Siklus Hidrologi

10 min read

Proses Siklus Hidrologi

Pengertian Hidrologi

Air adalah salah satu komponen abiotik yang ada di bumi dan keberadaannya sangat penting bagi hidup seluruh makhluk yang ada. Siklus hidrogen biasa disebut dengan siklus hidrologi atau siklus air.

Kata hidrologi berasal dari bahasa Yunani “Hydrologia” yang berarti ilmu air. Hidrologi ialah cabang ilmu geografi yang membahas tentang distribusi, kualitas dan pergerakan air di bumi.

Siklus air atau siklus hidrologi adalah sirkulasi air yang tidak pernah berhenti dari atmosfer ke bumi dan kembali ke atmosfer melalui tahap kondensasi, presipitasi, evaporasi dan transpirasi.

Siklus hidrologi merupakan siklus atau sirkulasi air yang berasal dari bumi kemudian menuju ke atmosfer dan kembali lagi ke bumi yang berlangsung secara terus menerus.

Karena bentuknya memutar dan berlangsung secara berkelanjutan inilah yang menyebabkan air seperti tidak pernah habis. Siklus hidrologi memegang peran penting bagi kelangsungan hidup organisme yang ada di bumi.

Melalui siklus ini, ketersediaan air di daratan bumi dapat tetap terjaga, proses siklus hidrologi juga berdampak pada teraturnya suhu lingkungan, cuaca, hujan dan keseimbangan ekosistem bumi. Fungsi air bagi kehidupan antara lain:

  1. Sumber kehidupan dan tanda kehidupan.
  2. Fotosintesis
  3. Membantu sistem metabolisme tubuh
  4. Membantu kegiatan rumah tangga, misalnya mencuci, mandi, minum, memasak, dll.
  5. Untuk proses pendinginan dan pemeliharaan pabrik pada bidang industri.
  6. Irigasi
  7. Sarana transportasi
  8. Sebagai pembangkit listrik

Pemanasan air laut oleh paparan sinar matahari merupakan kunci proses siklus hidrologi tersebut dapat berjalan secara terus menerus.

Panasnya air laut didukung oleh sinar matahari karena matahari merupakan kunci sukses dari siklus hidrologi sehingga mampu berjalan secara terus menerus kemudian air berevoporasi, kemudian jatuh ke bumi sebagai prespitasi dengan bentuk salju, gerimis atau kabut, hujan, hujan es dan salju dan hujan batu.

Proses Siklus Hidrologi

Menurut Kodoatie (2012) proses perjalanan air dalam siklus hidrologi seperti berikut ini :

  1. Penguapan/evaporasi: Proses ini terjadi pada laut, danau, waduk, rawa, sungai, tambak dan lain-lain.
  2. Evapotranspirasi: yaitu suatu proses pengambilan air oleh akar tanaman untuk kebutuhan hidupnya, kemudian terjadi penguapan pada tanaman tersebut. Proses pengambilan air oleh akar tanaman disebut transpirasi, sedangkan proses penguapan pada tanaman akibat dari sinar matahari disebut evaporasi.
  3. Hujan/salju turun: Uap air dari proses evaporasi dan evapotranspirasi di atmosfir akan berubah menjadi cairan akibat proses kondensasi, tetesan air yang terbentuk tersebut saling berbenturan satu dengan yang lainnya dan terbawa oleh angin sampai berubah menjadi butir-butir air. Butir-butir air tersebut akan terakumulasi dan semakin berat, sehingga secara gravitasi akan turun ke bumi.
  4. Air hujan di tanaman: Air hujan yang terjadi akan langsung jatuh (through flow) atau mengalir melalui batang tanaman (stem flow) serta air hujan tersebut ada yang tertinggal di atau jatuh dari daun (drip flow). Perlu waktu yang relatif lama untuk air hujan mencapai tanah apabila tanaman tersebut cukup rimbun.
  5. Aliran permukaan (run-off): Aliran yang bergerak di atas permukaan tanah. Secara alami air akan mengalir dari daerah yang tinggi ke daerah yang rendah, dari gunung ke lembah, kemudian menuju ke daerah lebih rendah, sampai ke pantai dan akhirnya bermuara ke laut atau ke danau.
  6. Banjir/genangan: Banjir dan genangan terjadi akibat dari luapan sungai atau daya tampung drainase yang tidak mampu mengalirkan air.
  7. Aliran sungai (river flow): Aliran permukaan mengalir menuju daerah tangkapan air atau daerah aliran sungai menuju ke sistem jaringan sungai. Aliran dalam sistem sungai akan mengalir dari sungai kecil menuju sungai yang lebih besar dan berakhir di mulut sungai (estuari), tempat sungai dan laut bertemu.
  8. Transpirasi: Proses pengambilan air oleh akar tanaman untuk memenuhi kebutuhan hidup dari tanaman tersebut.
  9. Kenaikan kapiler: Air dalam tanah mengalir dari aliran air tanah karena mempunyai daya kapiler untuk menaikkan air ke vadose zone menjadi butiran air tanah (soil moisture), demikian juga butiran air tanah ini naik secara kapiler ke permukaan tanah.
  10. Infiltrasi: Sebagian dari air permukaan tanah akan meresap ke dalam tanah (soil water).
  11. Aliran antara (interflow): air dari soil water yang mengalir menuju jaringan sungai, waduk, situ-situ dan danau.
  12. Aliran dasar (base flow): aliran air dari ground water yang mengisi sistem jaringan sungai, waduk, situ-situ, rawa dan danau.
  13. Aliran run-out: aliran dari ground water yang langsung menuju ke laut.
  14. Perkolasi: Air dari soil moisture di daerah vadose zone yang mengisi aliran air tanah.
  15. Kenaikan kapiler: aliran dari air tanah (ground water) yang mengisi soil water.
  16. Return flow: aliran air dari soil water/vadoze zone menuju ke permukaan tanah.
  17. Pipe flow (aliran pipa): aliran yang terjadi dalam tanah.
  18. Unsaturated throughflow: aliran yang melewati daerah tidak jenuh air.
  19. Saturated flow: aliran yang terjadi pada daerah jenuh air.

