Peranan Pyrrophyta

2 min read

Pyrrophyta Adalah

Pengertian Pyrrophyta

Pyrrophyta adalah alga uniselular (bersel satu) dengan dua flagel yang berlainan, berbentuk pita, keluar dari sisi perut dalam suatu saluran.

Mengandung pigmen (klorofil A,C2 dan piridinin,sementara yang lain memiliki klorofil A,C1,C2 dan fucosantin) yang dapat berfotosintesis. Hanya dinoflagellata yang memiliki kemampuan untuk berfotosintesis. Berwarna kuning coklat.

Alga yang termasuk Pyrrophyta ini disebut Dino Flagellata, tubuh tersusun atas satu sel memiliki dinding sel dan dapat bergerak aktif. Selulosa Ciri yang utama bahwa di sebelah luar terdapat celah dan alur, masing-masing mengandung satu flagel

 

Ciri – Ciri umum Pyrrophyta

  1. Memiliki variasi nutrisi yang besar dari autototropik ke bentuk heterotropik yang mana terdapat vertebrata parasit dan ikan atau alga phagocytiza yang lain.
  2. Memiliki peranan sebagai plankton baik di air tawar dan di air laut
  3. Bentuk sel tunggal.
  4. Mempunyai bintik mata (stigma), berupa kumpulan butir lipid yang mengandung pigmen karetinoid.
  5. Tubuh primitif pada umumnya berbentuk ovoid tapi asimetri.
  6. mempunyai dua flagella, satu terletak di lekukan longitudinal dekat tubuh bagian tengah yang disebut sulcus dan memanjang ke bagian posterior. Annelida Sedangkan flagella yang lain ke arah transversal dan ditempatkan dalam suatu lekukan (cingulum) yang melingkari tubuh atau bentuk spiral pada beberapa belokan.
  7. Sel terbagai secara transversal oleh cingulum menjadi epiteka dan hipoteka.
  8. Dinding sel pada umumnya mengandung selulose.
  9. Semua tipe mempunyai membran plasma yang berkesinambungan dengan membran flagel pada bagian luar.
  10. Cadangan makanan berupa amilum yang terdapat dalam sitoplasma.

Struktur Tubuh Pyrrophyta

Organisme ini memiliki peranan sebagai plankton baik di air tawar dan di air laut. Meskipun lebih berfariasi bentuk yang ditemukan di air laut.

Kelas dinophyceae motil tersusun oleh epiko dan hipokon yang terbagi secara melintang oleh girdre (sabuk/ sigulum) Epikon dan hipokon paa umumnya dibagi menjadi sejumlah lempengan (teka) dan jumlah serta susunan karakterisrik pada tingkat marga sulcus letaknya membujur.

Struktur sel Pyrrophyta

Pembagian Pyrrophyta dalam 2 golongan berdasarkan pada ada tidaknyanya penutup sel (ampiesma) yaitu yang telanjang (unarmored) dan mempunyai penutup sel (theca).

Pada theca terdapat pelat-pelat seperti baja dengan komponen utama sellulosa. Jumlah dan letak pelat digunakan sebagai dasar dalam pemberian nama Peridinium.

Mempunyai bintik mata (stigma), berupa kumpulan butir lipid yang mengandung pigmen karetinoid. Tubuh dinoflagellata primitif pada umumnya berbentuk ovoid tapi asimetri, mempunyai dua flagella, satu terletak di lekukan longitudinal dekat tubuh bagian tengah yang disebut sulcus dan memanjang ke bagian posterior.

Sedangkan flagella yang lain ke arah transversal dan ditempatkan dalam suatu lekukan (cingulum) yang melingkari tubuh atau bentuk spiral pada beberapa belokan.

Lekukan tranversal disebut girdle, merupakan cincin yang simpel dan jika berbentuk spiral disebut annulus. Zygomycota Flagellum transversal menyebabkan pergerakan rotasi dan pergerakan kedepan, sedangkan flagellum longitudinal mengendalikan air ke arah posterior.

Sel Dinoflagellata terbagai secara transversal oleh cingulum menjadi epiteka dan hipoteka. Pada Peridinium, epiteka tersusun atas 2 seri: apical dan precingular.

Pada beberpara genus terdapat seri pelat yang tidak sempurna pada permukaan dorsal dengan 1-3 pelat interkalar anterior (a). Myriapoda Hipoteka tersusun atas 2 seri transversal: cingular dan antapikal juga sering terdapat seri yang tidak sempurna yaitu interkalar posterior.

Dinding sel pada umumnya mengandung selulose, hal ini akan memberikan struktur karakteristik dari teka amfisema adalah nama yang digunakan untuk lapisan terluar khusus dari sel Dinophyceae.

Semua tipe mempunyai membran plasa yang berkesinambungan dengan membran flagel pada bagian luar. Pada umumnya terdapat sejumlah pori dalam amfisema dengan trikosit dalam tipe pori.

Klasifikasi Pyrrophyta

  • Regnum : Plantae
  • Divisi : Dinophyta
  • Kelas : Dinoflagellata
  • Ordo : Gonyaulacales
  • Spesies : Gonyaulax balechii

Perkembangbiakan Pyrrophyta

Cara Perkembangbiakan Pyrrophyta memiliki 2 cara perkembangbiakan, yaitu secara:

  • Vegetatif

Vegetatif, yaitu dengan pembelahan sel yang bergerak, jika sel memiliki panser, maka selubung akan pecah.

Bioteknologi Menurut Para Ahli Dapat juga dengan cara protoplas membelah membujur, lalu keluarlah dua sel telanjang yang dapat mengembara yang kemudian masing – masing membuat panser lagi.

Setelah mengalami waktu istirahat zigot yang mempunyai dinding mengadakan pembelahan reduksi, mengeluarkan sel kembar yang telanjang.

  • Sexual

Sexual, dalam sel terbentuk 4 isogamet yang masing-masing dapat mengadakan perkawinan dengan isogamet dari individu lain.

  • Sporik

Sporik, yaitu dengan zoospora .

Habitat Pyrrophyta

Mayoritas dari Pyrrophyta berasal dari lautan, tetapi ada beberapa spesies yang lain yang hidup dia sungai sungai. Pyrrophyta adalah kompenin yang penting dari plankton, khususnya pada kondisi hangat.

Sebagai penambahan, beberap spesies adalah benthic atau terjadi dalam peristiwa simbiotik. Dinoflagellata memiliki variasi nutrisi yang besar, Manfaat Kultur Jaringan dari range nututropik ke bentuk heterotropik, yang mana terdapat juga invertebrata parasit dan ikan atau alga phagocytiza yang lain.

Dinoflagellata yang memiliki sistem fotosintesis dan membutuhkan vitamindissebut autotropi dan yang membutuhkan energi disebut heterotrop.

Peranan Pyrrophyta

Pertumbuhan yang cepat dari plankton dinoflagelata mungkin akan menghasilkan warna coklat atau merah perubahan wama air disebut red tides.

Red tides biasanya terjadi pada air pesisir pantai dan muara. Beberapa dinoflagelata menghasilkan red tides adalah luminescent Spesics lain mungkin mengandung racun yang dapat dilepaskan kedalam air atau terakumulasi dalam rantai makanan.

Dalam beberapa kasus, racun dapat menyebabkan kematian ikan atau menyeliabkan keracunan manusia yang makan makanan yang terkontaminasi oleh moluska atau ikan.

Demikian pembahasan  tentang Ciri, Struktur Tubuh dan Sel Pyrrophyta secara lengkap dan jelas, semoga bermanfaat jangan lupa di share ya sobat WebChecKer.Me semoga bermanfaat.