Strukur Tubuh Ascomycota

5 min read

Ascomycota Adalah

Pengertian Ascomycota

Ascomycota adalah salah satu filum atau divisi dari fungi. Anggota filum ini tersebar di seluruh dunia. Ascomycota merupakan kelompok jamur yang terbesar. Lebih dari 60.000 spesies dari divisi ini telah teridentifikasi. Nama Ascomycota diambil dari kata askus (menyerupai kantung).

Askus ini merupakan ujung hifa yang mengalami perubahan inti dan akan membentuk tubuh buah. Anggota divisio ini ada yang hidup sebagai saprofit, terutama pada tumbuhan.

Menurut Campbell, setengah dari jumlah Ascomycota bersimbiosis dengan alga membentuk Lichen. Beberapa lainnya lagi bersimbiosis dengan tumbuhan membentuk mikoriza.

Ascomycotina disebut juga sebagai the sac fungi. Merupakan fungi yang reproduksi seksualnya dengan membuat askospora di dalam askus (ascus = sac atau kantung/pundi-pundi). Askus adalah semacam sporangium yang menghasilkan askospora.

Beberapa askus biasanya mengelompok dan berkumpul membentuk tubuh buah yang disebut askorkarp atau askoma (kalau banyak disebut askomata). Askomata bisa berbentuk mangkok, botol, atau seperti balon).

Ascomycota sebagian besar multiseluler. Namun, ada juga yang uniseluler. Contoh Ascomycota uniseluler adalah Saccharomyces cereviceae. Sedangkan contoh yang multiseluler adalah Penicillium.

Ascomycota Adalah
Ascomycota Adalah

Ascomycota dapat bereproduksi secara seksual maupun aseksual. Sebagian besar jamur yang termasuk dalam divisi ini memiliki hifa yang bersekat-sekat dan bercabang. Namun, ada beberapa jamur yang mempunyai hifa berlubang sehingga protoplasma dan inti sel dapat mengalir dari satu sel ke sel lainnya.

Ciri – Ciri Ascomycota

  • Ciri-Ciri Umum Ascomycota

  1. Tubuhnya ada yang Uniseluler dan Multiseluler
  2. Memiliki hifa yang bersekat-sekat dan berinti banyak
  3. Hidup sebagai parasit atau saprofit
  4. Reproduksi secara seksual dan aseksual
  5. Dinding sel dari zat kitin
  • Ciri Khas Ascomycota

berkembang biak secara seksual dengan struktur pembentuk spora yang disebut Askus. Contoh ascomycota adalah Penicilium, Aspergillus, dan Saccharomyces

Strukur Tubuh Ascomycota

Ascomycota sebagian besar multiseluler. Ascomycota yang multiseluler memiliki hifa bersekat. Bentuk tubuh buah ascomycota beragam, antara lain seperti mangkuk, bulat, dan bulat panjang.

Siklus Hidup Ascomycota

Ascomycotina disebut juga sebagai the sac fungi. Merupakan fungi yang reproduksi seksualnya dengan membuat askospora di dalam askus (ascus = sac atau kantung/pundi-pundi). Askus adalah semacam sporangium yang menghasilkan askospora.

Siklus hidup Ascomycotina dimulai dari askospora yang tumbuh menjadi benang (hifa) yang bercabang-cabang. Kemudian, salah satu dari beberapa sel pada ujung hifa berdiferensiasi menjadi askogonium, yang ukurannya lebih lebar dari hifa biasa. Sedangkan ujung hifa yang lainnya membentuk Anteridium.

Anteridium dan Askogonium tersebut letaknya berdekatan dan memiliki sejumlah inti yang haploid. Pada askogonium tumbuh trikogin yang menghubungkan askogonium dengan anteredium. Melaui trikogin ini inti dari anteredium pindah ke askogonium dan kemudian berpasangan dengan inti pada askogonium.

Selanjutnya pada askogonium tumbuh sejumlah hifa yang disebut hifa askogonium. Inti – inti membelah secara mitosis dan tetap berpasangan.  Tumbuhan Lumut (Bryophyta) Hifa askogonium tumbuh membentuk septa bercabang.

