Klasifikasi Protista

6 min read

Pengertian Protist Adalah

Pengertian Protista

Protista berasal dari bahasa Yunani, yaitu protos yang berarti pertama atau mula-mula, dan ksitos artinya menyusun. Maka kingdom protista beranggotakan makhluk bersel satu atau bersel banyak yang tersusun sederhana.

Meskipun begitu, dibandingkan dengan monera, protista sudah jauh lebih maju karena sel-selnya sudah memiliki membran inti atau eukariota.

Protista ada yang bersifat autotrof dan ada yang heterotrof.  Protista  autotrof  memperoleh  makanan dari  fotosintesis,  sedangkan   protista   heterotrof memperoleh makanan dari organisme lain.

Ciri Umum Protista

Protista memiliki anggota yang cukup beragam mencakup semua makhluk hidup eukariotik  Protista terdiri sebagian  besar uniseluler  dan ada juga  yang bersel banyak (multiseluler).

  1. Ciri-Ciri Protista

  • Organisme protista bersifat eukariotik dan selnya mempunyai inti yang jelas
  • Melakukan respirasi secara aerob.
  • Sebagian protistia bersifat uniseluler dan membentuk koloni. Namun ada juga yang tubuhnya tersusun multiseluler tanpa jaringan yang terspesialisasi.
  • Reproduksi dapat berupa seksual dan aseksual.
  • Hidup secara bebas, namun ada juga yang bersimbiosis dengan organisme lain
  • Kebanyakan hidup di perairan, baik di laut atau di perairan tawar
  1. Habitat Protista Mirip Hewan (Protozoa)

Protista dianggap sebagai organisrrie peralihan antara Monera dengan jamur, tumbuhan, atau hewan. Berdasarkan kemiripan ciri-ciri protista dengan organisme lain, protista dibagi menjadi tiga, yaitu protista mirip hewan (protozoa), protista mirip tumbuhan (alga atau ganggang), dan protista mirip jamur.

Berikut akan dibahas mengenai habitat protista mirip hewan (protozoa) . Protozoa tinggal di daerah yang lembap dan berair seperti danau,sawah, selokan dan sebagainya. Mereka umumnya hidup bebas dan terdapat di lautan, lingkungan air tawar atau daratan.

Beberapa spesies hidup parasit dengan menempel pada organisme inang. Inang protozoa yang bersifat parasit dapat berupa organisme sederhana seperti algae, sampai vertebrata yang kompleks, termasuk manusia.

Beberapa spesies dapat tumbuh di dalam tanah atau pada permukaan tumbuh-tumbuhan., Protozoa laut yang hidup di dasar laut berupa zooplankton.

Spesies yang hidup di air tawar  hidup di danau, sungai, kolam atau genangan air. Protozoa yang tidak bersifat parasit hidup di dalam usus  atau di dalam rumen hewan ruminansia.

Beberapa protozoa berbahaya bagi manusia  karena menyebabkan penyakit serius. Protozoa yang menguntungkan berperan dalam memangsa bakteri berbahaya dan menjadi makanan untuk ikan dan hewan lainnya.

Cara hidup protozoa secara soliter dan membentuk koloni. Permukan tubuh protozoa dilapisi oleh membran sel yang tipis, elastis , permeabel , yang tersusun dari bahan lipoprotein, sehingga bentuknya mudah berubah-ubah.

Beberapa jenis protozoa memiliki rangka luar dari zat kersik dan kapur. Apabila  kondisi lingkungan tempat tinggal berada pada kondisi yang tidak mendukung, maka protozoa akan membentuk kista dan apabila lingkungan telah sesuai kembali, maka protozoa dapat hidup kembali.

Protozoa tersusun atas organel-organel yang terdapat di dalam sel antara lain nukleus, badan golgi, mikrokondria , plastida, dan vakluola.

Cara mendapatkan makanan dari protozoa terdiri dari dua cara, yakni secara holozoik dan holofilik. Holozoik (heterotrof), yaitu makanannya berupa organisme lain.

Ada pula yang holofilik (autotrof), yaitu dapat  mensintesis  makanannya sendiri dari zat organik dengan bantuan klorofil dan cahaya.

Terdapat  protozoa  yang  hidup  secara  saprofifik,  yaitu  menggunakan sisa bahan organik dari organisme yang telah mati dan adapula yang bersifat parasitic.