Jenis – Jenis Siklus Hidrologi

Siklus air memiliki banyak jenis yang dibagi berdasarkan prosesnya atau tahapannya. Beberapa jenis siklus air dapat dijumpai dalam kehidupan sehari- hari. Berikut merupakan jenis- jenis siklus air:

  1. Siklus Hidrologi Pendek (Siklus Kecil)

Siklus hidrologi kecil ini merupakan siklus yang paling sederhana karena hanya melibatkan beberapa tahapan saja. Karena hujan di siklus hidrologi pendek ini terjadi langsung di atas permukaan laut maka tidak ada tahapan pengaliran menuju ke laut lagi.

Air hujan yang turun ke laut tersebut kemudian bercampur kembali dan mengalami siklus air kembali. Adapun beberapa tahapan yang ada di dalam siklus hidrologi pendek atau siklus hidrologi kecil ini antara lain sebagai berikut:

  • Sinar matahari mengenai sumber-sumber air di Bumi dan akan membuat sumber air tersebut menjadi menguap
  • Karena penguapan tersebut maka terjadi kondensasi sehingga kemudian membentuk awan yang mengandung uap air
  • Awan yang mengandung uap air kemudian mengalami kejenuhan dan turunlah hujan di permukaan laut.
  1. Siklus Sedang

Siklus sedang tentunya memiliki proses yang sedikit lebih panjang daripada siklus hidrologi pendek. Adapun beberapa tahapan dari siklus hidrologi sedang ini antara lain sebagai berikut:

  • Matahari menyinari permukaan Bumi termasuk sumber-sumber air (macam-macam laut, samudera dan launnya), sehingga sumber-sumber air terebut mengalami penguapan.
  • Kemudian terjadi evaporasi
  • Uap air yang telah terbentuk (hasil pemanasan) bergerak karena tertiup oleh angin ke darat.
  • Terbentuklah awan akibat dari pemanasan itu tadi.
  • Hujan turun di atas permukaan daratan Bumi
  • Air yang turun di daratan akan mengalir ke sungai kemudian mengalir lagi ke laut untuk kembali mengalami siklus hidrologi.
  1. Siklus Panjang (Siklus Besar)

Siklus hidrologi panjang atau besar ini memiliki tahapan yang lebih kompleks daripada dua siklus di atas. Beberapa tahapan dari siklus hidrologi panjang antara lain sebagai berikut:

  • Matahari menyinari permukaan Bumi termasuk sumber-sumber air (laut, samudera dan launnya), sehingga sumber-sumber air terebut mengalami penguapan.
  • Kemudian terjadi evaporasi
  • Kemudian uap air mengalami sublimasi
  • Uap air yang telah terbentuk dan mengalami sublimasi kemudian menyebabkan terbentuknya awan yang mengandung kristal-kristal es.
  • Awan yang terbentuk kemudian bergerak ke darat karena tiupan angina
  • Kemudian terjadilah hujan di atas daratan Bumi
  • Air yang turun di daratan akan mengalir ke sungai kemudian mengalir lagi ke laut untuk kembali mengalami siklus hidrologi.

