Reproduksi dan Peranan Ascomycota

4 min read

Strukur Tubuh Ascomycota

Pengertian Ascomycota

Ascomycota adalah salah satu filum atau divisi dari fungi. Anggota filum ini tersebar di seluruh dunia. Ascomycota merupakan kelompok jamur yang terbesar. Lebih dari 60.000 spesies dari divisi ini telah teridentifikasi. Nama Ascomycota diambil dari kata askus (menyerupai kantung).

Askus ini merupakan ujung hifa yang mengalami perubahan inti dan akan membentuk tubuh buah. Anggota divisio ini ada yang hidup sebagai saprofit, terutama pada tumbuhan.

Menurut Campbell, setengah dari jumlah Ascomycota bersimbiosis dengan alga membentuk Lichen. Beberapa lainnya lagi bersimbiosis dengan tumbuhan membentuk mikoriza. Ascomycota sebagian besar multiseluler.

Namun, ada juga yang uniseluler. Contoh Ascomycota uniseluler adalah Saccharomyces cereviceae. Reproduksi Coelenterata Sedangkan contoh yang multiseluler adalah Penicillium.

Ascomycota dapat bereproduksi secara seksual maupun aseksual. Sebagian besar jamur yang termasuk dalam divisi ini memiliki hifa yang bersekat-sekat dan bercabang. Namun, ada beberapa jamur yang mempunyai hifa berlubang sehingga protoplasma dan inti sel dapat mengalir dari satu sel ke sel lainnya.

Ciri – Ciri Umum Ascomycota

Ciri-ciri umum Ascomycota antara lain:

  • Tubuhnya ada yang Uniseluler dan Multiseluler
  • Memiliki hifa yang bersekat-sekat dan berinti banyak
  • Hidup sebagai parasit atau saprofit
  • Reproduksi secara seksual dan aseksual
  • Dinding sel dari zat kitin

Ciri – Ciri Khusus Ascomycota

Berdasarkan dari pembahasan diatas maka dapat disimpulkan ciri-ciri Ascomycota. Ciri-ciri Ascomycota adalah sebagai berikut.

  • Menghasilkan askospora sebagai hasil reproduksi seksual dari askus.
  • Askus memiliki bentuk struktur yang mirip kantong
  • Ascomycota bersifat uniseluler dan multiseluler
  • Ascomycota multiseluler memiliki hifa yang bersekat
  • Sebagian jenis Ascomycota hifa bercabang-cabang dengan membentuk miselium dan tersusun kompak menjadi tubuh buah makroskopis yang disebut dengan askokarp atau askokarpus. Peranan Arthropoda
  • Bentuk askokarp yang beragam atau bervariasi seperti ada yang berbentuk botol, mangkok, dan bola.
  • Askokarp memiliki banyak askus yang didalamnya terdapat askospora.

Cara Hidup Ascomycota

Ascomycota hidup sebagai pengurai bahan organik khususnya dari tumbuhan atau sisa-sisa dari organisme yang ada didalam tanah dan juga dilaut.

Ascomycota bersel satu atau ragi hidup di bahan yang mengandung gula atau karbohidrat, seperti singkong yang menghasilkan tapai atau sari anggur yang digunakan untuk membuat minuman anggur merah (wine).

Sebagian jenis ada yang hidupnya sebagai parasit di organisme lain. Jamur morel atau Morchella esculenta hidup dengan bersimbiosis mutualisme kepada tumbuhan dengan membentuk mikoriza. Ciri Tumbuhan Lumut (Bryophyta) Ascomycota dapat melindungi tumbuhan dari serangan hama serangga dengan cara mengeluarkan racun bagi Ascomycota yang hidup di permukaan sel mesofil daun.

Terdapat sekitar 30.000 spesies atau separuh dari jumlah spesies Ascomycota yang ada ditemukan hidup bersimbiosis dengan ganggang membentuk lichen (lumut kerak).

Strukur Tubuh Ascomycota

Ascomycota sebagian besar multiseluler. Ascomycota yang multiseluler memiliki hifa bersekat. Bentuk tubuh buah ascomycota beragam, antara lain seperti mangkuk, bulat, dan bulat panjang.

Habitat Ascomycota

Ascomycota umumnya hidup saprofit pada tanah dan sisa organisme. Sebagian ascomycota lainnya merupakan parasit pada tumbuhan dan hewan. Jamur Ascomycota ada yang hidup di laut dan merupakan salah satu saproba utama. Ascomycota dapat ditemui di permukaan roti, nasi dan makanan basi. Warnanya coklat merah atau hijau.

Ascomycota ada yang hidup sebagai parasit atau saprofit. Jamur yang hidup sebagai parasit, dapat menimbulkan penyakit yang sangat merugikan seperti pada tanaman tembakau, pepaya, karet, teh, cokelat, dan padi. Strukur Tubuh Ascomycota Sedangkan jamur saprofit hidup pada bahan makanan atau sampah.

Reproduksi Ascomycota

Ascomycota dapat bereproduksi secara Aseksual maupun Seksual. Reproduksi Aseksual dan Seksual pun juga berbeda antara Ascomycota Uniseluler dan Multiseluler.

  • Reproduksi Aseksual

Reproduksi Aseksual pada  dilakukan dengan pembentukan konidia (spora konidia). Konidia merupakan spora aseksual yang dibentuk di ujung konidiofor.

Konidiofor sendiri adalah hifa yang termodifikasi membentuk tangkai sporangium. Selain itu bisa juga secara fragmentasi dan pertunasan.

  • Reproduksi Seksual

Reproduksi secara seksual tejadi dengan cara perkawinan antara hifa haploid (n) yang berbeda jenis yaitu, hifa positif dan hifa negatif. Pada saat penyatuan, akan terbentuk hifa dikariotik (berinti dua).

