Ciri – Ciri Protozoa

5 min read

Struktur Protozoa

Pengertian Protozoa

Protozoa berasal dari kata protos yang berarti pertama dan zoon yang berarti hewan sehingga disebut sebagai hewan pertama. Ukurannya antara 3 – 1000 mikron dan merupakan organisme mikroskopis bersifat heterotrof.

Protozoa adalah mikroorganisme menyerupai hewan yang merupakan salah satu filum dari Kingdom Protista. Seluruh kegiatan hidupnya dilakukan oleh sel itu sendiri dengan menggunakan organel-organel antara lain membran plasma, sitoplasma, dan mitokondria.

Protozoa merupakan Protista yang ciri-cirinya menyerupai hewan. Nama protozoa itu sendiri berasal dari bahasa Latin, yaitu protos yang artinya pertama dan zoon/zoion yang artinya hewan. Rekayasa Genetika Sampai sekarang, sekitar 50.000 spesies protozoa telah dideskripsikan.

Ciri – Ciri Protozoa

Protozoa adalah mikroorganisme menyerupai hewan yang merupakan salah satu filum dari Kingdom Protista. Seluruh kegiatan hidupnya dilakukan oleh sel itu sendiri dengan menggunakan organel-organel antara lain membran plasma, sitoplasma, dan mitokondria. Ciri-ciri umum :

  • Organisme uniseluler (bersel tunggal)
  • Eukariotik (memiliki membran nukleus)
  • Hidup soliter (sendiri) atau berkoloni (kelompok)
  • Sifat hidupnya kosmopolit artinya dapat hidup di tempat atau habitat apapun.
  • Umumnya tidak dapat membuat makanan sendiri (heterotrof)
  • Hidup bebas, saprofit atau parasit
  • Protozoa merupakan bagian plankton di air tawar atau air laut dan berperan penting sebagai indikator polusi
  • Sejumlah protozoa dapat menimbulkan penyakit.
  • Dapat membentuk sista untuk bertahan hidup
  • Alat gerak berupa pseudopodia, silia, atau flagela

Ciri-ciri prozoa sebagai hewan adalah gerakannya yang aktif dengan silia atau . Memiliki membran sel dari zat lipoprotein, dan bentuk tubuhnya ada yang bisa berubah-ubah. Peranan Platyhelminthes Adapun yang bercirikan sebagai tumbuhan adalah ada jenis protozoa yang hidup autotrof.

Ada yang bisa berubah-ubah. Adapun yang mencirikan sebagai sebagai tumbuhan adalah ada jenis protozoa yang hidup autotrof. Perkembangbiakan bakteri dan amuba. Perkembangbiakan amuba dan bakteri yang biasa dilakukan adalah dengan membelah diri.

Dalam kondisi yang sesuai mereka mengadakan pembelahan secara setiap 15 menit. Peristiwa ini dimulai dengan pembelahan inti sel atau bahan inti menjadi dua.

Kemudian diikuti dengan pembelahan sitoplasmanya, menjadi dua yang masing-masing menyelubungi inti selnya. Selanjutnya bagian tengah sitoplasma menggenting diikuti dengan pemisahan sitoplasma.

Akhirnya setelah sitoplasma telah benar-benar terpisah, maka terbentuknya dua sel baru yang masing=masing mempunyai inti baru dan sitoplasma yang baru pula.

Pada amuba bila keadaan kurang baik, misalnya udara terlalu dingin atau panas atau kurang makan, maka amuba akan membentuk kista. Didalam kista amuba dapat membelah menjadi amuba-amuba baru yang lebih kecil.

Bila keadaan lingkungan telah baik kembali, maka dinding kista akan pecah dan amuba-amuba baru tadi dapat keluar. Selanjutnya amuba ini akan tumbuh setelah sampai pada ukuran tertentu, dia akan membelah diri seperti semula.

Peranan Protozoa

Peran Menguntungkan

  • Mengendalikan populasi Bakteri, sebagian Protozoa memangsa Bakteri sebagai makanannya, sehingga dapat mengontrol jumlah populasi Bakteri di alam.
  • Sumber makanan ikan, Di perairan sebagian Protozoa berperan sebagai plankton (zooplankton) dan benthos yang menjadi makanan hewan air, terutama udang, kepiting, ikan, dll.
  • Indikator minyak bumi, Fosil Foraminifera menjadi petunjuk sumber minyak, gas, dan mineral.
  • Bahan penggosok, Endapan Radiolaria di dasar laut yang membentuk tanah radiolaria, dapat dijadikan sebagai bahan penggosok.