Unsur – Unsur Siklus Hidrologi :

  1. Evaporasi (penguapan dari badan air secara langsung)
  2. Transpirasi (penguapan air yang terkandung dalam tumbuhan)
  3. Respirasi (pengupan air dari tubuh hewan dan manusia)
  4. Evapotranspirasi (perpaduan evaporasi dan transpirasi)
  5. Kondensasi (proses perubahan wujud uap air menjadi titik-titikair sebagai hasil pendinginan)
  6. Presipitasi (segala bentuk curahan atau hujan dari atmosfer ke bumi yang meliputi hujan air, hujan es, hujan salju)
  7. Infiltrasi (air yang jatuh ke permukaan tanah dan meresap kedalam tanah)
  8. Perkolasi (air yang meresap terus sampai ke kedalaman tertentu hingga mencapai air tanah atau Groundwater)
  9. Run off (air yang mengalir di atas permukaan tanah melalui parit, sungai, hingga menuju ke laut)

Manfaat Siklus Hidrologi

Siklus hidrologi ini merupakan siklus alami yang banyak mengandung manfaat. Manfaat siklus hidrologidiantaranya :

  • Wash Biosfera

Wash Biosfera: Bisofera merupakan tempat hidup makhluk hidup tumbuhan, hewan termasuk manusia. Biosfera terdiri darilitosfera (batuan/daratan), hidrosfera (air) dan atmosfera (udara).

Dalam perjalannnya siklus hidrologi air melewati ke tiga tempat tersebut, yaitu litosfera, hidrosfera dan atmosfera. Air merupakan pelarut universalyang sangat baik, apa yang dilalui akan dilarut oleh air.

  • Water Supply

Water supply: Dalam sirkulasi hidrologi, air melalui berbagai tempat. Terutama di daratan baik yang melalui permukaan atau bawah tanah.

Berdasarkan hitungan di atas jumlah air sangat memadai untuk memenuhi kebutuhan manusia,hewan ataupun tumbuhan. Namun memang tiap daerah berbeda-beda kualitas dan kauntitasnya, ada kekurangan, kecukupan dan kelebihan, tetapi secara total masih sangat mencukupi.

Penduduk pegunungan tidak perlu menuju laut untuk memenuhi kebutuhan airnya, cukup menanti hujan atau aliran permukaan ataumengambil di pancuran atau di telaga.

Pendudukan perkotaan yang datar, cukup mengambil air dari air bawahtanah atau menjernihkan dari air permukaan. Semua kebutuhan air tercukupi baik dari segi jumlah maupuntempatnya.

  • Resource Life

Resource life: Air merupakan kebutuhan mutlak setiap makluk hidup. Tanpa ada air mustahil ada kehidupan. Setelah bumiterbentuk, kemudian mendingin mengkerut, mulai terbentuk air yang mengisi keriput-keriput bumi.

Titik airbaru terbentuk sebagai aktifitas gunung berapi. Air saat itu masih tawar dan belum ada kehidupan. Kemudian karena adanya panas matahari, panas bumi dan sifat air mulailah terbentuk penguapan, awan, hujan, air tanah, sungai danau, dan laut, sehingga sempurnalah siklus hidrologi.

Kehidupan pertama kali terbentuk dari adanyapetir dari pertemuan dua awan, yang mengenai permukaan air tawar, sinar ultra violet, panas dan sinar radiasi(Hendro Darmodjo, 1984/1985, 4).

Saat itu mulailah terbentuk unsur-unsur kehidupan dan akhirnya terbentuk mahkluk sederhana di dasar air tawar. Kemudian secara evolusi terjadilah makhluk seperti sekarang ini. Sampai sekarang air merupakan bagian yang tidak bisa dipisahkan dari suatu makhluk hidup atau kehidupan.

Suatu mikroorganisme, bijian kurang dapat berkembang atau tidak aktif dalam kondisi kering tidak ada air,ketika air ada bijian mulai tumbuh, mikroorganisme mulai aktif.