Klasifikasi Protista

Kingdom protista merupakan organisme mixed metamorf atau organisme yang memiliki bentuk berubah-ubah. Protista dapat berbentuk seperti tumbuhan karena dapat berfotosintesis, tetapi ada juga protista yang dapat bergerak seperti hewan.

Karena hal tersebut, maka pengelompokan protista dikelompokkan berdasarkan cara memperoleh makananya. Pengelompokan protista berdasarkan cara memperoleh makanan dan cara hidupnya, antara lain sebagai berikut.

  1. Protista Mirip Tumbuhan

Anggota  kelompok  protista mirip tumbuhan memiliki pigmen klorofil yang dapat digunakan  untuk menyintesis makanannya sendiri melalui bantuan cahaya.

Organisme tersebut disebut dengan organisme protista autotrof dan berperan sebagai produsen. Kelompok protista mirip tumbuhan disebut alga.

Anggota kelompok alga yang masuk dalam golongan protista merupakan kelompok alga multiseluler dan uniseluler. Ciri-cirinya antara lain sebagai berikut.

  1. Memiliki kloroplas sehingga bersifat autotrof
  2. Selnya berupa uniseluler dan multiseluler
  3. Termasuk dalam golongan thallophyta karena belum bisa dibedakan antara akar, batang, dan daun.
  4. Tidak menghasilkan embrio karena belum bisa dibedakan jenis kelaminnya.
  5. Habitat di air.
  6. Reproduksi secara aseksual dengan pembelahan sel, pembentukan spora kembar atau zoospora, dan fragmentasi. Reproduksi seksual secara konjugasi (isogami), anisogami, dan oogami.

Protista mirip tumbuhan dikelompokkan ke dalam beberapa ordo/bangsa, antara lain sebagai berikut.

Diatom

Diatom tinggal di perairan tawar dan laut. Tubuhnya tersusun atas sel uniseluler dan hidup secara soliter maupun berkoloni. Berdasarkan struktur dinding selnya dan pola struktur tubuh , diatom dibagi mnjadi dua ordo, yakni ordo centrales dan ordo pennales.

Dinoflagellata

Organisme protista yang mampu melakukan fotosintesis dan memiliki dua flagel yang berbentuk cambuk. Habitatnya berada di air tawar  dan air laut. Memiliki pigmen xantofil.  Contoh: Noctiluca sp.

Euglenoid

Anggota  organisme  protista  yang  tubuhnya  tersusun  atas sel uniseluler dan yang bergerak aktif menggunakan flagel. Memiliki bintik mata untuk melindungi euglonoid dari cahaya. Contoh: Euglena viriidis.

Phaeophyta

Anggota  kelompok protista yang hidup secara berkoloni. Kumpulan koloni. tersebut akan membentuk variasi besar dengan organisasi sel yang rumit.

Koloni yang besar, belum terbentuk organ yang sesungguhnya, meskipun pada beberapa jenis terdapat bentuk menyerupai akar batang, dan daun. Keseluruhan bagian itu disebut sebagai talus.

Contoh:  Fucus vesiculosus, Sargassum siliquosum, dan Macrocystis atau kelp .

Rhodophyta

Rhodophyta memiliki pigmen berwarna merah (fikobilin) sehingga tubuhnya berwarna merah. Rhodophyta berkembang biak secara aseksual dengan membentuk spora nonmotil dan secara seksual dengan oogami.

Contoh: Eucheuma spinosum, Chondrus crispus, Dasya, Gelidium, Gracilaria, dan sebagainya.

Chlorophyta

Chlorophyta   memilki  pigmen  klorofil  yang  berwarna   hijau.  Habitat  ganggang  hijau berada  di air tawar  atau air laut.

Ganggang hijau dapat hidup secara soliter atau berkoloni. Ganggang hijau yang hidup secara berkoloni memiliki suatu alat untuk menempel  pada  substratnya.

Sedangkan  ganggang hijau yang uniseluler dapat bergerak bebas karena memiliki flagel di ujung tubuhnya. Contoh koloni chlorophyta dengan jamur adalah lumut kerak.

Contoh ganggang hijau, yaitu Chlamydomonas, Volvox, Protococcus, Spyrogyra, dan sebagainya.

Chrysophyta

Chrysophyta rnemiliki pigmen xan.tofil yang berwarna keemasan. Chrysophyta hidup secara soliter dan berkoloni. Meiliki alat gerak berupa flagella dan secara ameboid apabila tidak memiliki dinding sel.

Habitat chrysophyta berada di perairan darat seperti kolam, sawah, sungai, selokan, dan sebagainya.