Peran Merugikan

Protozoa menyebabkan penyakit pada manusia dan hewan ternak. Penyakit-penyakit yang disebabkan Protozoa antara lain :

  • Entamoeba hitolytica; hidup didalam usus halus manusia, penyebabpenyakit disentri.
  • Entamoeba gingivalis; hidup dirongga mulut, penyebab penyakit gingivitis.
  • Balantidium coli; hidup didalam usus tebal (Kolon) manusia, penyebabpenyakit diare (Balontidiosis).
  • Trypanosoma gambiense dan Tryponosoma rhodesiense, penyebab penyakit tidur pada manusia. Hospes perantaranya adalah lalat tsetse (Glossina palpalis dan Glossina morsitans.

Peran Protozoa dalam Kehidupan Manusia

Protozoa dapat menguntungkan dan merugikan manusia. Protozoa berperan penting dalam mengontrol jumlah bakteri di alam karena Protozoa adalah pemangsa bakteri.

Di perairan, Protozoa juga merupakan zooplankton dan bentos. Zooplankton dan bentos adalah sumber makanan hewan air seperti uadang, kepiting, dan ikan yang secara ekonomi bermanfaat bagi manusia.

Habitat Protozoa

Protozoa hidup di air atau setidaknya di tempat yang basah. Mereka umumnya hidup bebas dan terdapat di lautan, lingkungan air tawar, atau daratan. Beberapa spesies bersifat parasitik, hidup pada organisme inang. Ciri Umum Jamur Inang protozoa yang bersifat parasit dapat berupa organisme sederhana seperti algae, sampai vertebrata yang kompleks, termasuk manusia.

Beberapa spesies dapat tumbuh di dalam tanah atau pada permukaan tumbuh-tumbuhan. Semua protozoa memerlukan kelembaban yang tinggi pada habitat apapun. Beberapa jenis protozoa laut merupakan bagian dari zooplankton. Protozoa laut yang lain hidup di dasar laut.

Spesies yang hidup di air tawar dapat berada di danau, sungai, kolam, atau genangan air. Ada pula protozoa yang tidak bersifat parasit yang hidup di dalam usus termit atau di dalam rumen hewan ruminansia.

Beberapa protozoa berbahaya bagi manusia karena mereka dapat menyebabkan penyakit serius.  Nutrisi protozoa bermacam-macam. Ada yang holozoik (heterotrof), yaitu makanannya berupa organisme lainnya,. Ada pula yang holofilik (autotrof), yaitu dapat mensintesis makanannya sendiri dari zat organik dengan bantuan klorofit dan cahaya.

Selain itu ada yang bersifat saprofitik, yaitu menggunakan sisa bahan organik dari organisme yang telah mati ada pula yang bersifat parasitik.

Pencernaan pada Prortozoa

Proses pencernaan pada protozoa yang memiliki mulut yaitu dengan memasukkan makananya melalui mulut kemudian menuju kerongkongan melalui sitofaring dan berakhir pada vakuola makanan (vakuola nonkontraktif).

Sebaliknya bagi protozoa yang tidak memiliki mulut, yaitu dengan menelan secara utuh mangsanya melalui permukaan selnya. Sisa-sisa makanan akan dibuang melalui lubang pada ektoplasma (shvoong,2010). Respirasi bagi Tumbuhan

Cara makan protozoa dapat dibedakan menjadi beberapa cara yaitu

  • Parasit

Bersifat parasit, menyerang makanan berupa cairan tubuh inangnya melalui permukaan tubuhnya.

  • Holozoik

Holozoik, Protozoa yang memakan organisme lain yang lebih kecil seperti bakteri, alga, atau protozoa lain.

Holofitik, Protozoa yang memiliki kloroplast dan mampu berfotosintesis seperti tumbuhan hijau.

  • Saprofitik

Saprofitik, protozoa yang memakan bahan organik dari sisa-sisa tumbuhan atau hewan.

Fisiologi Protozoa

Protozoa umumnya bersifat aerobik nonfotosintetik, tetapi beberapa protozoa dapat hidup pada lingkungan ananaerobik misalnya pada saluran pencernaan manusia atau hewan ruminansia.

Protozoa aerobik mempunyai mitokondria yang mengandung enzim untuk metabolisme aerobik, dan untuk menghasilkan ATP melalui proses transfer elektron dan atom hidrogen ke oksigen.