Bagian askogonium berinti banyak, sedangkan pada bagian ujungnya berinti 2. Bagian ujung inilah yang akan tumbuh menjadi bakal askus. Hifa askogonium ini kemudian berkembang disertai pertumbuhan miselium vegetatif yang kompak, membentuk tubuh buah.

Dua inti pada bakal askus membentuk inti diploid yang kemudian membelah secara meiosis untuk menghasilkan 8 spora askus (askospora). Apabila askospora tersebut jatuh pada lingkungan yang sesuai maka ia akan tumbuh membentuk hifa atau miselium baru.

Reproduksi aseksual pada Ascomycotina adalah dengan cara membentuk tunas dan spora aseksual. Pembentukan tunas terjadi pada jamur uniseluler dan spora aseksual pada jamur terjadi pada jamur multiseluler.

Spora aseksual tersebut terbentuk pada ujung hifa khusus yang disebut konidiofor dan sporanya disebut konidia. Konidia merupakan spora yang dihasilkan secara eksternal, yaitu di luar kotak spora atau sporangium.

Reproduksi Ascomycota

Ascomycota dapat bereproduksi secara Aseksual maupun Seksual. Reproduksi Aseksual dan Seksual pun juga berbeda antara Ascomycota Uniseluler dan Multiseluler.

  1. Perkembangbiakan Aseksual (Vegetatif)

Pada jamur bersel  banyak berlangsung dengan membentuk Konida atau Konidiospora yang merupakan spora vegetatif. Konidia terbentuk pada ujung hifa yang tegak, bersekat dan berjumlah empat butir, misalnya Fusarium.

Pada beberapa Fusarium ada juga yang membentuk tak beraturan. Pada jamur bersel satu berlangsung dengan cara membentuk Tunas (blastospora). Sel Sitoplasma Secara Lengkap Pada waktu masih muda, tunas menempel pada sel induk dan setelah dewasa, tunas melepaskan diri dari sel induk, misalnya Saccharomyces

  1. Perkembangbiakan Seksual (Generatif)

Reproduksi secara seksual tejadi dengan cara perkawinan antara hifa haploid (n) yang berbeda jenis yaitu, hifa positif dan hifa negatif. Pada saat penyatuan, akan terbentuk hifa dikariotik (berinti dua).

Pada ujung hifa dikariotik ini akan terjadi fusi (penyatuan) inti sehingga sel-selnya menjadi diploid (2n). Setelah itu, terjadi peristiwa meiosis yang akan membentuk kembali inti-inti yang haploid (n).

Pada hifa dikariotik, ujung-ujungnya akan membentuk askus. Askus tersebut akan berkelompok membentuk tubuh buah (askokarp).

Atau untuk mempermudahnya, pembentukan askospora melalui beberapa tahapan, yaitu:

  • Perkawinan (kopulasi) antara gametangium jantan dan gametangium betina,
  • Bersatunya plasma kedua gametangium yang disebut dengan plasmolisis,
  • Bersatunya inti yang berasal dari gametangium yang disebut dengan kariogami, dan
  • Kariogami yang menyebabkan terjadinya pembelahan reduksi, dilanjutkan dengan pembentukan askospora secara endogen menurut pembentukan sel bebas.

Ada beberapa bentuk askus, yaitu:

  1. Askus tanpa askokarp
  2. Askus yang askokarpnya berbentuk deperti mangkok disebut aposetium.
  3. Askus yang askokarpnya berbentuk bola tanpa ostiulum disebut kleistotesium.
  4. Askus yang askokarpnya berbentuk botol dengan leher dan memiliki ostiulum disebut peritesiu

Habitat Ascomycota

Ascomycota umumnya hidup saprofit pada tanah dan sisa organisme. Sebagian ascomycota lainnya merupakan parasit pada tumbuhan dan hewan.

Jamur Ascomycota ada yang hidup di laut dan merupakan salah satu saproba utama. Ascomycota dapat ditemui di permukaan roti, nasi dan makanan basi. Warnanya coklat merah atau hijau.