Chrysophyta merupakan organisme protista yang berperan dalam pembentukan minyak bumi karena memiliki cadangan makanan berupa laminarin dan minyak.

  1. Protista Mirip Jamur

Spesies kelompok jamur yang dapat bergerak aktif termasuk dalam kelompok kingdom protista. Protista mirip jamur merupakan jenis protista yang mampu menghasilkan spora sebagai perkembangbiakannya.

Bersifat heterotrof, parasit, maupun sebagai mikroorgansime pengurai. Berdasarkan ada tidaknya sekat , protista mirip jamur dikelompokkan menjadi tiga kelompok sebagai berikut.

Myxomycota (Jamur Lendir Tidak Bersekat)

Ciri khas dari anggota protista ini, yaitu tidak memiliki sekat pada anggota tubuhnya. Bersifat uniseluler maupun multiseluler. Struktur tubuh vegetatifnya berupa plasmodium dan  mengandung   banyak inti.

Plasmodium   mampu  bergerak  secara  amoeboid  untuk memperoleh  makanan  berupa  bahan  organik.  Jika  plasmodium  sudah  dewasa  akan membentuk sporangium yang sangat kecil, bertangkai, dan berisi banyak spora . Spora yang  sudah  masak  akan tumbuh  membentuk  sel gamet  yang  berflagel.

Reproduksi generatifnya dengan melalui peleburan dua gamet yang bentuk dan ukurannya sama disebut singami.  Hasilnya  berupa zigot yang  nantinya  tumbuh  menjadi  organisme  dewasa . Contoh: Physarium sp.

Acrasiomycota (Jamur Lendir Bersekat)

Ciri khas yang dimiliki anggota protista ini, yaitu tubuhnya bersekat-sekat , uniseluler maupun multiseluler.  Reproduksi  vegetatif  dengan  pembentukan  spora,  sedangkan reproduksi generatif dengan singami.

Namun, Plasmodium pada  acrasiomycota  akan  membentuk  agregat seperti siput  tanpa cangkang, jika  lingkungan  menguntungkan, agregat  akan berhenti dan membentuk tubuh buah yang mengandung spora reproduksi. Contoh: Dyctyostelium.

Oomycota (Jamur  Air)

Ciri khas yang dimiliki oleh anggota  protista  mirip jamur ini, yaitu dinding selnya tersusun atas selulosa  dan  memiliki  hifa yang  tidak  bersekat.

Reproduksi vegetatif  dengan  zoospora, yaitu spora   berflagel  dua  yang  mampu  bergerak  bebas.  Sementaa itu,  reproduksi  secara generatif  dengan  pertemuan  gamet jantan  dan betina, lalu membentuk  zigot  berdinding  tebal kemudian   mengalami   periode   istirahat   membentuk  oospora.

Fase  hidup   hasil   reproduksi  generatif ini lebih panjang bila dibanding fase vegetatif. Contoh sebagai berikut

  • Phytopthora faberi,  parasit  pada  tanaman
  • Phytopthora infestan, parasit pada tanaman kentang.
  • Saprolegnia sp. hidup saprofit pada bangkai serangga yang mati di air.
  • Phytopthora nicotinae, parasit pada tanaman tembakau.
  • Pytium sp. hidup parasit pada tanaman yang sedang berkecambah
  1. Protista Mirip Hewan (Protozoa)

Kelompok  protista  mirip  hewan  bersifat  heterotrof. Protista ini mendapatkan  makanannya dengan cara memakan bakteri, protista lain, atau memakan sel-sel sisa organisme multiseluler (bersel panyak).

Ciri-cirinya sebagai berikut.

  • Merupakan organisme kosmopolit .
  • Tubuhnya tersusun atas sel yang terdiri dari satu sel, hidup secara koloni, ataupun soliter.
  • Tidak memiliki jaringan atau organ.
  • Cara hidupnya dengan parasit dalam tubuh organisme lain.
  • Mendapatkan makan dengan cara fagositosis .

Sumber  makanannya  berupa  bakteri  atau  organisme  protista  lain.          .

  • Reproduksi seksual dengan cara konjugasi, reproduksi aseksual dengan pembelahan biner, dan pembentukan tunas.
  • Cara hidup protozoa  secara  soliter  maupun    Habitatnya  berada  di  perairan air tawar dan air laut
  • Memiliki ukuran yang sangat kecil sekitar 10-200 mikron.
  • Memiliki bentuk sel yang tetap maupun dapat berubah-ubah.
  • Memiliki alat gerak berupa flagella, silia, pseudopodia .
  • Struktur selnya tersusun atas membran sel, sitoplasma, vakuola makanan, dan inti sel.
  • Merupakan organisme autotrof.