Bah pada litosfera yang kering krontang,hampir dapat dipastikan kehidupan di sana berjalan lamban, kurang beraktifitas, lambat berkembang, namun begitu ada air semua kehidupan menunjukkan jati dirinya sebagai makhluk hidup.

  • Resource Energy

Resource energy: Siklus hidrologi memungkin air hujan jatuh di pegunungan atau dataran tinggi. Oleh karena grafitasi airmengalir menuju tempat yang rendah.

Perbedaan ketinggian daratan yang dilalui air akan mengakibatkankekuatan air untuk mengalir lebih kuat, semakin tinggi menuju ke randah semakin kuat kekuatan air.

Kekuatanair tersebut dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi. Pada kekuatan yang cukup oleh penduduk dimanfaatkan untuk memutar kincir, menumbuk, sedangkan pada kekuatan yang besar dapat digunakan untuk memutar turbinpenghasil listrik yang dapat dinikmati di rumah kita saat ini.

  • Obyek Wisata

Obyek wisata: Kabut di pegunungan, air terjun, awan yang tebal, hujan gerimis, danau, aliran sungai, sungai bawah tanah,stalaktit, stalakmit, mata air, sumur artesis, gelombang laut, semuanya merupakan bagian dari siklus hidrologi.

Keadaan itu semua terbentuk oleh adanya siklus hidrologi ribuan tahun, dan sekarang keindahannya dapatdijadikan obyek wisata yang menarik.

Dapat dibayangkan bila air tidak mengalir mengikuti siklus hidrologi,semua keadaan tersebut di atas tidak akan ada.

  • Manfaat lainnya

Manfaat lainnya: Manfaat lain adanya siklus hidrologi diantaranya ; sebagai sarana transportasi aliran sungai, lautan, danau untuk menjadi kelembaban atmosfera maupun litosfera ; membentuk musim, mempengaruhi iklim, pergerakanudara/angin ; menyebarkan berbagai mikroorganisme, bijian.

Kerusakan Siklus Hidrologi

  1. Pencemaran Air

Pencemaran air adalah suatu perubahan keadaan di suatu tempat penampungan air seperti danau, sungai, lautan dan air tanah akibat aktivitas manusia.

Danau, sungai, lautan dan air tanah adalah bagian penting dalam siklus kehidupan manusia dan merupakan salah satu bagian dari siklus hidrologi.

Selain mengalirkan air juga mengalirkan sedimen dan polutan. Berbagai macam fungsinya sangat membantu kehidupan manusia.

Pemanfaatan terbesar danau, sungai, lautan dan air tanah adalah untuk irigasi pertanian, bahan baku air minum, sebagai saluran pembuangan air hujan dan air limbah, bahkan sebenarnya berpotensi sebagai objek wisata.

  1. Musim Penghujan Yang Tidak Menentu

Siklus hidrologi sangat berpengaruh kepada musim di dunia, khususnya di Indonesia. Dulu, musim penghujan di Indonesia dapat kita prediksi. Yaitu berkisar antara bulan oktober hingga maret.

Namun, sekarang semua sudah berubah. Pembagian musim sudah tiada makna, perhitungan tidak lagi menjadi panutan, semua berubah pada harapan saja. Kondisi ini cukup mengkhawatirkan bahkan juga berakibat fatal.

Para petani menjadi lebih sulit untuk berkerja dikarena musim yang tidak menentu. Dan juga berpengaruh pada masyarakat secara luas. Sangat sulit bagi kita untuk mengetahui kapan datangnya hujan.

  1. Persediaan Air Tanah Semakin Menurun

Tentu saja, jika hujan tidak dapat kita prediksi. Persediaan air tanah juga menjadi masalah yang harus dicarikan solusi. Hutan hujan tropis yang sangat dibutuhkan harus extra di perhatikan.

Perlakuan manusia yang hanya bisa merusak paru-paru bumi. Kebiadapan layaknya binatang menjadi tuhan mereka. Mereka buta bahwa mereka adalah hina yang tak bisa hidup dengan alam yang terluka.

Terlaknatlah manusia binatang, perusak alam raya. Disaat alam sudah terluka, hidrologi pun teraniaya.

  1. Abrasi

Abrasi adalah proses pengikisan pantai oleh tenaga gelombang laut dan arus laut yang bersifat merusak. Abrasi biasanya disebut juga erosi pantai.

Kerusakan garis pantai akibat abrasi ini dipacu oleh terganggunya keseimbangan alam daerah pantai tersebut. Walaupun abrasi bisa disebabkan oleh gejala alami, namun manusia sering disebut sebagai penyebab utama abrasi.

