Ciri Umum dan Khusus Platyhelminthes

5 min read

Platyhelminthes Adalah

Pengertian Platyhelminthes

Platyhelminthes berasal dari bahasa yunani yaitu “platy” yang berarti pipih dan “helminthes” yang berarti cacing. Sesuai dengan namanya, anggota kelompok cacing ini memiliki tubuh pipih dorsoventral.

Platyhelminthes juga dapat dikelompokkan sebagai hewan triploblastik karena memiliki tiga lapisan jaringan, yaitu ektodermis (lapisan luar), mesodermis (lapisan tengah) dan endodermis (lapisan dalam).

Platyhelminthes adalah cacing pipih yang pencernaanya berupa rongga gastrovaskuler, eksresi dengan sel api, sistem saraf tangga tali dan bereproduksi secara generatif dan vegetatif.

Ciri Umum

Acoelomata: Platyhelminthes

  • Filum Platyhelminthes

Filum Platyhelminthes adalah sebuah takson dari kelompok cacing yang betubuh pipih, tidak berongga, triploblastik, dan bersimentri bilateral.

Filum ini terdiri atas 3 kelas, ialah Turbellaria, Cestoda, dan Trematoda. Sekitar 80% dari spesies cacing Platyhelminthes bersifat parasitik.

  • Cacing Platyhelminthes

Cacing Platyhelminthes tidak memiliki saluran pencernaan yang sempurna dan tidak memiliki organ respirasi maupun sistem sirkulasi.

  • Platyhelminthes Memiliki Sistem Saraf

Platyhelminthes memiliki sistem saraf yang sederhana berupa jaringan saraf yang tersebar.

  • Organ Ekskreasi

Organ ekskreasi Platyhelminthes berupa ginjal primitif (protonefridia) yang disebut sel api atau sel obor. Organ ini berfungsi menjaga keseimbangan ion dan air, serta membuang sisa-sisa hasil metabolisme.

  • Reproduksi Cacing

Reproduksi cacing Platyhelminthes bersifat hermafrodit simultan.

  • Daur Hidup Cacing

Daur hidup cacing Platyhelminthes umumnya melalui stadium larva. Larva Muller adalah larva cicing pipih yang hidup bebas di laut, sedangkan mirasidium dan serkaria adalah larva-larva cacing pipih yang hidupnya parasitik.

  • Hidup Bebas

Sebagian besar cacing Platyhelminthes yang hidup bebas (kelas Turbellaria) berhabitat lautan, beberapa spesies hidup di perairan tawar, dan hanya sedikit spesies yang hidup di daratan.

  • Skoleks

Epidermis tubuh cacing pita (kelas Cestoda) disebut tegumen, skoleks yang penuh dengan kait dan batil isap berada di bagian anterior dan rangkaian proglotid di bagian belakangnya.

Dalam daur hidupnya, cacing pita ini umumnya memerlukan 2 macam inang : inang utama dan inang perantara.

  • Trematoda

Cacing Platyhelminthes dari kelas Trematoda terbagi menjadi dua kelompok besar : Monogenea dan Digenea.

Cacing Monogenea adalah cacing ektoparasit yang tidak membutuhkan inang antara dalam daur hidupnya, sedangkan cacing Digenea adalah cacing endoparasit yang membutuhkan inang perantara sebelum mencapai inang utama.

  • Parasitik

Cacing Platyhelminthes yang bersifat parasitik (Cestoda dan Trematoda) menjadi penyebab penyakit yang ganas pada ternak dan manusia, dan berdampak kerugian ekonomi yang cukup besar

Ciri Khusus

Cestoda adalah cacing yang berbentuk pipih seperti pita yang merupakan endoparasit dan dikenal sebagai cacing pita.

Cestoda  (Cacing Pita)

CESTODA (Cacing Pita) Tubuhnya terdiri dari rangkaian segmen-segmen yang masing-masing disebut Proglottid. Kepala disebut Skoleks dan memiliki alat isap (Sucker) yang memiliki kait (Rostelum) terbuat dari kitin.

Pembentukan segmen (segmentasi) pada cacing pita disebut Strobilasi. . Tidak ada sistem pencernaan yang didalamnya terdapat termatoda sederhana seperti cacing pita dan nutrisi diserapnya melalui permukaan tubuhnya.

Yaitu divisi yang dibagi kedalam dua subclass. Subclass pertama yaitu cestodaria yang mempunyai proglotid dan mempunyai larva dengan sepuluh tahapan dan biasanya memiliki sepuluh alat pelekat.

Tetapi cestoda itu sudah mempunyai lapisan epidermis dan sistem pencernaan, dan hanya mempunyai organ pelengkap pada bagian anterior, dan hampir merupakan parasit pada ikan laut.

Subclass yang lain yaitu eucestoda. Hampir semua spesies cestoda masuk kedalam eucestoda kebanyakan setelah dewasa memiliki prolottid.