Ascomycota ada yang hidup sebagai parasit atau saprofit. Jamur yang hidup sebagai parasit, dapat menimbulkan penyakit yang sangat merugikan seperti pada tanaman tembakau, pepaya, karet, teh, cokelat, dan padi. Sedangkan jamur saprofit hidup pada bahan makanan atau sampah.

Baca Juga : Kerjasama Internasional

Klasifikasi Ascomycota

  • Genus Sacharomyces

Jamur ini tidak memiliki hifa sebagaimana jamur yang lain. Tubuhnya terdiri atas sel bulat atau oval. Spesies yang terkenal dari genus Saccharomyces ini adalah jenis Saccharomyces cerevisiae.

Sel-sel Saccharomyces cerevisiae dapat bertunas sehingga membentuk rantai sel yang menyerupai hifa atau hifa semu. Saccharomyces cerevisiae dapat berkembang biak secara seksual dan aseksual.

  • Genus Neurospora

Neurospora mudah ditemukan di bekas kayu terbakar pada musim penghujan, konidianya berwarna oranye. Jika dengan mikroskop, konidia jamur ini tampak berderet membentuk rangkaian spora yang tumbuh menurut arah jari-jari.

Di Jawa Barat, jamur ini digunakan untuk pembuatan oncom, yaitu tempe dengan bahan dari ampas tahu atau bungkil kacang tanah. Jamur ini banyak digunakan para ahli sebagai bahan penelitian sitogenetika.

  • Genus Penicillium

Pada tempat-tempat yang ditumbuhi Aspergillus dapat juga ditemukan Penicillium. Fase aseksual jamur ini menghasilkan konidium yang disangga oleh konidiofor. Berbeda dengan Aspergillus, konidiofor Penicillium bercabang-cabang, dan masing-masing menyangga sekumpulan cabang yang lebih pendek.

Beberapa spesies Penicillium digunakan dalam pembuatan keju, seperti P.camemberti dan P.requoforti yang memberikan aroma khas pada keju. P.notatum dan P.chrysogenum menghasilkan penisilin.

P.digitarum dan P.italicum dapat menyebabkan kerusakan pada buah jeruk. P.expansum menyebabkan buah apel membusuk di tempat penyimpanan Penicillium hidup sebagai saprofi t pada substrat yang banyak mengandung gula, seperti nasi, roti, dan buah yang telah ranum.

Pada substrat gula tersebut, jamur ini tampak seperti noda biru atau kehijauan. Reproduksi jamur Penicillium berlangsung secara vegetatif (konidia) dan secara generatif (askus).

Beberara contoh jamur anggota genus Penicillium antara lain:

  1. Penicillium notatum dan Penicillium chrysogenum

Kedua jenis Penicillium ini menghasilkan zat antibiotik (penisilin)

  1. Penicillium roquefortii dan Penicillium camemberti

Kedua jenis jamur ini biasa dimanfaatkan dalam memberti cita rasa atau mengharumkan keju.

Baca Juga : Sejarah Pemungutan Pajak

  • Genus Aspergillus

Fase perkembangbiakan aseksual Aspergillus menghasilkan konidium yang disangga konodiofor. Ujung konidiofornya berbentuk seperti bola dengan sejumlah cabang yang masing-masing menyangga ranting konidium.

Jamur ini tumbuh sebagai saproba pada berbagai macam bahan organik, seperti roti, olahan daging, butiran padi, kacangkacangan, makanan dari beras atau ketan, dan kayu.

Jamur ini biasanya tumbuh berkoloni pada makanan, pakaian, dan alat-alat rumah tangga. Koloni Aspergillus berwarna abu-abu, hitam, coklat, dan kehijauan. Distribusinya luas, dapat tumbuh di daerah beriklim dingin maupun daerah tropis. Reproduksi secara vegetatif dengan konidia yang disebarkan oleh angin.

Beberapa jenis jamur anggota marga Aspergillus adalah:

  1. Aspergillus Oryzae

Jamur ini biasa digunakan untuk mengempukkan adonan roti, dan jamur tersebut dapat menghasilkan enzim protease.

