Tujuan Pembelahan Sel Meiosis

4 min read

Pembelahan Sel Meiosis

Pengertian Meiosis

Meiosis adalah proses pembelahan sel dengan dua kali pembelahan yang menghasilkan empat sel anak, yang masing-masing memiliki separuh dari jumlah kromosom sel induk.

Meiosis hanya terjadi pada fase reproduksi seksual atau pada jaringan nuftah. Pada meiosis, terjadi perpasangan dari kromosom homolog serta terjadi pengurangan jumlah kromosom induk terhadap sel anak.

Disamping itu, pada meiosis terjadi dua kali periode pembelahan sel, yaitu pembelahan meiosis I dan pembelahan meiosis II tanpa melalui interfase. Interfase hanya terjadi sebelum atau sesudah meiosis.

Tujuan Pembelahan Sel Meiosis

  • Mengurangi Kromosom (2n 46xx/Xy Diploid Menjadi 1n 23x/Y Haploid).
  • Menghasilkan Sel Sperma Dan Ovum Untuk Memperbanyak Keturunan

Tempat Terjadi Meiosis

Meiosis terjadi di dalam sel kelamin yang bersifat mereduksi, yaitu sel-sel yang dihasilkan merupakan sel hasil dari pengurangan materi genetik dari induk jantan mahupun betina..

Ciri Pembelahan Meiosis

Ciri pembelahan secara meiosis adalah:

  • Terjadi di sel kelamin
  • Jumlah sel anaknya 4
  • Jumlah kromosen 1/2 induknya
  • Pembelahan terjadi 2 kali

Peranan Pembelahan Meiosis

Meiosis memiliki peranan penting dalam reproduksi karena proses meiosis membagi jumlah kromosom menjadi dua. Sehingga jumlah sel anakannya menjadi setengahnya(n, haploid).

Hal ini dibutuhkan karena saat fertilisasi atau pembuahan, yaitu proses peleburan sel gamet jantan dengan betina, kromosom-kromosom antara kedua induknya akan melebur menjadi satu nucleus. Manfaat Porifera

Jika tidak terjadi pembagian jumlah saat meiosis, jumlah kromosom setelah pembuahan adalah 4n bukan 2n.

Tahapan dalam Meiosis

Tahapan meiosis terjadi dua kali periode pembelahan sel, yaitu pembelahan meiosis I dan pembelahan meiosis II

Tahapan Meiosis I

Meiosis I melalui tahap berikut ini;

Tahap Profase I :

Profase terbagi lagi menjadi fase-fase sebagai berikut:

  • Leptonema : Benang-benang kromatin menjadi kromosom.
  • Zigonema : Kromosom yang sama bentuknya atau kromosom homolog berdekatan dan bergandengan. Setiap pasang kromosom homolog disebut bivalen.
  • Pakinema : Tiap bagian kromosom homolog mengganda, tetapi masih dalam satu ikatan sentromer sehingga terbentuk tetrad.
  • Diplonema : Kromatid dari tiap-tiap belahan kromosom memendek dan membesar.
  • Diakenesis : Sentrosom membentuk dua sentriol yang masing-masing membentuk benang gelendong pembelahan (benang spindel). Tumbuhan Paku (Pteridophyta) Satu sentriol tetap, sedangkan sentriol yang lain bergerak ke arah kutub yang berlawanan. Membran inti dan nucleolus menghilang. Empat kromatid bivalen tadi disebut tetrad dan terjerat oleh benang spindel yang dibentuk oleh sentriol-sentriol.

Tahap Metafase I :

Kromosom-kromosom sekarang tersusun dalam keping metafase dan tetap pada pasangan homolognya. Mikrotubul kinetokor dari satu kutub sel terkait pada satu kromosom dari tiap-tiap pasangannya.

Sementara mikrotubul dari kutub yang berlawanan terikat pada pasangan homolognya. Pada fase ini, tetrad berkumpul di bidang ekuator.

Tahap Anafase I :

Seperti halnya pada mitosis, benang kumparan mengarahkan gerakan kromosom ke kutub-kutub. Strukur Tubuh Ascomycota Meskipun demikian, kembaran kromatid tetap melekat pada sentrosomernya sebagai satu kesatuan ke arah kutub yang sama.

Kromosom yang homolog bergerak ke arah kutub yang berlawanan. Hal ini berbeda/berlawanan dengan perilaku kromosom selama mitosis.

Dalam mitosis tampak merupakan individu pada keping metafase ketimbang sebagai pasangan, dan kromatid kembar dari setiap kromosom terpisah.

Tahap Telofase I dan Sinokinesis

Kromatid memadat, selubung inti terbentuk dan nucleolus muncul lagi, kemudian sitokenesis berlangsung. Reproduksi Coelenterata Pada manusia terjadi duplikasi 2 kromosom dari jumlah 4 kromatid sehingga terbentuk 23 kromosom yang di duplikasi di setiap kutub.

Benang spindel lenyap, kromatid muncul kembali. Sentriol berperan sebagai sentrosom kembali.

Tahapan Meiosis II

Meiosis II melalui tahap berikut ini,

Tahap profase II

entrosom membentuk dua sentriol yang terletak pada kutub berlawanan dan dihubungkan oleh benang spindel. Membran inti dan nucleolus lenyap, kromatin berubah menjadi kromosom yang terjerat oleh benang spindel. Benang-benang kumparan terbentuk dan kromososm terususn dengan cepat pada keping metafase II.