Eucestoda terbagi kedalam 11 ordo tetapi hanya 2 ordo yang merupakan parasit pada mamalia yaitu : pseudophylidae dan cyclophylidae.

Organ pelekatnya terdapat pada kepala yang dilengkapi dengan alat pelekat, alat penghisap, bothria, dan othridia.

  1. Ordo Proteocephalide

Cacing pita kecil, scolex denagan 4 alat penghisap, vitellaria sebagai pita samping, parasit pada ikan, amphibi, dan reptil.

  1. Ordo Tetraphyllidea

Cacing pita berukuran sedang ,scolex dengan 4 bothridia, vitterallia di bagian samping, parasit pada ikan elasmobranch, calliobothrium certicillatum terjadi dikatup spiral pada mulut anjing laut.

  1. Ordo Disculieptidea

Hanya satu species yang dikenal dari ikan elasmobranch, scolex hanya satu dan tersebar dibagian anterior, siklus hidupnya belum diketahui.

  1. Ordo Lecanicephalidea

Variabel scolex pada bagian anterior dan posterior dilegkapi oleh 4 alat penghisap, parasit pada ikan elasmobranch,

  1. Ordo Pseudophyllidea

Cacing pita yang kecil atau besar, sclexnya punya dua pothria, pitelaria sebagai polikel yang tersebar pada pori uterine yang terbuka di permukaan, parasit pada ikan, burung dan mamalia,.

Kebanyakan ada pada manusia khususnya pada wanitapada bothriocephalus latus yang mempunyai dua inang intermediet, pada copepod daikan air tawar.

Panjangnya dapat mencapai 20 kaki dan usianya lebihdari 20th dan dapat juga menjadi penyebab symptoom seperti anemia pada laki-laki.

  1. Ordo Trypanorhynchydea

Scolexnya terdiri dari 2 atau 4 bothria dan 4 rectractile, proboscides berduri dan tubuhnya memanjang. Pori alat kelaminnya terletak dipinggir. Ketika dalam keadaan larva merupakan parasit pada ikan teleoste dan setelah dewasa menjadi parasit pada ikan elasmobranch.

  1. Ordo Cycophyllidea

Scolrxnya mempunyai 4 alat penghisap dan juga dilengkapi oleh rostellum, tidak ada pori uterin, vitellarianya ada di posterior sedangkan ovarinya ada di lateral.

Proglotidnya pecah dari srtobila ketika ia hampir mati, telurnya tidak operculate dan ochospernya tidak bersilia terdapat pada taenidae.

Salah satu yang termasuk ordo ini adalah taenia solium yang merupakan parasit pada manusia, taenia fisiform pada kucing dan anjing yang memproduksi larva ketika pada tubuh inang.

  1. Ordo Apollidea

Variabel scolex, biasanya besar dengan 4 sucker, tidak bersegmen dan parasitkecil pada angsa dan bebek

  1. Ordo Nippotaeniidea

Scolexnya memiliki 1 sucker dibagian anterior, punya beberapa proglotid dan parasit pada ikan di jepang dan rusia

  1. Ordo Caryphylidea

Bentuknya tidak bersegmen, parasit pada pisces dan oligocaetae, berkembang dengan reproduksi seksual, procercoid saat larva dan hanya memiliki beberapa spesies.

  1. Ordo Spatheathridea

Variabel scolex tidak punya p[roglotid eksternal dan parasit pada ikan yang hendakbertelur dan ikan laut.

Klarifikasi Filum Platyhelminthes

Filum Platyhelminthes dikelompokkan menjadi beberapa kelas, yaitu :

  1. Kelas Terbelaria (Cacing Bersilia atau Berbulu Getar)

Ciri-ciri Terbelaria :

  • Hidup di air tawar / melekat pada batu, daun-daunan.
  • Mempunyai kemampuan regenerasi yang tinggi, contohnya : Planaria.

Planaria memiliki tubuh sekitar 2-3 cm, tubuh ditutupi oleh lapisan epidermis, memiliki kepala berbentuk segitiga, sistem pencernaan makanan Planaria sederhana (mulut, faring, kerongkongan, usus).

Usus Planaria memiliki bercabang tiga. Planaria bersifat hermafrodit, Planaria melalui proses fertilasi dan aseksual melalui fragmentasi.

  1. Kelas Trematoda (Cacing Isap)

Umumnya hidupsebagai parasit dan memiliki satu buah glat penghisap yang dilengkapi oleh kait-kait untuk melekatkan diri pada tubuh inangnya.

Beberapa contoh cacing Termatoda, yaitu :

  • Fasciola hepatica

Hidup sebagai parasit pada hati beberapa jenis hewan, makanya cacing ini sering disebut cacing hati. Fasciola hepatica bentuk tubuh pipih, panjang tubuh antara 2-5 cm, dikepala ada 2 alat isap. Fasciola hepatica bersifat hermafrodit. Reproduksi secara seksual dengan perkawinan silang / sendiri.