  1. Aspergillus Wentii

Aspergilus jenis ini berperan dalam dalam pembuatan sake, kecap, tauco, asam sitrat, asam oksalat, dan asam format, serta penghasil enzim protease.

  1. Aspegillus Niger

Jenis ini dimanfaatkan untuk menghilangkan gas O2 dari sari buah, dan dapat menjernihkannya. Jamur tersebut juga dapat menghasilkan enzim glukosa oksidase dan pektinase.

  1. Apergillus Fl Avus

Jenis Aspergilus ini menghasilkan afl atoksin, penyebab kanker pada manusia.

  1. Apergillus Nidulans

Jamur ini hidup sebagai parasit pada telinga, menyebabkan automikosis.

  1. Aspergillus Fumigates

fumigatus merupakan jamur yang dapat menyebabkan penyakit kanker pada paru-paru burung.

  • Neurospora Crassa

crassa dikenal sebagai jamur oncom karena sering digunakan untuk membuat oncom. Warna merah muda atau jingga yang muncul pada oncom merupakan warna konidia jamur tersebut.

Awalnya jenis ini dikelompokkan ke dalam Divisi Deuteromycota, dengan nama Monilia sitophila. Tetapi setelah ditemukan alat reproduksi generatifnya, berupa askus, sekarang jamur ini dimasukkan ke dalam kelompok Ascomycotina.

  • Morchella Deliciosa Dan Morchella Esculenta

Kedua jenis jamur ini merupakan jamur makroskopis, hidup di tanah. Karena rasanya yang lezat, jamur ini menjadi konsumsi manusia. Dalam dunia perdagangan jamur ini dikenal dengan nama morel, ukuran tubuhnya sedang, berwarna coklat kemerahmerahan, tubuhnya seperti spons dan sering dijual dalam bentuk awetan.

Peranan Ascomycota

Peranan Ascomycota dalam Kehidupan dan  Contoh Spesies. Berikut adalah contoh spesies Ascomycota baik yang menguntungkan maupun merugikan:

  • Peranan Ascomycota Menguntungkan 

No Jamur Peranan
1 Aspergillus Niger Untuk Menjernihkan Sari Buah
2 Aspergillus Oryzae Digunakan Untuk Melunakkan Adonan Roti
3 Aspergillus Sojae Pembuatan Kecap
4 Aspergillus Wentii Digunakan Untuk Pembuatan Kecap, Tauco, Sake, Dan Asam Oksalat
5 Neurospora Crassa Jamur Oncom Digunakan Untuk Membuat Oncom.
6 Neurospora Sitophila Pembuatan Oncom
7 Penicillium Camemberti Meningkatkan Kualitas Keju
8 Penicillium Chrysogenum Penghasil Zat Antibiotic(Penisilin)
9 Penicillium Notatum Penghasil Zat Antibiotic(Penisilin)
10 Penicillium Roqueforti Meningkatkan Kualitas Keju
11 Saccharomyces Cerevisiae Ada Dalam Ragi, Dimanfaatkan Untuk Membuat Roti, Tape, Dan Bir.
12 Saccharomyces Ellipsoideus Untuk Memfermentasikan Buah Anggur Menjadi Anggur Minuman
13 Saccharomyces Tuac Mengubah Air Nira Menjadi Tuak
  • Peranan Ascomycota Merugikan

No Jamur Penyebab
1 Aspergillus Nidulans Parasit Pada Telinga Menyebabkan Automikosis
2 Penicillium Digitatum Perusak Buah Jeruk
3 Penicillium Expansum Buah Apel Membusuk Di Tempat Penyimpanan
4 Penicillium Islandium Merusak Beras Sehingga Berubah Menjadi Berwarna Kuning
5 Penicillium Italicum Perusak Buah Jeruk

Demikian pembahasan dari kami tentang Habitat dan Peranan Ascomycota Secara lengkap dan jelas, jangan Lupa di share sobat WebCheker.Me