Salah satu cara untuk mencegah terjadinya abrasi adalah dengan penanaman hutan mangrove.

  1. Banjir

Banjir diakibatkan oleh volume air di suatu badan air seperti sungai atau danau yang meluap atau menjebol bendungan sehingga air keluar dari batasan alaminya.

Ukuran danau atau badan air terus berubah-ubah sesuai perubahan curah hujan dan pencairan salju musiman, namun banjir yang terjadi tidak besar kecuali jika air mencapai daerah yang dimanfaatkan manusia seperti desa, kota, dan permukiman lain.

Banjir juga dapat terjadi di sungai, ketika alirannya melebihi kapasitas saluran air, terutama di kelokan sungai. Banjir sering mengakibatkan kerusakan rumah dan pertokoan yang dibangun di dataran banjir sungai alami.

Meski kerusakan akibat banjir dapat dihindari dengan pindah menjauh dari sungai dan badan air yang lain, orang-orang menetap dan bekerja dekat air untuk mencari nafkah dan memanfaatkan biaya murah serta perjalanan dan perdagangan yang lancar dekat perairan.

Manusia terus menetap di wilayah rawan banjir adalah bukti bahwa nilai menetap dekat air lebih besar daripada biaya kerusakan akibat banjir periodik.

  1. Erosi

Erosi adalah peristiwa pengikisan padatan (sedimen, tanah, batuan, dan partikel lainnya) akibat transportasi angin, air atau es, karakteristik hujan, creep pada tanah dan material lain di bawah pengaruh gravitasi, atau oleh makhluk hidup semisal hewan yang membuat liang, dalam hal ini disebut bio-erosi.

Dampak dari erosi adalah menipisnya lapisan permukaan tanah bagian atas, yang akan menyebabkan menurunnnya kemampuan lahan (degradasi lahan).

Akibat lain dari erosi adalah menurunnya kemampuan tanah untuk meresapkan air (infiltrasi). Penurunan kemampuan lahan meresapkan air ke dalam lapisan tanah akan meningkatkan limpasan air permukaan yang akan mengakibatkan banjir di sungai.

  1. Tanah Longsor

Longsor atau sering disebut gerakan tanah adalah suatu peristiwa geologi yang terjadi karena pergerakan masa batuan atau tanah dengan berbagai tipe dan jenis seperti jatuhnya bebatuan atau gumpalan besar tanah.

Secara umum kejadian longsor disebabkan oleh dua faktor yaitu faktor pendorong dan faktor pemicu.

Faktor pendorong adalah faktor-faktor yang memengaruhi kondisi material sendiri, sedangkan faktor pemicu adalah faktor yang menyebabkan bergeraknya material tersebut.

Meskipun penyebab utama kejadian ini adalah gravitasi yang memengaruhi suatu lereng yang curam, namun ada pula faktor-faktor lainnya yang turut berpengaruh:

  • Erosi yang disebabkan aliran air permukaan atau air hujan, sungai-sungai atau gelombang laut yang menggerus kaki lereng-lereng bertambah curam
  • Lereng dari bebatuan dan tanah diperlemah melalui saturasi yang diakibatkan hujan lebat
  • Gempa Bumi menyebabkan getaran, tekanan pada partikel-partikel mineral dan bidang lemah pada massa batuan dan tanah yang mengakibatkan longsornya lereng-lereng tersebut
  • Gunung Berapi menciptakan simpanan debu yang lengang, hujan lebat dan aliran debu-debu
  • Getaran dari mesin, lalu lintas, penggunaan bahan-bahan peledak, dan bahkan petir
  • Berat yang terlalu berlebihan, misalnya dari berkumpulnya hujan atau salju

Dampak Sikluas Hidrologi

Dari beberapa contoh kerusakan pada hidrologi tersebut. Dapat kita prediksi ataupun yang telah terjadi. Diantaranya :

  1. Rendahnya Kualitas Air

Kita lihat ibu kota Negara kita, Jakarta. Sebuah kota penuh peradaban manusia. Segala pusat pemerintahan Negara kita. Tempat dimana hutan semakin tidak ada, iklim yang extream bersarang, dan tempat manusia tak peduli akan lingkungan.

Bisa kita lihat, kualitas air ibu kota adalah kualitas air yang telah ternoda. Banyak sekali sampah yang diiringi dengan sungai yang tercemar membuat air menjadi tidak layak untuk digunakan.