Protozoa umumnya mendapatkan makanan dengan memangsa organisme lain (bakteri) atau partikel organik, baik secara fagositosis maupun pinositosis. Sumber Karbohidrat Protozoa yang hidup di lingkungan air, maka oksigen dan air maupun molekul-molekul kecil dapat berdifusi melalui membran sel.

Senyawa makromolekul yang tidak dapat berdifusi melalui membran, dapat masuk sel secara pinositosis. Tetesan cairan masuk melalui saluran pada membran sel, saat saluran penuh kemudian masuk ke dalam membran yang berikatan denga vakuola.

Vakuola kecil terbentuk, kemudian dibawa ke bagian dalam sel, selanjutnya molekul dalam vakuola dipindahkan ke sitoplasma.

Morfologi Protozoa

Semua protozoa mempunyai vakuola kontraktil. Vakuola dapat berperan sebagai pompa untuk mengeluarkan kelebihan air dari sel, atau untuk mengatur tekanan osmosis.

Beberapa jenis protozoa seperti Foraminifera mempunyai kerangka luar sangat keras yang tersusun dari Si dan Ca.  Beberapa protozoa seperti Difflugia, dapat mengikat partikel mineral untuk membentuk kerangka luar yang keras.

Radiolarian dan Heliozoan dapat menghasilkan skeleton. Kerangka luar yang keras ini sering ditemukan dalam bentuk fosil.

Kerangka luar Foraminifera tersusun dari CaO2 sehingga koloninya dalam waktu jutaan tahun dapat membentuk batuan kapur. Bentuk protozoa sangat beraneka ragam.

Ada yang lonjong, bulat, dan memanjang. Ada juga yang memiliki bentuk berubah-ubah, misalnya amoeba. Pada spesies tertentu dari protozoa mempunyai berbagai bentuk morfologi pada tingkat yang berbeda dalam daur hidupnya, misalnya plasmodium.

Perkembangbiakkan Protozoa

Sebagian besar Protozoa berkembang biak secara aseksual (vegetatif) dengan cara :

  • Pembelahan Multipel

Pembelahan multipel, pembelahan dengan cara beberapa inti terbelah lebih dahulu, kemudian

terjadi pembelahan sitoplasma menjadi beberapa individu(Muntaha,2011).

  • Schizogoni

Schizogoni, beberapa sel anak dibentuk dari sel induk (Muntaha,2011).

  • Budding atau Tunas

Budding atau Tunas, bagian tubuh induk terpotong kemudian berdifferensiasi menjadi individu sempurna(Muntaha,2011).

  • Spora

Spora, Perkembangbiakan aseksual pada kelas Sporozoa (Apicomplexa) dengan membentuk spora melalui proses sporulasi di dalam tubuh nyamuk Anopheles. Spora yang dihasilkan disebut sporozoid (Surya,2010).

  • Pembelahan Mitosis (Biner)

Pembelahan mitosis (biner), yaitu pembelahan yang diawali dengan pembelahan inti dan diikuti pembelahan sitoplasma, kemudian menghasilkan 2 sel baru. Jenis Mineral Mikro dan Makro Pembelahan biner terjadi pada Amoeba.

Paramaecium, Euglena. Paramaecium membelah secara membujur/ memanjang setelah terlebih dahulu melakukan konjugasi.Euglena membelah secara membujur /memanjang (longitudinal) (Surya,2010).

Sistem Ekskresi Protozoa

Alat ekskresi protozoa berupa vakuola berdenyut (vakuola kontraktil). Vakuola kontraktil berfungsi mengeluarkan ampas metabolisme dan mengatur tekanan (osmoregulator).

Adaptasi Protozoa

Sebagai predator, mereka memangsa uniseluler atau berserabut ganggang, bakteri, dan mikrofungi. Protozoa memainkan peran baik sebagai herbivora dan konsumen di dekomposer dari rantai makanan.

Protozoa juga memainkan peranan penting dalam mengendalikan populasi bakteri dan biomasa. Protozoa dapat menyerap makanan melalui membran sel mereka, misalnya amoeba, mengelilingi dan menelan makanan itu, dan yang lain lagi memiliki bukaan atau “mulut pori-pori” ke mana mereka menyapu makanan.

Semua protozoa yang mencerna makanan di perut mereka seperti kompartemen disebut vakuola.

Demikian pembahasan dari kami tentang Pengertian, Ciri dan Morfologi Protozoa secara lengkap dan jelas, semoga bermanfaat jangan lupa di share sobat WebChecKer.Me