Tahap Metafase II

Seluruh kromososm berada pada keping metafase II, seperti yang tampak pada mitosis dengan kinetokor dari setiap pasangan kromatid, masing-masing kromososm mengarah ke kutub yang berlawanan.

Kromosom berada di bidang ekuator, kromatid berkelompok dua-dua. Pada tahap ini belum terjadi pembelahan sentromer.

Tahap Anafase II

Kromosom melekat pada kinetokor berbenang soindel, lalu ditarik oleh benang spindel kea rah kutub yang berlawanan yang menyebabkan sentromer terbelah. Peranan Arthropoda Sebagai akibatnya tiap kromatid bergerak ke arah yang berlawanan pula.

Sentromer dari kromatid kembar akhirnya terpisah dan saudara dari setiap pasangan sekarang menjadi kromosom tersendiri bergerak ke arah kutub yang berlawanan dari sel.

Tahap Telofase II

Nuklei terbentuk pada kedua kutub yang berlawanan, selanjutnya berlangsung sitokinesis. Pada sitokinesis yang sempurna, akan didapatkan empat sel kembar dengan masing-masing memilki jumlah kromosom yang haploid dari kromosom yang mengalami replikasi.

romatid berkumpul pada kutub pembelahan lalu berubah menjadi kromatin kembali. Bersamaan dengan itu, membran inti dan anak inti terbentuk lagi, dan sekat pemisah semakin jelas sehingga akhirnya terjadilah dua sel anakan.

Meiosis (Pembelahan Reduksi) adalah reproduksi sel melalui tahap-tahap pembelahan seperti pada mitosis, tetapi dalam prosesnya terjadi pengurangan (reduksi) jumlah kromosom.

Perbedaan Antara Mitosis Dengan Meiosis

Pembeda Mitosis Meiosis
Tahap pembelahan Satu kali Dua kali
Jumlah sel anak Dua sel Empat sel
Jumlah kromosom sel anak Sama dengan sel induk Setengah dari sel anak
Sifat kromosom anak Diploid (2n) Haploid (n)
Tempat pembelahan Sel tubuh Sel kelamin

Hubungan Pembelahan Mitosis dan Meiosis dengan Pewarisan Sifat

Telah diuraikan bahawa sifat makhluk hidup tersimpan di dalam kromosom dalam bentuk sepenggal DNA yang dikenal sebagai gen.

Agar sifat-sifat induk dapat diwariskan kepada keturunannya, maka diperlukan mekanisme pembagian gen. Mekanisme pembagian gen pembawa sifat itu berlangsung pada proses  pembelahan mitosis dan meiosis.

Mitosis

Pada profase akhir, setiap sel kromosom menggandakan diri menjadi dua set kromosom. Artinya setiap alel (gen dan pasangannya) membentuk alel baru yang identik.

Pada metafase berlangsung pembagian kromosom, agar tiap sel anak nantinya mendapatkan jumlah set kromosom yang sama dan identik, sehingga saat telofase yaitu saat sel telah membelah menjadi dua sel anak memiliki set kromosom yang sama dengan sel induk. Ini berarti bahwa:

  • Semua sifat induk diwariskam kepada kedua sel anak
  • Setiap sel anak memiliki sifat iddentik dengan sel induk

Mitosis berlangsung diseluruh jaringan tubuh, kecuali di organ pembentuk gamet. Mitosis dimulai dari pembelahan zigot hingga proses pertumbuhan berlangsung. Karena itu hasil mitosis, yakni sel-sel somatik (sel-sel tubuh), senantiasa identik.

Pada tumbuhan, perbanyakan melalui setek dan cangkok senantiasa menghasilkan keturunan yang identik. Keturunan yang identik juga dapat dihasilkan melalui kultur jaringan tumbuhan.

Demikian pula pada kultur jaringan hewan,. Proses perbanyakan untuk menghasilkan individu yang identik itu disebut juga sebagai pengklonaan disebut individu satu klona.

Meiosis

Jika pada pembelahan mitosis satu sel induk menghasilkan dua sel anak idenik, maka pada pembelahan meiosis satu sel induk menghasilkan empat sel anak.  Strukur Tubuh Ascomycota Setiap sel anak hasil meiosis mewarisi setengah set kromosom sel induk.

Mula-mula sel induk memiliki 2n kromosom (sel diploid) dan akhirnya terbentuk 4 sel anak masing-masing memiliki n kromosom sel (haploid).

Baik sel sperma maupun sel ovum memiliki setengah set kromosom sel induk. Jadi, masing-masing merupakan sel haploid. Jika terjadi fertilisasi, ovum dan sperma melebur membentuk satu sel zigot. Sel zigot mengandung 2n kromosom (sel diploid).

Jadi, didalam sel zigot terkandung setengah set kromosom induk jantan dan setengah set kromosom induk betina. Artinya, zigot memiliki separo sifat induk jantan dan separo sifat induk betina.

Demikian pembahasan kali ini tentang Tujuan Pembelahan Sel Meiosis secara lengkap, jangan lupa di share sobat WebCheker.Me