Seandainya, warga ibu kota mampu menahan nafsu untuk tidak merusak alam yang mampu merusak pergerakan hidrologi, tentu tidak akan terjadi apa yang namanya pencemaran air.

Toh akhirnya, air masih berkualitas tinggi dan masih bisa dinikmati. Kualitas air yang rendah juga tak luput dari industri-industri yang tak bertanggung jawab. Mereka membuang limbah kesungai sampai tercemar. Uang lebih diutamakan daripada lingkungan.

  1. Pergerakan Siklus Hidrologi Terhambat

Semakin rusaknya iklim akibat ulah manusia tersebut. Semakin terhambat pula siklus hidrologis yang ada. Misalnya saja di Indonesia, sebulum adanya eksploritasi hutan secara berlebihan, musim penghujan di Indonesia masih bisa diperkirakan.

Tidak seperti saat ini, semuanya sudah berubah dan berbeda. Alam yang dulu bukanlah yang sekarang, iklim yang dulu tak se extream iklim yang sekarang.

Solusi Siklus Hidrologi

Siklus hidrologi secara alaminya akan terus berlangsung selama ada air dan panas, sehingga terjadi penguapan.Sumber panas dapat berasal dari sinar matahari, panas bumi, proses kehidupan makhluk hidup.

Gangguan siklus hidrologi dapat terjadi pada sumber panas, gangguan cuaca, perubahan sumber uap air.

Mengingat begitu besarnya manfaat siklus hidrologi bagi kehidupan baik manusia, hewan maupun tumbuhan, maka sudah selayaknya siklus hidrologi dipertahan kelangsungannya.

Upaya mempertahankan siklus hidrologi dapatdengan cara:

  • Mengurangi penutupan tanah dengan bahan kedap air

Penutupan tanah dengan bahan kedap air dapat mengurangi penguapan air tanah/tanah, sehinggamengurangi volume uap dan awan.  Dampak nantinya curah hujan akan sedikit.

Penutupan tanah denganbahan kedap air juga mengakibatkan air dari presipitasi tidak mengalami infiltrasi ke dalam tanah, sehingga air tanah menjadi berkurang dan berdampak air sumur menjadi dalam, pada daerah pantai timbul interusi airlaut masuk daratan.

Air tertumpuk dipermukaan menjadi berlebihan yang dapat berakibat banjir.

  • Mempertahan Tanaman Hutan

Tanaman hutan memiliki fungsi sebagai penahan sementara air hasil presipitasi, hingga runoff tidak berlebihan yang berakibat erosi berlebihan dan banjir.

Pengurangan tanaman hutan juga berdampak penguapan transpirasi menjadi rendah, sehingga awan terbentuk nantinya menjadi sedikit.

  • Mengurangi Polusi Udara

Polusi udara dapat disebabkan banyak hal, diantaranya pembakaran bahan bakar fosil yang tidak sempurna, misalnya batu baru, bensin, dsb.

Pembakaran bahan bakar fosil untuk sumber energi, menggerakkan mesinatau motor pada industri, kendaraan dapat menghasilkan polutan jelaga, Pb, CO, CO2, SOx, NHx, NOx yang dibuang bebas pada udara ambien.

Polutan tersebut lama kelamaan akan memenuhi atmosfera, sebagaidampaknya gelombang panas sinar matahari yang mengenai bumi dan dipantulkan balik ke atmosferatertahan oleh bahan polutan tersebut, sehingga memantulkan kembali ke bumi, akibatnya terjadi kenaikansuhu di bumi, kejadian ini biasa disebut greenhouse effect.

Kenaikan suhu di bumi akan berakibatmencairnya es di kutub, menaiknya permukaan laut, sehingga keseimbangan siklus hidrologi akan terganggu.

Polutan udara akan dilarutkan air baik dalam perjalan evaporasi dan transpirasi, ketika menjadiawan maupun saat presipitasi. Air yang mengandung polutan tersebut menjadi asam, akan berakibattanaman menjadi mati, besi cepat berkarat.

Tanah dan air menjadi asam, sehingga kehidupan sulit didapatkan. Kematian banyak tanaman berakibat penuruan transpirasi.

Demikian pembahasan dari kami tetang Jenis, Dampak dan Manfaat Siklus Hidrologi Secara lengkap dan jelas semoga bermanfaat, jangan lupa di share ya sobat WebChecKer.Me