Protozoa dikelompokkan menjadi 4 kelas berdasarkan alat gerak yang dimiliki sebagai berikut.

Rhizopoda (Sarcodina)

Alat gerak pada Sarcodina berupa kaki semu (pseudopodia), hidup bebas di air tawar dan air  laut, serta hidup parasit dalam tubuh manuia dan hewan.

Rhizopoda bereproduksi secara aseksual dengan membelah diri.Contoh: Amoeba proteus, Radiotoria.

Ciliata (Ciliophora/lnfusoria)

Disebut organisme cilliata karena memiliki ala gerak berupa silia atau rambut getar. Habitat  utama, yaitu daerah perairan, baik di air tawar atau air laut.

Dapat hidup parasit pada hewan dan manusia. Dapat bereproduksi secara seksual maupun aeksual. Secara-aseksual dengan melakukan pembelahan biner dan secara seksual dengan konjugasi.

Contoh: Paramacium caudatum, Didinium, Stentor sp., Balantidium , dan Vorticella.

Flagellata (Mastigophora)

Disebut organisme flagellata karena mempunyai alat gerak berupa flagellum  (bulu  cambuk).  Flagellata  berkembang biak secara aseksual dengan pembelahan biner membujur.

Habitat di lingkungan berair, baik  air  tawar  maupun  laut, ada yang hidup bersimbiosis dalam tubuh hewan, dan ada juga yang hidup parasit.

Contoh: Trichonympha campanula, Trypanosoma evansi, dan Trichomonas vaginalis.

Sporozoa (Api Complexa)

Organisme protista yang tidak memiliki alat gerak dikelompokkan ke dalam sporozoa. Semua anggota sporozoa hidup parasit pada hewan dan manusia.

Bereproduksi secara seksual dan  aseksual.  Secara  aseksual  dengan  pembelahan  biner.  Secara seksual  dengan  pertemuan sel garnet. Contoh: Toxoplasma gondii dan Plasmodium.

Peranan Protista

Sebagai salah satu organisme penyusun ekosistem, protista memiliki peran yang menguntungkan dan merugikan, antara lain sebagai berikut.

Peranan Protista Mirip Tumbuhan (Alga atau Ganggang)

Peran yang Menguntungkan

    • Alga berperan sebagai produsen di rantai makanan perairan.
    • Chlorella dimanfaatkan sebagai bahan makanan yang mengandung protein tinggi.
    • Gracillaria, sebagai  campuran  es  rumput

Peran yang Merugikan

Beberapa anggota dinoflagelata memproduksi toksin yang mengganggu kerja diafragma   dan kegagalan bernapas pada vertebrata dan invertebrata.

Peranan Protista  Mirip  Hewan  (Protozoa)

Peran yang Menguntungkan

Protozoa merupakan salah satu sumber makanan bagi hewari air termasuk udang, ikan, kepiting, dan hewan laut lainnya. Protozoa berperan sebagai pengontrol jumlah bakteri di alam sebab protozoa merupakan predator bakteri.

Peran yang Merugikan

Protozoa yang merugikan manusia sebagai penyebab penyakit, antara lain sebagai berikut.

  • Penyebab penyakit toksoplasmosis akibat Toxoplasma gondii.
  • Protozoa penyebab penyakit malaria Plasinodium sp.
  • Protzoa penyebab  penyakit  pada  hewan  ternak Trypanasoma evansi.
  • Protozoa penyebab diare Balantidium coli.

Peranan Protista Mirip Jamur

Peran yang Menguntungkan

  • Chlorella yang dimanfaatkan sebagai bahan makanan.
  • Eucheuma spinosum dapat dimanfaatkan sebagai bahan makanan dan kosmetik.

Peran yang Merugikan

  • Phytophtora infestans, merupakan jamur parasit pada kentang (busuk kentang).
  • Phytophtora faberi yaitu penyebab penyakit kanker pada bidang sudapan pohon karet
  • Phytophtora mictiane yaitu penyebab busuk pada daun tembakau.

Demikian pembahasan dari kami tentang Pengertian Kingdom Protista : Klasifikasi dan Peranan secara lengkap dan jelas, semoga bermanfaat jangan lupa di share sobat WebChecKer.Me