  • Clonorchis sinensis

Cacing hati pada manusia, reproduksinya secara seksual. Fase metaserkaria dari cacing ini masuk ke dalam daging ikan air tawar (sebagai hospes perantaranya). Salah satu cara untuk menghindar diri sari cacing ini adalah tidak mengonsumsi ikan yang tidak dimasak.

  • Schistosoma japonicum

Disebut juga cacing darah, hidup pada pembuluh darah balik (vena) perut. Hidup sebagai parasit pada manusia, kucing, anjing, babi, biri-biri, sapi dan binatang pengerat.

Cacing jantan tubuhnya panjang 9-22 mm. Cacing betina ukurannya 14-26 mm, tubuhnya melipat melindungi tubuhnya ramping.

  • Paragonimus westermani

Hidup parasit di paru-paru manusia, kucing dan babi. Larvanya hidup pada siput dan metaserkarianya menempel pada udang ait tawar.

  1. Kelas Cestoda ( Cacing Pita)

Hidup parasit dan disaluran pencernaan hewan bertulang belakang. Tubuhnya mengalami metameri (bersgmentasi), tiap segmentasi disebut prologtid. Punya alat penghisap berotot dan mempunyai kait dari kitin untuk melekatkan diri di bagian kepala, cacing ini bersifat hermafrodit.

Contoh lain dari kelas cestoda :

  • Taenia solium, dewasa hidup parasit pada saluran pencernaan manusia (usus). Inang perantaranya Babi.
  • Taenia Saginata, dewasa hidup parasit di usus manusia, inang perantaranya Sapi.
  • Dyphylobothrium latum, hidup parasit pada manusia, anjing,kucing, serigala, inang perantaranya ikan.
  • Echinoccus granulosus, hidup parasit pada usus anjing / karnivor lainnya, inang perntaranya babi, biri-biri dan manusia.

Peranan Platyhelminthes bagi Kehidupan Manusia

  • Kebanyakan hidup parasit pada manusia / hewan hidup di dalam saluran pencernaan.
  • Usaha pencegahan infeksi cacing pita pada manusia diupayakan dengan cara memutuskan daur hidup dari cacing tersebut, yaitu dengan cara hidup sehat.
  • Pembuangan tinjamanusia diatur menurut kesehatan, dan
  • Semua daging yang diperkirakan mengandung kista cacing pita harus dimasak sampai matang.

Perbandingan Antarkelas Platyhelminthes

Ciri-ciri  

Turbellaria

 

Trematoda

 

Cestoda

Contoh Planaria sp. Fasciola hepatica Taenia solium
Habitat larva

 

 

Dewasa

Bebas di air tawar

 

 

Bebas di air tawar

Dalam siput genus Lymnea

 

Kantong empedu biri-biri dan manusia

Pada daging babi

 

Manusia

Bentuk tubuh Pipih, pendek Pipih, pendek Pipih, panjang
Simetri tubuh bilateral bilateral Bilateral
Permukaan tubuh Tertutup epidermis dan silia Tidak ada epidermis dan silia Tertutup kutikula, tidak ada epidermis dan silia
Alat isap Tidak ada Ada dua (dimulut dan di kepala) Ada empat skoleks
segmentasi Tidak ada Tidak ada Ada
Sistem pencernaan Mulut, probosis, usus bercabang tiga Mulut, kerongkongan pendek, usus bercabang dua Tidak ada
Sistem ekskresi Sel api Sel api Sel api
Respirasi osmosis osmosis Osmosis
Sistem saraf dan indra Tangga tali, dua bintik mata dan aurikel Tangga tali Tangga tali
Reproduksi Seksual dan regenerasi seksual Fragmentasi

Manfaat atau dampak Platyhelminthes bagi kehidupan

Karena kebanyakan platyhelminthes hidup sebagai parasit, pada umunya phyllum ini akan merugikan manusia. selain manusia, ada pula cacing pita inang domba, babi dan sapi.

Dulu amat banyak orang-orang cina, jepang dan korea yang menderita karena penyakit parasit (clonorchis), disamping belum berkembang ilmu kesehatan, mereka juga suka makan daging mentah atau setengah matang.

Usaha-usaha untuk mencegah infeksi cacing pita pada manusia dan pada inag lain biasanya dengan memutuskan daur cacing pita, baik dengan cara mencegah jangan sampai inang perantara terkena infeksi maupun dengan jalan mencegah jangan sampai inag sendiri terkjena infeksi, selain itu juga pembuangan tinja manusia perlu diatur.

Menurut syarat kesehatan sehingga tidak memungkinkan heksakan yang keluar bersama tinja-tinja itu sampai tertelan babi, sementara itu semua daging babi, sapidan ikan yang mungkin mengandung sisteserkus harus dimasak sebaik-baiknya oleh manusia.

Demikian pembahasan dari kami tentang Ciri Khusus dan Umum Platyhelminthes Beserta Peranan dan Manfaat  Secara lengkap dan jelas, semoga bermanfaat jangan lupa di share sobat WebChecKer.Me semoga bermanfaat.