili isi paragraf.

Contoh : Setelah karangan anak-anak kelas 3 diperiksa, ternyata Ali, toto, Alex, dan Burhan mendapat nilai 8. Anak-anak yang lain mendapat 7. Hanya Maman yang 6, dan tidak seorang pun mendapat nilai kurang.

Boleh dikatakan, anak kelas 3 cukup pandai mengarang.

  1. Paragraf Hubungan Sebab Akibat

Pargraf hubungan sebab akibat adalah paragraf yang dimulai dengan mengemukakan fakta khusus yang menjadi sebab, dan sampai pada simpulan yang menjadi akibat.

Contoh :Kemarau tahun ini cukup panjang. Sebelumnya, pohon-pohon di hutan sebagi penyerap air banyak yang ditebang. Di samping itu, irigasi di desa ini tidak lancar.

Ditambah lagi dengan harga pupuk yang semakin mahal dan kurangnya pengetahuan para petani dalam menggarap lah

Langkah Membuat Karangan Argumentasi

Berikut adalah langkah-langkah membuat karangan argumentasi :

  1. Menentukan Teman dan Topic

Penentuan tema dan topic menjadi dasar utama  yang dilakukan saat membuat karangan argumentasi.

  1. Menyusun Kerangka Karangan

Kerangka karangan dibuat dengan cara memperhatikan jenis karangan argumentasi yang akan dibuat. Misalnya untuk karangan argumentasi sebab akibat, maka kerangka karangan ini memiliki isi kumpulan sebab dan akibat.

  1. Mengembangkan Kerangka Karangan

Pengembangan kerangka ini dilakukan dengan menyusun suatu karangan hingga menjadi karangan utuh. Untuk membuat antar paragraf saling berkaitan,maka pemakaian konjungsi dibutuhkan, oleh karena itu, dengan demikian, jadi, oleh sebab itu.

Hal yang tak kalah penting pada proses pengembangan kerangka adalah mengumpulkan informasi yang berupa fakat.

  1. Menyunting Karangan

Langkah terakhir penulisan sebuah karangan adalah penyuntingan. Penyuntingan ini berfungsi untuk menghindari kesalahan penulisan karangan. Tahap penyuntingan dilakukan dengan cara membaca kembali hasil tulisan.

Contoh Karangan Argumentasi

Kerusakan lingkungan sudah terjadi di mana-mana baik di daratan,udara dan perairan. Hal ini terjadi karena perbuatan manusia itu sendiri yang seenaknya mengambil manfaat tanpa merawat dan juga memperdulikan lingkunganya.

Sebernanya manusia sadar akan kesalahanya tetapi tetap saja melakukan hal yang buat kelestariaan lingkungan menjadi rusak. Mereka seolah-olah menutup mata dengan apa yang terjadi saat ini.

Bagaimana alam sayang dengan kita kalau kita tidak merawatnya,seperti yang kita lihat saat ini bencana selalu datang,karena ulah manusia sendiri. Alam seperti sudah murka dengan kita.

Banjir bukanlah hal yang biasa lagi membanjiri ibu kota Indonesia. Kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan sampah.

Kita sebagai manusia harusnya sadar akan pentingnya menjaga kelestaraian lingkungan.

Demikian pembahasan dari kami tentang Karangan Argumentasi Menurut Para Ahli : Syarat dan Cirinya semoga bermanfaat jangan lupa di share sobat WebChecKer.Me

Unsur Unsur Drama

GuruKu
4 min read

Cara Menyusun Dialog

GuruKu
3 min read