Pada ujung hifa dikariotik ini akan terjadi fusi (penyatuan) inti sehingga sel-selnya menjadi diploid (2n). Setelah itu, terjadi peristiwa meiosis yang akan membentuk kembali inti-inti yang haploid (n).

Pada hifa dikariotik, ujung-ujungnya akan membentuk askus. Askus tersebut akan berkelompok membentuk tubuh buah (askokarp). Atau untuk mempermudahnya, pembentukan askospora melalui beberapa tahapan, yaitu:

  1. Perkawinan (kopulasi) antara gametangium jantan dan gametangium betina,
  2. Bersatunya plasma kedua gametangium yang disebut dengan plasmolisis,
  3. Bersatunya inti yang berasal dari gametangium yang disebut dengan kariogami, dan
  4. Kariogami yang menyebabkan terjadinya pembelahan reduksi, dilanjutkan dengan pembentukan askospora secara endogen menurut pembentukan sel bebas.

Ada beberapa bentuk askus, yaitu:

  • Askus tanpa askokarp
  • Askus yang askokarpnya berbentuk deperti mangkok disebut aposetium.
  • Askus yang askokarpnya berbentuk bola tanpa ostiulum disebut kleistotesium.
  • Askus yang askokarpnya berbentuk botol dengan leher dan memiliki ostiulum disebut peritesium.

Contoh Ascomycota

Anggota jamur dalam devisi Ascomycota disebut dengan fungsi kantong (sac fungi). Para ahli mikologi telah mendeskripsikan sekitar 60.000 fungsi kantong, baik yang uniseluler maupun multiseluler.

Contoh-contoh Ascomycota ada yang memberikan memberikan manfaat dan kerugian bagi manusia atau tidak dapat dikonsumsi. Sel Sitoplasma Secara Lengkap Contoh Ascomycota adalah sebagai berikut.

  1. Morchella Esculenta

Morchella esculenta : Morchella esculenta adalah jamur yang memiliki tubuh buah dengan mengandung banyak air. Jamur Morchella esculenta sangat enak dimakan yang dapat ditemukan dibawah pohon buah-buahan.

  1. Saccharomyces Cerevisiae

Saccharomyces cerevisiae : Saccharomyces cerevisiae adalah jamur yang bersel satu dan memiliki dinding askus yang tipis dan juga dikenal sebagai khamir. Manfaat atau kegunaan Saccharomyces cerevisiae adalah digunakan dalam pembuatan minuman beralkohol, tapai, dan sebagai pengembang adonan roti.

Jamur ini dapat mengubah gula menjadi alkohol dan karbon dioksida (CO2) dengan melalui proses fermentasi (respirasi anaerob). Gas CO2 yang terbentuk akan menjadikan roti mengembang .

  1. Trichophyton Mentagrophytes

Trichophyton mentagrophytes : Trichophyton mentagrophytes adalah jenis jamur yang menyebabkan timbulnya penyakit kulit kurap pada tubuh dan kulit kepala

  1. Neurospora Crassa dan Neurospora Sitophila

Neurospora crassa dan Neurospora sitophila : Neurospora sitophila adalah jamur oncom yang memiliki spora dengan berwarna orange

  1. Candida Albicans

Candida Albicans : Candida albicans adalah hidup parasit pada jaringan epitel yang lembap, seperti saluran pernapasan, saluran pencernaan, dan alat kelamin wanita atau penyebab keputihan

  1. Penicillum Notatum dan Penicillium Chrysogenum

Penicillum notatum dan Penicillium chrysogenum : jamur ini digunakan sebagai pembuatan antibiotik penisilin yang dilakukan dengan cara mengekstraksi biakan cair. Kegunaan penesilin adalah untuk membasmi bakteri, antara lain Neisseria meningitidis, Streptococcus, pneumoniae dan Staphylococcus sp.

  1. Claviceps Purpurea

Claviceps purpurea : Claviceps purpurea adalah jamur Ascomycota yang memiliki warna ungu yang disebut dengan ergot, yang bersifat parasit pada gandum hitam (rye).

Jika jamur ini ikut tergiling bersama gandum dan tercampur dalam tepung, dan sampai dikonsumsi manusia, maka yang terjadi akan menimbulkan penyakit gangren. Gejala-gejala yang dialami adalah seperti kejang saraf, rasa panas terbakar, kegilaan temporer (sementara), dan halusinasi.

  1. Tuber Melanosporum (Truffle)

Tuber melanosporum (truffle) : Tuber melanosporum adalah jamur yang hidup dengan bersimbiosis pada akar tumbuhan dengan membentuk mikoriza.

Truffle sangat disukai oleh sejumlah ahli pencicip kuliner karena Truffle memiliki cita rasa yang enak. Bagi para pencari Truffle yang menggunakan bantuan penciuman anjing.

  1. Blue Mold

Blue mold : Blue mold atau kapang biru adalah jamur yang tumbuh pada buah jeruk. Blue mold merupakan jamur penicillum yang hidupnya saproba

  1. Aspergillus Flavus

Aspergillus flavus : Aspergillus flavus adalah jamur yang pada umumnya hidup saproba pada makanan dan biji-bijian.

Baca Juga : Kerjasama Internasional

Baca Juga : Sejarah Pemungutan Pajak

Koloni dari Aspergillus flavus menghasilkan spora yang memiliki warna cokelat kehijauan atau kehitaman dan menyekresikan senyawa aflatoksin yang bersifat racun bagi manusia.

Demikian pembahasan tentang Contoh Ascomycota : Ciri dan Peranan, semoga bermanfaat Sobat WebCheker.Me